Perempuan Tangguh Indonesia Kampanyekan Penggunaan Masker

Rabu, 06 Mei 2020 - 21:38 WIB
loading...
Perempuan Tangguh Indonesia...
Dalam memperingati May Day tahun ini, Perempuan Tangguh Indonesia (PTI) menyelenggarakan re-launching, terkait program Kampanye Penggunaan Masker. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Dalam memperingati May Day tahun ini, Perempuan Tangguh Indonesia (PTI) menyelenggarakan re-launching program Kampanye Penggunaan Masker. Koordinator kampanye Masker PTI, Lisa Zen Purba mengatakan, dalam program ini, pihaknya bergerak tidak hanya menganjurkan pemakaian masker kepada masyarakat.

"Tetapi juga turut menopang perekonomian rakyat dengan memfasilitasi UKM di berbagai kota untuk memproduksi masker secara massif. Masker yang diproduksi akan dipasarkan dengan konsep solidaritas sosial, artinya masyarakat yang mampu akan membeli masker dan dengan pembeliannya itu mereka juga mendonasikan satu masker lain untuk dibagikan PTI kepada masyarakat yang kurang mampu," kata Lisa Zen, Rabu (6/5/2020).

Berdasarkan informasi yang didapatkan dari Kementerian Tenaga Kerja RI, krisis pandemi Covid-19 atau virus Corona ini, setidaknya telah membuat 2,8 juta pekerja kehilangan pekerjaannya. Krisis PHK tertinggi pada industri padat karya seperti pariwisata dan industri manufaktur lainnya terutama industri pakaian jadi (garmen).

"Kami sudah melakukan riset, yang menunjukkan lebih dari 75% pekerja garmen adalah perempuan, yang dirumahkan atau di PHK tanpa kompensasi yang cukup, sehingga jutaan pekerja yang kehilangan pekerjaan ini terancam rawan pangan," ucap Lisa Zen.

"Itulah sebabnya, memberikan order pada mereka untuk dapat menyambung hidup sampai situasi perekonomian memungkinkan kembali, menjadi tujuan utama dari kampanye masker PTI, selain juga bertujuan untuk mencegah penyebaran virus corona," sambungnya.

Koordinator Umum TPI, Myra Winarko menambahkan, sejauh ini PTI telah bekerja sama dengan setidaknya 26 konveksi rumahan yang melibatkan setidaknya 200 perempuan penjahit di Jakarta, Bandung Raya, Bogor, Tasikmalaya dan Garut.

"Jawa Barat menjadi pilihan utama, karena selain provinsi dengan populasi dan jumlah tenaga kerja terbesar, tingkat pengangguran juga sangat tinggi, tetapi juga karena merupakan salah satu pusat industri garment di Indonesia," kata Myra Winarko.

Menurut Myra, dalam waktu segera pihaknya juga akan memulai program kampanye untuk mendesak pemilik brand atau buyer internasional terutama produk garmen (seperti H&M, Zara, GAP, dan banyak lainnya) agar tidak serta merta mencabut dan membatalkan seluruh order terhadap pabrik-pabrik subkontrak mereka di Indonesia.

"Kampanye ini berhasil untuk Bangladesh, dan akan mulai kita launching di Indonesia, sebagai upaya kita untuk mendukung pemerintah melakukan pemulihan ekonomi pasca Covid nanti," jelas Myra Winarko selanjutnya.

Dede Radinal, Koordinator Program PTI juga menjelaskan, kalau PTI berencana untuk terus memperbesar produksi masker dengan melibatkan semakin banyak UKM, dengan memperluas pemasaran dan gerakan solidaritas sosial melalui Warga Negara Indonesia yang berada di luar negeri (diaspora).

"Kami telah membangun jaringan dengan diaspora Indonesia di Amerika Serikat untuk kegunaan ini. Kita berharap, gerakan Perempuan Tangguh Indonesia tidak akan berhenti sebagai pendistribusi bantuan sembako, alat kesehatan untuk rumah sakit, dan warung nasi saja, tetapi kita juga melakukannya dalam konteks membangun ketahanan ekonomi masyarakat agar mempermudah economic recovery yang apabila hanya dilakukan pemerintah, tentu saja akan sangat berat," ungkap Dede.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sikapi Penyakit Super...
Sikapi Penyakit Super Flu di Indonesia, Menkes: Tak Mematikan seperti Covid-19
Tantangan Penyakit Menular...
Tantangan Penyakit Menular Kita
Kubu Hasto Kristiyanto...
Kubu Hasto Kristiyanto Protes Hakim Pakai Masker, Ini Respons PN Jakarta Pusat
Legislator Golkar Sentil...
Legislator Golkar Sentil KPK Mau Larang Tersangka Pakai Masker, Alasannya Melanggar HAM
Mantan Penyidik: KPK...
Mantan Penyidik: KPK Perlu Punya Aturan Larang Tersangka Pakai Masker tapi Tak Sakit
Tren Tersangka Korupsi...
Tren Tersangka Korupsi Pakai Masker Bukti Cap Koruptor Bikin Malu
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Rekor 32 Tahun Tumbang...
Rekor 32 Tahun Tumbang di Piala Dunia 2026
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Berita Terkini
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved