Gatot Nurmantyo dan Moeldoko Masih Tebar Pesona

Selasa, 06 Oktober 2020 - 13:59 WIB
loading...
Gatot Nurmantyo dan...
Gatot Nurmantyo dan Moeldoko. Foto/Dok SINDO
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai, peluang dua mantan Panglima TNI, Moeldoko dan Gatot Nurmantyo , untuk maju Pilpres 2024 masih fifty-fifty. Keduanya saat ini masih mencari simpati publik.

"Bisa nyalon dan bisa juga tidak. Keduanya saat ini masih tebar pesona, masih mencari simpati publik. Dan itu hal yang wajar-wajar saja," kata Ujang saat dihubungi SINDOnews, Selasa (6/10/2020).

Ujang menuturkan, persoalan bagi keduanya adalah sama-sama tidak memiliki partai politik dan popularitas serta elektabilitas yang mumpuni. Moeldoko disebutnya masih mengandalkan posisinya sebagai Kepala Staf Presiden untuk mendulang elektoral. Sedangkan, Gatot melalui gerakan massa yang dibentuknya seperti Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) .

(Baca juga: Gatot Nurmantyo dan Moeldoko Dinilai Sama-Sama Kebelet Nyapres ).

Lebih lanjut Ujang mengatakan, jika popularitas dan elektabilitas keduanya tinggi, partai akan datang. Namun sebaliknya, jika elektabilitasnya rendah, partai akan lari.

Di sisi lain, jika ambang batas pencalonan presiden dan wapres atau presidential threshold (PT) dihapuskan, peta politik akan berubah. Gatot maupun Moeldoko bisa bebas bermanuver menjadi bakal capres atau cawapres.

Saat ini, tokoh atau figur masih terbentur dengan PT 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sahpemilu secara nasional sebagai syarat untuk menjadi orang nomor satu dan dua di Indonesia.

"Namun saya berkeyakinan MK tak akan memutus PT nol persen," tandas analis politik asal Universitas Al Azhar Indonesia ini.
(Baca juga: Presidential Threshold Dihapus, Gatot Nurmantyo dan Moeldoko Bisa Nyapres ).
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ryamizard Ryacudu di...
Ryamizard Ryacudu di Mata Gatot Nurmantyo dan Hadi Tjahjanto
Prabowo Dinilai Belum...
Prabowo Dinilai Belum Punya Penantang Sepadan di Pilpres 2029
PAN Pastikan Bakal Dukung...
PAN Pastikan Bakal Dukung Prabowo pada Pilpres 2029
Singgung Maju Mundur...
Singgung Maju Mundur Komite Reformasi Polri, Gatot Nurmantyo Bicara Mafia
KPU Tepis Tudingan Roy...
KPU Tepis Tudingan Roy Suryo Selundupkan Aturan Soal Ijazah untuk Loloskan Gibran
Minta Relawan Tak Terpancing...
Minta Relawan Tak Terpancing Isu Negatif, Gibran: Saya Sendiri Saja Tidak Pernah Menanggapi
Adu Pendidikan Gatot...
Adu Pendidikan Gatot Nurmantyo vs Mahfud MD, 2 Nama Kuat Calon Menko Polkam
Adu Pendidikan Gatot...
Adu Pendidikan Gatot Nurmantyo vs Mahfud MD, Calon Menko Polkam
Profil Gatot Nurmantyo,...
Profil Gatot Nurmantyo, Mantan Panglima TNI yang Masuk Bursa Menko Polkam
Rekomendasi
UBAYA Tantang SCU di...
UBAYA Tantang SCU di Final Putri, Perbanas Hadapi UKSW pada Puncak Campus League 2026
Kemenag Buka Beasiswa...
Kemenag Buka Beasiswa INSIGHT Scholarship bagi Mahasiswa Internasional yang Ingin Kuliah di PTKIN
Pegadaian Gelar LEXIS...
Pegadaian Gelar LEXIS 2026, Langkah Strategis Layani Masyarakat di Tengah Transformasi Hukum Nasional
Berita Terkini
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Dugaan Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved