Tak Efektif, GP Ansor Desak Vendor Pelatihan Kartu Prakerja Dihapus
Rabu, 15 April 2020 - 16:38 WIB
loading...
A
A
A
Dia menilai, rakyat sangat butuh sembako dan uang untuk bertahan hidup selama pandemi. ”Daripada dibuat untuk pelatihan online, kasih dong bantuan untuk guru-guru ngaji atau kiai-kiai kampung yang jumlahnya juga banyak. Mereka adalah benteng terakhir penjaga moral anak-anak kita. Mereka ini tidak tersentuh oleh negara,” imbuhnya.
Menurut Wakil Ketua Komisi II DPR ini, para guru ngaji sama dengan guru di sekolah formal yang juga butuh meningkatkan kesejahteraan. “Mereka itu hanya dapat honor sekadarnya saja. Mereka juga jadi bagian yang terdampak karena imbauan pemerintah untuk di rumah, mereka akhirnya tidak bekerja,” ungkapnya.
Di sisi lain, jelas Gus Yaqut, pelatihan online ini kental dugaan nepotisme dalam penunjukan vendor platform digital. Dia melihat, keterlibatan platform digital Ruangguru yang dimiliki staf khusus Presiden Jokowi, Belva Devara, memicu konflik kepentingan. “Di tengah semangat akuntabilitas tinggi yang digelorakan Presiden Jokowi, keterlibatan platform digital Skill Academy milik Ruangguru tidak tepat. Posisi Belva Devara sebagai pendiri Ruangguru sekaligus pembantu Presiden Jokowi saat ini rawan memicu tumpang tindih kepentingan. Jika pelatihan online tetap dipaksakan, justru makin membenarkan dugaan publik tentang adanya konflik kepentingan,” ujar Gus Yaqut.
Untuk itu, dia meminta vendor-vendor pelatihan online dihapus saja segera daripada duitnya cuma berputar di perusahaan aplikasi saja. “Batalkan saja vendor-vendor aplikasi online itu. Lebih bermanfaat uangnya untuk rakyat langsung. Tolong diformulasikan ulang supaya lebih bisa efektif. Sekali lagi, yang mendesak dibutuhkan rakyat saat ini bukan pelatihan online, tapi bantuan yang langsung bisa dirasakan langsung rakyat,” tegasnya.
Menurut Wakil Ketua Komisi II DPR ini, para guru ngaji sama dengan guru di sekolah formal yang juga butuh meningkatkan kesejahteraan. “Mereka itu hanya dapat honor sekadarnya saja. Mereka juga jadi bagian yang terdampak karena imbauan pemerintah untuk di rumah, mereka akhirnya tidak bekerja,” ungkapnya.
Di sisi lain, jelas Gus Yaqut, pelatihan online ini kental dugaan nepotisme dalam penunjukan vendor platform digital. Dia melihat, keterlibatan platform digital Ruangguru yang dimiliki staf khusus Presiden Jokowi, Belva Devara, memicu konflik kepentingan. “Di tengah semangat akuntabilitas tinggi yang digelorakan Presiden Jokowi, keterlibatan platform digital Skill Academy milik Ruangguru tidak tepat. Posisi Belva Devara sebagai pendiri Ruangguru sekaligus pembantu Presiden Jokowi saat ini rawan memicu tumpang tindih kepentingan. Jika pelatihan online tetap dipaksakan, justru makin membenarkan dugaan publik tentang adanya konflik kepentingan,” ujar Gus Yaqut.
Untuk itu, dia meminta vendor-vendor pelatihan online dihapus saja segera daripada duitnya cuma berputar di perusahaan aplikasi saja. “Batalkan saja vendor-vendor aplikasi online itu. Lebih bermanfaat uangnya untuk rakyat langsung. Tolong diformulasikan ulang supaya lebih bisa efektif. Sekali lagi, yang mendesak dibutuhkan rakyat saat ini bukan pelatihan online, tapi bantuan yang langsung bisa dirasakan langsung rakyat,” tegasnya.
(cip)
Lihat Juga :