Teguran Jokowi ke Pembantunya soal Cipta Kerja Dinilai Pelajaran Berharga

Kamis, 22 Oktober 2020 - 07:38 WIB
loading...
Teguran Jokowi ke Pembantunya...
Teguran Presiden Jokowi ke semua jajaran kabinet karena buruknya komunikasi publik pemerintah ketika menggodok RUU Omnibus Law Cipta Kerja dinilai pelajaran berharga. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Teguran Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke semua jajaran kabinet karena buruknya komunikasi publik pemerintah ketika menggodok Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja dinilai pelajaran berharga. Maka itu, ke depan para pembantu presiden diminta tidak mengulanginya lagi.

"Saya kira ini jadi pelajaran berharga terhadap apa yang menjadi cambukan dari presiden terhadap para pembantunya ya," ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Rahmad Handoyo kepada SINDOnews, Kamis (22/10/2020).

Menurut dia, sebenarnya teguran Presiden Jokowi kepada para pembantunya bisa dihindarkan. "Tidak sampai fatal seperti ini ya, gara-gara hoaks, gara-gara berita bohong menyebar seantero negeri seolah-olah Cipta Kerja itu yang tidak diatur, seolah-olah diatur, yang tidak mengatur merugikan pekerja yang menyengsarakan pekerja, seolah-olah diatur, padahal ini enggak diatur," katanya. (Baca juga: Didatangi Pimpinan Muhammadiyah, Jokowi Bicara soal Kritik Masyarakat )

Namun, kata dia, hoaks terkait Omnibus Law Cipta Kerja itu terlanjur dikonsumsi masyarakat, sehingga isunya menjadi liar. Semakin liarnya isu terkait Cipta Kerja itu, kata dia, menyebabkan demonstrasi yang anarkistis. "Ini bisa dihindarkan sebenarnya karena apa? Kalau jauh-jauh hari kita bisa counter isu, bisa memasukkan pasal-pasal di dalam setiap kesempatan di media sosial, saya kira kita bisa hindarkan," kata legislator asal Boyolali, Jawa Tengah ini.

Dia membeberkan, sebelum RUU Omnibus Law Cipta Kerja disahkan menjadi UU dalam rapat paripurna, gelombang berita hoaks menyebar dan secara masif dikapitalisasi sedemikian rupa. "Sehingga sudah merasuk pada para dunia pekerja dan lainnya, mahasiswa dan masyarakat lainnya," ujar anggota Komisi IX DPR RI ini.

Rahmad menilai para pembantu presiden kelimpungan bahkan kesulitan menangkis hoaks terkait Omnibus Law Cipta Kerja di media sosial. "Sehingga ini sebenarnya bisa kita hindarkan kalau jauh-jauh hari kita menyiapkan kisi-kisi, menyiapkan poin-poin, counter isu, tidak harus banyak saya kira, tetapi ini bisa kita hindarkan dengan menyebarkan berita-berita yang positif, apa adanya kepada masyarakat," tuturnya. (Baca juga: Moeldoko: Jokowi Sebut Komunikasi Publik Kita Sangat Jelek )

Menurut Rahmad, kekesalan atau teguran Jokowi ke semua jajaran kabinet terkait buruknya komunikasi publik pemerintah ketika menggodok Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta adalah hal sangat wajar.

"Dan ini tidak boleh terjadi lagi, pemerintah atau dalam hal ini pembantu presiden lamban atau kalah cepat terhadap para penyebar hoaks, sehingga ke depan jangan sampai terjadi pengulangan para pembantu presiden kalah cepat, kalah responsif terhadap orang-orang yang sengaja menyebar hoaks, sehingga counter isu harus disiapkan dengan baik termasuk isi-isi yang positif, isi-isi yang membangun, isi-isi yang perlindungan, itu juga harus disampaikan," katanya.

Diakui bahwa para pembantu presiden sudah berupaya sejauh ini. Namun, menurut dia, komunikasi antara para pembantu presiden dengan masyarakat perlu dilakukan.

"Kalau memang memungkinkan dibentuk suatu konsultan publik atau apapun namanya yang bisa mengimbangi berita-berita hoaks ini, sehingga kejadian yang menimbulkan gejolak sosial itu bisa kita hindarkan dengan baik. Sekali lagi ini jadi pelajaran berharga buat para pembantu presiden bagaimana mengkomunikasikan isu-isu yang sensitif bisa sampai ke masyarakat dan bisa diterima masyarakat dengan baik," katanya.

Sebelumnya, Kepala Staf Presiden Jenderal TNI Purnawirawan Moeldoko mengakui komunikasi publik pemerintah sangat buruk ketika menggodok RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Bahkan, Moeldoko mengungkapkan semua jajaran kabinet ditegur Presiden Jokowi.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
PDIP Sebut Demonstrasi...
PDIP Sebut Demonstrasi Mahasiswa Alarm untuk Pemerintah
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Ferdinand Hutahaean:...
Ferdinand Hutahaean: Jokowi Khianati Prabowo Demi Ambisi Politik Keluarga di 2029
Rekomendasi 5 PR Agency...
Rekomendasi 5 PR Agency Terbaik di Indonesia untuk Bangun Brand dan Reputasi
Mahasiswa MNC University...
Mahasiswa MNC University Gelar D’Comfest 2026, Bahas Content, Communication, dan Entrepreneurship
Buruh Wanti-wanti RUU...
Buruh Wanti-wanti RUU Ketenagakerjaan: Jangan Sampai Terulang Omnibus Law Cipta Kerja
Rekomendasi
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pramono Bakal Resmikan Ruang Publik di Rasuna Said dan Stasiun KRL JIS
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi...
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi saat Sidak Lapas Kelas IIA Cibinong
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Berita Terkini
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
Roy Suryo-Dokter Tifa...
Roy Suryo-Dokter Tifa Ditangkap, Pakar Hukum: Tak Ada Tekanan dari Kubu Jokowi
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
4 Keputusan Munas Kader...
4 Keputusan Munas Kader Muda NU, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo hingga Tolak Zonasi AHWA
Mantan Petinggi OJK...
Mantan Petinggi OJK Ditahan Bareskrim terkait Kasus Dana Syariah Indonesia
Infografis
15 Lagu Nasional Terbaik...
15 Lagu Nasional Terbaik untuk HUT Ke-80 RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved