Daerah Bersiap Belajar Tatap Muka, Komisi X Ingatkan Protokol Kesehatan

Rabu, 14 Oktober 2020 - 10:17 WIB
loading...
Daerah Bersiap Belajar...
Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda, meminta pihak sekolah menerapkan protokol kesehatan secara ketat saat pembelajaran tatap muka digelar. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Sejumlah daerah di Tanah Air mulai mempersiapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di tengah pandemi Covid-19 . Komisi X DPR pun meminta agar protokol kesehatan benar-benar diterapkan secara serius.

“Beberapa wilayah seperti Solo dan Temanggung, Jawa Tengah juga beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur telah mengelar simulasi KBM tatap muka. Kami berharap jika memang hasil simulasi memungkinkan adanya belajar tatap muka maka protokol kesehatan benar-benar dijalankan secara serius,” ujar Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda, Rabu (14/10/2020). (Baca juga: Pemkot Solo Simulasi Pembelajaran Tatap Muka Akhir Oktober)

Dia menjelaskan, pemerintah memang memberikan kelonggaran bagi wilayah dengan zona hijau dan kuning untuk menggelar KBM tatap muka. Kendati demikian, ada tahapan-tahapan yang harus dilaksanakan sebelum KBM tatap muka benar-benar diterapkan. “Pemerintah daerah harus mengkaji betul kesiapan mereka sebelum menerapkan KBM tatap muka karena ada kesehatan guru, siswa, dan keluarga siswa yang dipertaruhkan di sana,” katanya. (Baca juga: Simulasi Tatap Muka di Jateng Sukses, Jumlah Siswa dan Sekolah Bakal Ditambah)

Huda mengungkapkan tahapan yang harus dilakukan sebelum KBM tatap muka diterapkan di antaranya kesiapan protokol Kesehatan, simulasi, hingga persetujuan orang tua siswa. Satuan pendidikan harus memastikan kesediaan tempat cuci tangan, pemeriksaan suhu, hingga pengaturan tempat duduk dan belajar siswa. Selain itu, satuan pendidikan juga harus membuat Satgas Covid-19 yang terhubung dengan Satgas Covid-19 daerah dan Pusat. “Persetujuan orang tua juga menjadi kunci, apakah seorang siswa bisa mengikuti KBM tatap muka atau tidak,” ujarnya. (Baca juga: Persiapan Tatap Muka Sekolah, Guru dan Pendidik di Tangsel Rapid Test)

Hingga saat ini, kata Huda, mayoritas kabupaten/kota di Indonesia masih berada di zona oranye. Berdasarkan data dari Satgas Covid-19 pekan ini tercatat ada 336 dari 514 kabupaten/kota yang berada di zona oranye. Ini berarti 65% wilayah di Indonesia masih belum aman digunakan KBM tatap muka. “Mayoritas wilayah masih belum aman dilakukan KBM tatap muka karena berada di zona oranye. Jika tidak hati-hati wilayah yang berstatus kuning dan hijau bisa dengan mudah akan menjadi oranye. Maka dari itu, Dinas Pendidikan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) harus benar-benar mempertimbangkan dengan matang sebelum memutuskan penerapan KBM tatap muka,” katanya.

Politisi PKB ini juga meminta agar Kemendikbud memberikan evaluasi penyelenggaraan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ke publik. Jika melihat status zona wilayah bisa dipastikan saat ini mayoritas peserta didik masih melakukan PJJ. Oleh karena itu, harus ada evaluasi terkait pelaksanaan dan efektivitasnya. “Kemendikbud mengelontorkan anggaran hingga lebih dari Rp6 triliun untuk subsidi kuota agar PJJ berjalan lancar. Akan sangat baik jika evaluasi pelaksanaan PJJ ini secara berkala disampaikan kepada publik,” pungkasnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
9 Anggota KPI Pusat...
9 Anggota KPI Pusat 2026-2029 Pilihan DPR RI, Ini Daftar Namanya
Tok! DPR Sahkan RUU...
Tok! DPR Sahkan RUU PFII Jadi Undang-Undang
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR RI Hari Ini Sahkan RUU PFII hingga Tetapkan Anggota KPI
Hasil Perampasan Aset...
Hasil Perampasan Aset Diurus Badan Khusus, Komisi III DPR: Perlu Ada Tim Pengawasan
Nanik S Deyang Tidak...
Nanik S Deyang Tidak Hadiri Rapat Laporan Keuangan BGN di Komisi IX DPR
Peradi Profesional Dorong...
Peradi Profesional Dorong RUU HPI Lebih Adaptif Hadapi Hubungan Hukum Lintas Negara
Tepis Hoaks Menolak,...
Tepis Hoaks Menolak, DPR Kebut RUU Aset
HUKUM MATI! DPR RI Geram,...
HUKUM MATI! DPR RI Geram, Sebut Korupsi Eks Jampidsus Sangat Memalukan
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bergerak dari Tugu 12 Mei Reformasi Menuju Gedung DPR
Rekomendasi
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
Berita Terkini
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Infografis
Begini Protokol Kesehatan...
Begini Protokol Kesehatan Saat Pemakaman Pasien Covid-19
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved