Istana Dikepung Demo, Kunker Jokowi ke Daerah Kurang Bijak
Jum'at, 09 Oktober 2020 - 14:22 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga : Beredar Video Pelempar Molotov Cafe Legian Malioboro hingga Terbakar )
Menurut Ujang, jika Jokowi ada dan hadir di tengah-tengah masyarakat yang protes Omnibus Law kemarin, itu tandanya pemimpin dan rakyatnya sehati. "Namun ketika mahasiswa dan buruh menginginkan kehadiran presiden dan presidennya tak ada. Artinya pemerintah tak hadir untuk membela mahasiswa dan buruh," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini.
Alasan kegiatan Presiden Jokowi ke Kalimantan Tengah (Kalteng) itu pun dikritiknya. "Alasan sudah ada jadwal jauh-jauh hari ke Kalteng, itu alasan usang dan standar. Jika ada jadwal pun harusnya membatalkan dan mengutus Wapres atau menterinya ke Kalteng tersebut," katanya. (Baca juga: Demo Tolak Omnibus Law di Pekanbaru Ricuh, Mobil Polisi Dirusak Massa )
Kegiatan ke luar kota itu pun tak menutup kemungkinan hasil saran atau permintaan dari lingkaran Istana. "Bisa saja itu jebakan batman bagi presiden, agar ke luar daerah karena dibisiki oleh inner circlenya atau para menterinya," tuturnya.
Ujang mengingatkan bahwa rakyat saat ini sudah cerdas. "Mana yang sungguhan dan sandiwara. Biar rakyat yang akan menilai. Yang pasti, ketika mahasiswa dan buruh sedang menyampaikan aspirasinya, harusnya presiden ada di tengah-tengah mereka," katanya.
Menurut Ujang, jika Jokowi ada dan hadir di tengah-tengah masyarakat yang protes Omnibus Law kemarin, itu tandanya pemimpin dan rakyatnya sehati. "Namun ketika mahasiswa dan buruh menginginkan kehadiran presiden dan presidennya tak ada. Artinya pemerintah tak hadir untuk membela mahasiswa dan buruh," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini.
Alasan kegiatan Presiden Jokowi ke Kalimantan Tengah (Kalteng) itu pun dikritiknya. "Alasan sudah ada jadwal jauh-jauh hari ke Kalteng, itu alasan usang dan standar. Jika ada jadwal pun harusnya membatalkan dan mengutus Wapres atau menterinya ke Kalteng tersebut," katanya. (Baca juga: Demo Tolak Omnibus Law di Pekanbaru Ricuh, Mobil Polisi Dirusak Massa )
Kegiatan ke luar kota itu pun tak menutup kemungkinan hasil saran atau permintaan dari lingkaran Istana. "Bisa saja itu jebakan batman bagi presiden, agar ke luar daerah karena dibisiki oleh inner circlenya atau para menterinya," tuturnya.
Ujang mengingatkan bahwa rakyat saat ini sudah cerdas. "Mana yang sungguhan dan sandiwara. Biar rakyat yang akan menilai. Yang pasti, ketika mahasiswa dan buruh sedang menyampaikan aspirasinya, harusnya presiden ada di tengah-tengah mereka," katanya.
(abd)
Lihat Juga :