Polri Siap Tingkatkan Geliat Pariwisata Indonesia Setelah Pandemi Berakhir
Rabu, 15 April 2020 - 19:20 WIB
loading...
Kabaharkam Polri, Komjen Pol Agus Andrianto melakukan kunjungan silaturahmi kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, di Jalan Medan Merdeka Barat No 17, Jakarta, Selasa (14/2020). Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto melakukan kunjungan silaturahmi kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, di Jalan Medan Merdeka Barat No 17, Jakarta, Selasa (14/2020).
Dalam kesempatan ini, Kabaharkam Polri didampingi oleh Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen Pol Drs H Bambang Ghiri dan Dirpamobvit Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Pol Drs Wahyudi Hidayat, sementara Menparekraf didampingi oleh Kepala Staf Khusus bidang Keamanan Menparekraf Brigjen Pol Adi Deriyan.
Wishnutama mengungkapkan pandemi COVID-19 sangat berdampak bagi sektor pariwisata. Sekitar 50 juta pekerja di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, formal dan informal, terdampak wabah ini.
“Dalam situasi saat ini, sektor pariwisata tidak bisa berbuat apa-apa, hanya berharap wabah ini segera berakhir. Setelah wabah ini berakhir, kami akan memfokuskan pembangunan lima tempat wisata, salah satunya NTB dan Mandalika,” ujar Wishnutama.
Oleh karena itu, lanjut Wishnutama, dibutuhkan program-program dan kerja sama antara instansi pemerintahan, termasuk bantuan dukungan dari Polri. Bantuan Polri yang dimaksud terutama pada aspek keamanan, sebagai salah satu aspek utama sektor pariwisata. Saat ini, menurut Wishnutama, dari aspek keamanan, dunia pariwisata Indonesia masih dalam kondisi kuning di radar pariwisata dunia.
Dalam kesempatan ini, Kabaharkam Polri didampingi oleh Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen Pol Drs H Bambang Ghiri dan Dirpamobvit Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Pol Drs Wahyudi Hidayat, sementara Menparekraf didampingi oleh Kepala Staf Khusus bidang Keamanan Menparekraf Brigjen Pol Adi Deriyan.
Wishnutama mengungkapkan pandemi COVID-19 sangat berdampak bagi sektor pariwisata. Sekitar 50 juta pekerja di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, formal dan informal, terdampak wabah ini.
“Dalam situasi saat ini, sektor pariwisata tidak bisa berbuat apa-apa, hanya berharap wabah ini segera berakhir. Setelah wabah ini berakhir, kami akan memfokuskan pembangunan lima tempat wisata, salah satunya NTB dan Mandalika,” ujar Wishnutama.
Oleh karena itu, lanjut Wishnutama, dibutuhkan program-program dan kerja sama antara instansi pemerintahan, termasuk bantuan dukungan dari Polri. Bantuan Polri yang dimaksud terutama pada aspek keamanan, sebagai salah satu aspek utama sektor pariwisata. Saat ini, menurut Wishnutama, dari aspek keamanan, dunia pariwisata Indonesia masih dalam kondisi kuning di radar pariwisata dunia.
Lihat Juga :