Demokrat Sebut Program Jaring Pengaman Sosial Harus Fokus pada BLT
Selasa, 05 Mei 2020 - 16:55 WIB
loading...
A
A
A
Hal ini mengkhawatirkan mengingat persentase masyarakat miskin (BPS: 9,22% pada September 2019) dan rentan miskin (aspiring middle class, World Bank: 45% atau 115 juta orang) di Indonesia masih tinggi.
"Mengapa BLT perlu diprioritaskan? BLT dapat meningkatkan kemampuan daya beli masyarakat secara langsung di jangka pendek. Mengingat dampak negatif Covid-19 terhadap tenaga kerja, pendapatan masyarakat otomatis ikut menurun," ungkapnya.
Maka itu kata dia, dengan BLT, diharapkan masyarakat dapat berbelanja untuk memenuhi kebutuhan dasar. Tetapi lanjut dia, pemerintah juga harus memastikan kesediaan kebutuhan dasar di pasar. Dia mengungkapkan, Indonesia sebelumnya pernah memiliki pengalaman menyalurkan BLT contohnya pada tahun 2005 dan 2008. BLT saat itu disalurkan melalui Bank BRI serta Pos Indonesia yang jaringannya luas.
Selain itu, berdasarkan riset yang dilakukan oleh SMERU, sebagian besar rumah tangga penerima BLT mengatakan bahwa program BLT itu sangat baik karena mampu memenuhi kebutuhan paling mendesak, yang di mana berdasarkan hasil survei sebagian besar dana BLT tersebut mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga seperti beras.
"Oleh karena itu, dengan pengalaman ini, diharapkan penyaluran BLT bisa lebih cepat dan tepat sasaran dibandingkan menjalankan program-program baru," pungkasnya.
"Mengapa BLT perlu diprioritaskan? BLT dapat meningkatkan kemampuan daya beli masyarakat secara langsung di jangka pendek. Mengingat dampak negatif Covid-19 terhadap tenaga kerja, pendapatan masyarakat otomatis ikut menurun," ungkapnya.
Maka itu kata dia, dengan BLT, diharapkan masyarakat dapat berbelanja untuk memenuhi kebutuhan dasar. Tetapi lanjut dia, pemerintah juga harus memastikan kesediaan kebutuhan dasar di pasar. Dia mengungkapkan, Indonesia sebelumnya pernah memiliki pengalaman menyalurkan BLT contohnya pada tahun 2005 dan 2008. BLT saat itu disalurkan melalui Bank BRI serta Pos Indonesia yang jaringannya luas.
Selain itu, berdasarkan riset yang dilakukan oleh SMERU, sebagian besar rumah tangga penerima BLT mengatakan bahwa program BLT itu sangat baik karena mampu memenuhi kebutuhan paling mendesak, yang di mana berdasarkan hasil survei sebagian besar dana BLT tersebut mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga seperti beras.
"Oleh karena itu, dengan pengalaman ini, diharapkan penyaluran BLT bisa lebih cepat dan tepat sasaran dibandingkan menjalankan program-program baru," pungkasnya.
(maf)
Lihat Juga :