BNPB: Mitigasi Non Struktural Penting untuk Antisipasi La Nina

Selasa, 20 Oktober 2020 - 10:43 WIB
loading...
BNPB: Mitigasi Non Struktural...
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Saat ini wilayah Indonesia sedang menghadapi fenomena La Nina . Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah menyampaikan bahwa dalam beberapa bulan ke depan akan menghadapi hujan yang lebih tinggi dari biasanya sekitar 20%-40% karena ada fenomena alam di Samudra Pasifik.

Fenomena La Nina ini pun berpotensi tinggi terjadinya bencana hidrometeorologi, khususnya banjir dan longsor . Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu sudah menyampaikan seluruh daerah di Indonesia untuk bersiap menghadapi ancaman banjir dan longsor.

"Bapak Presiden dua minggu yang lalu langsung memimpin rapat untuk mengantisipasi ancaman La Nina yang biasanya akan diikuti dengan banjir, banjir bandang dan tanah longsor," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) , Doni Monardo dalam diskusi secara virtual "Mengantisipasi Bencana Hidrometeorologi" dari Telaga Saat, Megamendung, Bogor, Selasa (20/10/2020). (Baca juga: BMKG Imbau Daerah-Daerah Ini Lebih Waspada terhadap La Nina )

Doni mengatakan bahwa yang paling penting dalam mengantisipasi ancaman ini adalah mitigasi nonstruktural yakni perubahan perilaku kesadaran masyarakat menjaga lingkungan. "Yang paling penting dalam mitigasi nonstruktural artinya yang berupaya berfungsi kepada masalah kultural, masalah perilaku. Dan kalau kita sedang mempersiapkan diri dengan memperhatikan masalah perilaku, menjaga lingkungan dan juga mengantisipasi dengan kesiapsiagaan, ini akan bisa mengurangi risiko. Risiko terjadinya korban jiwa terutama," katanya.

Menurut Doni, saat ini banyak pimpinan daerah yang melibatkan seluruh komponen masyarakat untuk mengantisipasi potensi terjadinya bencana di suatu daerah. Dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat tersebut, informasi mengenai potensi bencana di suatu daerah akan diikuti dan menjadi kewaspadaan, sehingga meminimalkan potensinya terjadi korban jiwa saat terjadi bencana.

"Nah, teman-teman atau masyarakat memberikan laporan dan itu akan diikuti dengan evakuasi. Nah ketika prosedur ini dilakukan, ketika banjir, banjir bandang tiba, maka masyarakat akan selamat," kata Doni. (Baca juga: Mengenal La Nina, si 'Gadis Kecil' Saudara Perempuan El Nino )

"Demikian juga peringatan yang disampaikan oleh BPBD kepada daerah-daerah atau pemukiman yang berada di lereng-lereng bukit atau lereng gunung, yang mana kemiringannya lebih dari 30 derajat untuk kita evaluasikan sementara. Ketika terjadi longsor, maka rumah mereka mungkin akan tertimbun tetapi manusianya akan bisa selamat," ujarnya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BNPB Sebut Karhutla...
BNPB Sebut Karhutla Dominasi Bencana di Tanah Air pada Akhir Pekan Ini
Tito Karnavian: Kemendagri...
Tito Karnavian: Kemendagri dan Pemda Akan Dukung Penuh Optimalisasi Program BSPS
BNPB Ungkap Indonesia...
BNPB Ungkap Indonesia Peringkat Ketiga Negara dengan Risiko Bencana Tertinggi di Dunia
814 Bencana Terjadi...
814 Bencana Terjadi Sepanjang 2026, BNPB: Banjir dan Cuaca Ekstrem Mendominasi
Tata Kelola Air Tanah...
Tata Kelola Air Tanah Berkelanjutan
Apel Kesiapsiagaan Karhutla...
Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 di Riau, Menko Polkam: Negara Komitmen Pencegahan Dini
Latih Desa Binaan Hadapi...
Latih Desa Binaan Hadapi Bencana, Astra Gandeng BNPB Gelar Pelatihan Tanggap Darurat
Gempa Magnitudo 4,7...
Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Polewali Mandar Pagi Ini, Dirasakan hingga Makassar
BNPB Pulihkan Akses...
BNPB Pulihkan Akses Air Bersih di Merapi dengan Pipanisasi Sepanjang 30 Km
Rekomendasi
Populer di Bulan Safar...
Populer di Bulan Safar : Mengapa Ada Tradisi Rebo Wekasan di Indonesia?
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
Berita Terkini
Gantikan Febrie Adriansyah,...
Gantikan Febrie Adriansyah, Kuntadi Diharapkan Pulihkan Kepercayaan Publik
Kejagung Terbitkan Sprindik...
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru Dugaan TPPU 74 Kg Emas dan Uang di Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Bos FBI Temui Prabowo,...
Bos FBI Temui Prabowo, Artefak Papua yang Diselundupkan ke AS Kembali ke Indonesia
Pengamat Soroti Rumor...
Pengamat Soroti Rumor Privat di Kasus Febrie: Jangan Geser Fokus dari Substansi Hukum
Hangat dan Haru, Prabowo...
Hangat dan Haru, Prabowo Jamu Perwira TNI-Polri dan Orang Tua di Istana Usai Praspa 2026
Hari Anak Nasional ke-42,...
Hari Anak Nasional ke-42, saatnya Negara Membangun Prasyarat Perlindungan Anak
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved