Peringati HUT ke-56, Golkar Dukung Pemerintah Tanggulangi Corona
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 20:17 WIB
loading...
A
A
A
Acara yang digelar di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) itu tetap mengikuti aturan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Para peserta yang hadir juga dilakukan serangkaian tes kesehatan saat memasuki venue.
"Tema kali ini adalah kesehatan pulih, ekonomi bangkit dan pilkada menang. Kita tahu dalam situasi Covid-19 ini, kampanye yang harus dilakukan itu 3M, yaitu mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak," ujar Airlangga dalam sambutannya.
Menurut Airlangga Hartarto, tema yang diangkat Partai Golkar dalam HUT tahun ini relevan dengan keadaan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Oleh karenanya, ia ingin menggalakkan program-program tersebut dengan membagikan 4 juta masker dan menyediakan klinik kuning untuk masyarakat bisa melakukan test swab.
"Kita sukseskan Pilkada 2020 sekalipun di tengah pandemi Covid-19. Dari gerakan 3 M, hanya masker yang bisa dibagikan. Dua lainnya yaitu menjaga jarak dan mencuci tangan tidak bisa dibagikan," ujarnya.
Dalam sambutannya, Airlangga mengutip hasil pengamatan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang menyatakan masker paling banyak digunakan sebagai bahan kampanye. Hal itu karena beririsan langsung dengan metode kampanye pertemuan terbatas yang paling banyak diselenggarakan.
"Tema kali ini adalah kesehatan pulih, ekonomi bangkit dan pilkada menang. Kita tahu dalam situasi Covid-19 ini, kampanye yang harus dilakukan itu 3M, yaitu mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak," ujar Airlangga dalam sambutannya.
Menurut Airlangga Hartarto, tema yang diangkat Partai Golkar dalam HUT tahun ini relevan dengan keadaan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Oleh karenanya, ia ingin menggalakkan program-program tersebut dengan membagikan 4 juta masker dan menyediakan klinik kuning untuk masyarakat bisa melakukan test swab.
"Kita sukseskan Pilkada 2020 sekalipun di tengah pandemi Covid-19. Dari gerakan 3 M, hanya masker yang bisa dibagikan. Dua lainnya yaitu menjaga jarak dan mencuci tangan tidak bisa dibagikan," ujarnya.
Dalam sambutannya, Airlangga mengutip hasil pengamatan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang menyatakan masker paling banyak digunakan sebagai bahan kampanye. Hal itu karena beririsan langsung dengan metode kampanye pertemuan terbatas yang paling banyak diselenggarakan.
Lihat Juga :