PKS: Ulama dan Santri Terdepan dalam Meneguhkan Kedaulatan NKRI
Kamis, 22 Oktober 2020 - 19:45 WIB
loading...
Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini. Foto/Rico Afrido
A
A
A
JAKARTA - Memperingati Hari Santri 22 Oktober 2020 Fraksi PKS DPR RI menggelar Zoominar dengan Tema Meneladani Peran Ulama dan Santri Dalam Meneguhkan Kedaulatan NKRI , Kamis (22/10/2020).
(Baca juga: Spirit Jogo Tonggo, Menjaga Kesehatan Warga Desa Klari Boyolali di Masa Pandemi Covid-19)
Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Aljufri bersama Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengantarkan Zoominar yang dirangkai dengan Launching Lomba Baca Kitab Kuning 2020.
(Baca juga: TKI Meninggal di Malaysia, Keluarga Diminta Siapkan Uang)
Bertindak sebagai Narasumber Hidayat Nur Wahid (Wakil Ketua MPR/Wakil Ketua Badan Wakaf Pesantren Gontor), KH Ahmad Zahro (Rektor Univ Pesantren Darul Ulum, Jombang Jatim) yang mengulas peran sentral ulama dan santri pejuang sejak masa kemerdekaan hingga saat ini yang harus terus disadarkan kepada generasi bangsa.
Di sana ada nama yang tertulis dengan tinta emas, antara lain KH Hasyim Asyari, KH Ahmad Dahlan, H Agus Salim, Wahid Hasyim, Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimedjo, Abdul Kahar Muzakir, Panglima Besar Sudirman, hingga M. Natsir yang mencetuskan Mosi Integral yang mengembalikan Indonesia dari RIS menjadi NKRI di tahun 1950.
(Baca juga: Spirit Jogo Tonggo, Menjaga Kesehatan Warga Desa Klari Boyolali di Masa Pandemi Covid-19)
Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Aljufri bersama Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengantarkan Zoominar yang dirangkai dengan Launching Lomba Baca Kitab Kuning 2020.
(Baca juga: TKI Meninggal di Malaysia, Keluarga Diminta Siapkan Uang)
Bertindak sebagai Narasumber Hidayat Nur Wahid (Wakil Ketua MPR/Wakil Ketua Badan Wakaf Pesantren Gontor), KH Ahmad Zahro (Rektor Univ Pesantren Darul Ulum, Jombang Jatim) yang mengulas peran sentral ulama dan santri pejuang sejak masa kemerdekaan hingga saat ini yang harus terus disadarkan kepada generasi bangsa.
Di sana ada nama yang tertulis dengan tinta emas, antara lain KH Hasyim Asyari, KH Ahmad Dahlan, H Agus Salim, Wahid Hasyim, Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimedjo, Abdul Kahar Muzakir, Panglima Besar Sudirman, hingga M. Natsir yang mencetuskan Mosi Integral yang mengembalikan Indonesia dari RIS menjadi NKRI di tahun 1950.
Lihat Juga :