BKKBN Ajak Keluarga Wujudkan Lansia Tangguh
Kamis, 08 Oktober 2020 - 17:21 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, Kepala BKKBN Dr (HC) dr. Hasto Wardoyo Sp.OG (K) mengemukakan tentang proyeksi penduduk Indonesia yang di tahun ini ditaksir berjumlah 296,6 juta jiwa.
Dari jumlah itu, atau setidaknya pada 2015 lalu, demikian Hasto, proporsi jumlah penduduk lansia sebanyak 9 persen atau 23 juta jiwa dari total penduduk. Pada 2045, diproyeksikan jumlahnya meningkat drastis menjadi 19,9 persen.
Hasto mengatakan, saat ini Indonesia sedang berada pada masa transisi menuju ageing population, di mana saat ini usia harapan hidup laki-laki 71 tahun dan perempuan 75 tahun.
Bagi Hasto, akan lebih tidak mudah mengawal lansia ketimbang balita atau batuta (bayi di bawah dua tahun). "Ini karena problem lansia sangat kompleks dan berbeda dengan balita atau batuta," tandas Hasto.
Menurut Hasto, proses menua berbeda dengan proses pertumbuhan. "Proses penuaan sel sel sangat dipengaruhi perilaku, makanan dan stres," ujarnya dalam paparannya bertema "Program Lansia Tangguh: Melewati Masa Pandemi dalam 4 Kwadran."
"Karena itu," lanjut Hasto, "proses menua antara satu lansia dengan lansia lainnya tidak sama. Tidak seperti proses pertumbuhan balita dan batuta yang hampir seragam. Sehingga intervensinya lebih mudah dilakukan," papar Hasto.
Dari jumlah itu, atau setidaknya pada 2015 lalu, demikian Hasto, proporsi jumlah penduduk lansia sebanyak 9 persen atau 23 juta jiwa dari total penduduk. Pada 2045, diproyeksikan jumlahnya meningkat drastis menjadi 19,9 persen.
Hasto mengatakan, saat ini Indonesia sedang berada pada masa transisi menuju ageing population, di mana saat ini usia harapan hidup laki-laki 71 tahun dan perempuan 75 tahun.
Bagi Hasto, akan lebih tidak mudah mengawal lansia ketimbang balita atau batuta (bayi di bawah dua tahun). "Ini karena problem lansia sangat kompleks dan berbeda dengan balita atau batuta," tandas Hasto.
Menurut Hasto, proses menua berbeda dengan proses pertumbuhan. "Proses penuaan sel sel sangat dipengaruhi perilaku, makanan dan stres," ujarnya dalam paparannya bertema "Program Lansia Tangguh: Melewati Masa Pandemi dalam 4 Kwadran."
"Karena itu," lanjut Hasto, "proses menua antara satu lansia dengan lansia lainnya tidak sama. Tidak seperti proses pertumbuhan balita dan batuta yang hampir seragam. Sehingga intervensinya lebih mudah dilakukan," papar Hasto.
Lihat Juga :