Pandemi COVID-19, KPU Bakal Tambah Logistik TPS di Pilkada 2020

Rabu, 14 Oktober 2020 - 16:11 WIB
loading...
Pandemi COVID-19, KPU...
Warga mengantre dengan menerapkan jaga jarak fisik dan mengenakan masker saat Simulasi Pemungutan Suara dengan Protokol Kesehatan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 pada Pilkada 2020 di TPS 18, Cilenggang, Serpong, Tangsel. FOTO/SINDOnews/YULIANTO
A A A
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus melakukan penyesuaian dalam tahapan pemungutan dan penghitungan suara di Pilkada serentak 2020 . Salah satunya, menambah keperluan logistik yang akan ditempatkan di lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) .

Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik menyampaikan sejumlah logistik tambahan ini berkaitan dengan perlengkapan protokol kesehatan. Mengingat, Pilkada 2020 ini digelar dalam kondisi bencana non-alam COVID-19.

"Tadinya perlengkapan TPS itu hanya yang berkaitan dengan proses pemungutan dan penghitungan suara. Sekarang kita menambah banyak sekali, ada 13 item yang harus disiapkan oleh TPS nanti ketika hari pemungutan suara," kata Evi dalam konfrensi nasional secara virtual bertajuk 'Penyelenggaraan Pilkada di Era Pandemi', Rabu (14/10/2020). (Baca juga: K PU Sebut Tidak Ada Lagi Calon Kepala Daerah Positif Covid-19 )

Dalam pemungutan suara nanti, TPS akan ditambah perlengkapan tempat cuci tangan dan sabun, atau setidak-tidaknya hand sanitizer. Tak hanya itu, TPS juga akan menyediakan sarung tangan plastik untuk pemilih dan sarung tangan medis bagi petugas.

TPS juga akan menyediakan masker, pelindung wajah (face shiled), tempat sampah, hingga disinfektan. Evi menyebut, disinfektan digunakan untuk keperluan sterilisasi TPS sebelum pemungutan suara berlangsung dan di pertengahan waktu pemungutan suara.

Selain itu, kata dia, TPS juga akan menyediakan alat pengukur suhu tubuh. Sebelum masuk ke TPS, pemilih dicek suhu tubuhnya dan dipastikan tak bersuhu tubuh sama dengan atau lebih dari 37,3 derajat Celcius.

"Untuk mereka yang memiliki suhu tubuh 37,3 derajat Celcius itu kita siapkan di sekitar TPS ada ruang khususnya. Sehingga tidak berdekatan dengan petugas kita dan pemilih yang lain," ujarnya. (Baca juga: KPU Rembang: Ribuan Pemilih Belum Punya E-KTP )

Selain itu, TPS juga akan menyediakan alat tetes tinta. Evi menyebut, di Pilkada 2020 pemilih yang sudah menggunakan hak pilihnya tidak lagi diminta mencelupkan jari ke botol tinta. Sebagai gantinya, pemilih akan ditetesi tinta. Metode ini dinilai dapat mencegah penularan COVID-19.

Setiap TPS juga akan dilengkapi dengan dua baju hazmat. Baju ini disiapkan bagi petugas untuk mengantisipasi pemilih yang sakit saat datang ke TPS.

"Inilah perlengkapan-perlengkapan TPS yang kita siapkan dalam rangka untuk menegakkan protokol kesehatan di hari pemungutan suara," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPU Kaji Penerapan E-Voting...
KPU Kaji Penerapan E-Voting untuk Pemilu di Luar Negeri, Ini Alasannya
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
MK: Parpol Melanggar...
MK: Parpol Melanggar Kuota 30 Persen Keterwakilan Perempuan Bakal Didiskualifikasi
Ungkap Alasan Tidak...
Ungkap Alasan Tidak Teliti Ijazah Presiden Selain Jokowi, Abdul Gafur: Punya Indikasi Palsu Gak?
Roy Suryo Ungkap Ada...
Roy Suryo Ungkap Ada Perbedaan di Salinan Ijazah Jokowi dari KPU
Bonatua Diperiksa Kasus...
Bonatua Diperiksa Kasus Ijazah Jokowi, Dicecar 27 Pertanyaan
DPD Perindo Jaktim Optimistis...
DPD Perindo Jaktim Optimistis Lolos Verifikasi 2027, Matangkan Struktur lewat Rakorda
DPRD Kabupaten Waropen...
DPRD Kabupaten Waropen Diminta Hentikan Proses PAW Nixon Yenusi
Pendidikan Ketua KPU...
Pendidikan Ketua KPU M Afifuddin yang Disanksi DKPP Sewa Jet Pribadi Rp90 Miliar
Rekomendasi
Inggris Hajar Kroasia...
Inggris Hajar Kroasia 4-2, Tuchel: Ini Bukan Identitas The Three Lions
Eksekusi Hotel Sultan,...
Eksekusi Hotel Sultan, Wamensesneg: Kita Harus Tarik Aset yang Dikuasai Pihak Lain
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Berita Terkini
SGU-Endress+Hauser Kembangkan...
SGU-Endress+Hauser Kembangkan Talenta melalui Beasiswa, Magang, dan Program Vokasi
KPK Buka Peluang Periksa...
KPK Buka Peluang Periksa Pihak BPK, Dalami Peran Eks Staf Ahli Bobby Adhityo Rizaldi
Kisah Kasus Nadiem Dalam...
Kisah Kasus Nadiem Dalam Perkara Korupsi
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya...
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Hari Ini
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Mutasi TNI: Marsdya...
Mutasi TNI: Marsdya M. Khairil Lubis Jabat Dansesko TNI, Marsda Muzafar Jadi Pangkogabwilhan II
Infografis
Ngonten di Depan Rumah...
Ngonten di Depan Rumah Korban Kebakaran LA, Uya Kuya Bakal Diperiksa MKD
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved