Satu Tahun Jokowi-Ma'ruf, Kinerja Menteri dan Cara Komunikasi Disorot

Senin, 19 Oktober 2020 - 15:42 WIB
loading...
Satu Tahun Jokowi-Maruf,...
Joko Widodo dan Maruf Amin saat masa pencalonan presiden dan wakil presiden pada 2019 lalu. Foto/dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menjelang satu tahun Pemerintah Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin pada 20 Oktober besok, banyak yang perlu dibenahi dari soal krisis managemen kepemimpinan hingga cara membuat keputusan.

Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie menilai saat ini Pemerintah Jokowi-Ma'ruf tengah disorot dengan polemik Omnibus Law Undang-Undang tentang Cipta Kerja (Ciptaker).

Kebijakan itu semakin disorot karena disahkan saat negara sedang menghadapi pandemi Covid-19.(Baca juga: Jokowi: Menkes Urus Vaksin Gratis, BUMN Urus yang Berbayar )

Dia melihat, Omnibus law memang memiliki usaha untuk memperbaiki regulasi dan kemudahan investasi, tapi pada saat menyusun dianggap kurang melibatkan lembaga terkait dan berbagai pakar-pakar di bidang masing-masing.

"UU ini bisa dianggap pertama di Indonesia karena ada 70 Undang-undang yang digabung," ujar Jerry kepada SINDOnews, Senin (19/10/2020).

Di sisi lain, Jerry menilai, komunikasi publik dari para pembantu presiden masih agak lemah dan perlu diubah. Dia enyarankan tak perlu banyak juru bicara, cukup Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno yang dimaksimalkan untuk menjelaskan apa yang menjadi program Presiden Jokowi.

Dalam hal ini, Jokowi juga dinilai perlu untuk menegur keras para bawahannya dan perlunya mereshuffle menteri yang berkinerja buruk.

"Saya sarankan Ma'ruf Amin sebagai Wapres perlu dilibatkan juga, baik ide dan pemikiran," katanya.(Baca juga: Survei Indikator: Mayoritas Responden Percaya Jokowi Mampu Tangani Covid-19 )
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
RPN dan BPDP Latih Keterampilan...
RPN dan BPDP Latih Keterampilan Panen Sawit Rakyat di Sumsel
Hijaukan Kaltim! Aksi...
Hijaukan Kaltim! Aksi Nyata Pegadaian Tanam 2.000 Pohon Demi Masa Depan
TikTok Bidik Pertumbuhan...
TikTok Bidik Pertumbuhan Aplikasi Asia Tenggara lewat Inovasi AI
Berita Terkini
ASPEK Indonesia Dorong...
ASPEK Indonesia Dorong Reformasi Jaminan Sosial Jilid II
Program MBG Harus Dilanjutkan,...
Program MBG Harus Dilanjutkan, Pengamat: Prabowo Ingin Wujudkan Indonesia Emas 2045
Bareskrim Limpahkan...
Bareskrim Limpahkan Laporan Terhadap Grace Natalie, Ade Armando dan Abu Janda ke Polda Metro Jaya
Periksa Hilman Latief,...
Periksa Hilman Latief, KPK Telusuri Pihak yang Inisiasi Pembagian Kuota Haji Tambahan
Ini Daftar Hakim yang...
Ini Daftar Hakim yang Bakal Mengadili Dokter Tifa dan Roy Suryo
Selesai Diperiksa Kasus...
Selesai Diperiksa Kasus Kuota Haji, Eks Dirjen PHU Hilman Latief: Diminta Keterangan Saja
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved