Istana Dikepung Demo, Kunker Jokowi ke Daerah Kurang Bijak
Jum'at, 09 Oktober 2020 - 14:22 WIB
loading...
Langkah Presiden Jokowi kunjungan kerja saat banyak demo tolak UU Cipta Kerja di Istana Kepresidenan dinilai kurang bijak. FOTO/CAPTURE/SINDOnews/DITA ANGGA RUSIANA
A
A
A
JAKARTA - Langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke luar kota, Kamis, 8 Oktober 2020, di saat Istana Kepresidenan Jakarta dikepung demo tolak Omnibus Law Cipta Kerja dinilai kurang bijak. Tagar Jokowi kabur pun trending di Twitter saat buruh, mahasiswa dan elemen masyarakat saat menggelar aksi menyampaikan aspirasinya.
"Langkah yang tidak tepat dan kurang bijak di saat mahasiswa dan buruh menuntut haknya, presiden ke luar daerah," kata pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin kepada SINDOnews, Jumat (9/10/2020).
(Baca juga : Anggota DPR dari Gerindra Soepriyatno Meninggal Dunia akibat Covid-19 )
Untuk diketahui, Presiden Jokowi telah tiba di Palangkaraya, Kalimantan Tengah sejak Kamis pagi, 8 Oktober 2020. Di sana, Jokowi meninjau lokasi pengembangan food estate atau lumbung pangan baru Selain itu, Jokowi juga menyerahkan Banpres Produktif Usaha Mikro di Provinsi Kalimantan Tengah. (Baca juga: KontraS : 45 Pendemo Omnibus Law Tidak Diketahui Keberadaannya )
"Rakyat butuh presiden, butuh pemimpinnya, butuh elite yang bisa menjadi pengayom rakyat dan mahasiswa. Ketika mahasiswa dan buruh, sejatinya presiden harus hadir di tengah-tengah mereka," ujar Ujang Komarudin.
"Langkah yang tidak tepat dan kurang bijak di saat mahasiswa dan buruh menuntut haknya, presiden ke luar daerah," kata pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin kepada SINDOnews, Jumat (9/10/2020).
(Baca juga : Anggota DPR dari Gerindra Soepriyatno Meninggal Dunia akibat Covid-19 )
Untuk diketahui, Presiden Jokowi telah tiba di Palangkaraya, Kalimantan Tengah sejak Kamis pagi, 8 Oktober 2020. Di sana, Jokowi meninjau lokasi pengembangan food estate atau lumbung pangan baru Selain itu, Jokowi juga menyerahkan Banpres Produktif Usaha Mikro di Provinsi Kalimantan Tengah. (Baca juga: KontraS : 45 Pendemo Omnibus Law Tidak Diketahui Keberadaannya )
"Rakyat butuh presiden, butuh pemimpinnya, butuh elite yang bisa menjadi pengayom rakyat dan mahasiswa. Ketika mahasiswa dan buruh, sejatinya presiden harus hadir di tengah-tengah mereka," ujar Ujang Komarudin.
Lihat Juga :