Buruh Lanjutkan Mogok Nasional, Jokowi Harus Lakukan Ini

Rabu, 07 Oktober 2020 - 09:57 WIB
loading...
Buruh Lanjutkan Mogok...
Ribuan buruh dari berbagai aliansi melakukan aksi mogok kerja di jalan pembangunan 1, Tangerang, Banten, Selasa (6/10/2020). Demo ini sebagai protes disahkannya UU Cipta Kerja yang menganggap menyengsarakan kaum buruh. Foto/SINDOphoto/Yorri Farli
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menganggap, dari awal kalangan buruh dan rakyat menolak RUU Cipta Kerja (Ciptaker) . Sehingga wajar ketika RUU itu disahkan menjadi UU, buruh dan pekerja tetap konsisten menolak, bahkan melakukan mogok nasional yang berlanjut hari ini.

"Seperti biasa pemerintah dan DPR gayanya memaksakan kehendak, tak mau dengar aspirasi rakyat. Seperti pengesahan revisi UU KPK dan lain-lain," kata Ujang saat dihubungi SINDOnews, Rabu (7/10/2020).

Menurut Ujang, kini pemaksaan kehendak itu terjadi pada RUU Ciptaker. Ia melihat, pengesahan UU ini terkesan buru-buru tanpa melihat dan merespons kegelisahan kalangan buruh . "Yang harus dilakukan Jokowi evaluasi dan introspeksi diri. Bahwa rakyat sudah banyak dikecewakan dan dirugikan," tutur Ujang.

(Baca juga: Mogok Nasional Berlanjut, KSPI Desak Pemerintah-DPR Batalkan UU Ciptaker ).

Ujang melanjutkan, setelah pemerintah melakukan intropeksi maka dilakukan evaluasi apakah kebijakan itu dianggap tepat bagi buruh atau justru hak-hak buruh semakin tidak menentu, terlebih di tengah pandemi Covid-19 yang tidak menentu pula kapan berakhirnya.

Dia mengingatkan, jangan sampai rakyat makin marah, sehingga stabilitas politik terganggu. Atau bahkan jika rakyat semakin marah dengan cara pengelolaan negara yang tak aspiratif, rakyat bisa saja meminta Jokowi berhenti berkuasa.

(Baca juga: Tolak UU Cipta Kerja, SP PLN Dorong Judicial Review ).

"Ini jangan sampe terjadi. Rakyat punya hak untuk menilai dan memprotes pemerintahnya, ketika pemerintahnya itu salah jalan dan merugikannya," pungkas dia.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Jokowi Bakal Masuk PSI,...
Jokowi Bakal Masuk PSI, Deddy Sitorus PDIP: Terus Terang Kami Tidak Takut
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Kisah Ristiana Artanti,...
Kisah Ristiana Artanti, Anak Buruh Proyek yang Berhasil Kuliah Gratis di UGM
Jokowi Buka Suara! Soal...
Jokowi Buka Suara! Soal Kasus Laptop Nadiem: Semua Kebijakan dari Presiden
Rekomendasi
Gading Serpong Perkuat...
Gading Serpong Perkuat Posisi sebagai Koridor Komersial
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan...
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan di HR Asia Awards 2026
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
Berita Terkini
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Beri Waktu 2 Tahun untuk Revisi UU Advokat
Polisi Tahan 2 Tersangka...
Polisi Tahan 2 Tersangka Baru Kasus TPPU Tambang Emas Ilegal
PKB Instruksikan DPC...
PKB Instruksikan DPC dan DPW Berdialog dengan Mahasiswa
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved