BIN Gunakan Laboratorium Swab Standar Internasional

Selasa, 29 September 2020 - 07:35 WIB
loading...
BIN Gunakan Laboratorium...
Foto: dok/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Badan Intelijen Negara (BIN) menjelaskan keakuratan hasil uji swab test atau tes usap yang dilakukan BIN dalam penanganan COVID-19. BIN menegaskan tingkat keakuratan tes usap ini telah memenuhi standar protokol laboratorium.

Deputi Vll BIN, Wawan Hari Purwanto awalnya menjelaskan soal peran BIN dalam penanganan COVID-19 di Indonesia. Sesuai dengan UU 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara, BIN punya fungsi untuk mendeteksi ancaman nasional. Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan juga memerintahkan kepada seluruh jajaran BIN bergerak membantu pemerintah dalam upaya memutus rantai penyebaran COVID-19. (Baca: Salat Dhuha Bukan Sekedar Membuka Pintu Rezeki)

"Sesuai dengan UU 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara, BIN sebagai "alat negara yang menyelenggarakan fungsi intelijen dalam negeri dan luar negeri, yaitu penyelidikan, pengamanan dan penggalangan, yang tujuannya adalah mendeteksi, mengidentifikasi, menilai, menganalisis, menafsirkan, dan menyajikan Intelijen dalam rangka memberikan peringatan dini untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan bentuk dan sifat ancaman yang potensial dan nyata terhadap keselamatan dan eksistensi bangsa dan negara serta peluang yang ada bagi kepentingan dan keamanan nasional," kata Wawan dalam keterangan tertulis, Senin (28/9/2020).

Kedua, Wawan mengatakan dalam proses swab test, BIN menggunakan Laboratirum PCR yang sudah berstandar Biosafety Level 2 (BSL-2) bersertifikat Internasional pertama di Indonesia.

Wawan juga menegaskan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki BIN punya standar yang tinggi. Para dokter hingga tenaga kesehatan merupakan lulusan terbaik dari Universitas ternama di Indonesia dengan kualifikasi biomolekuler.

"Yang kita miliki semuanya kompeten dibidangnya, bahkan kita mempunyai beberapa ahli, diantaranya mulai dari biomolekuler , bioinformatika dan esai protein, genetika evolusi, diagnostic molekuler, patologi molekuler visologi hewan, hematologic, klinik kimia. Biomedis, imunorserologi, rekayasa tumbuhan, mikrobiologi lingkungan, patologi klinik," ucapnya.

"SDM kita adalah lulusan- lulusan Universitas ternama di Indonesia diantaranya ITB, IPB , UI dari S-1 hingga S-3," sambung dia. (Baca juga: Sekolah di Merangin Mulai Belajar Tatap Muka dengan Protokol Ketat)

Tidak hanya itu BIN juga melakukan kerjasama dengan Lembaga institusi lain untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 seperti UNAIR, UGM, Eijkmen dan lain lain.

Sementara itu, Sertifikasi untuk Laboraturium, Wanny Basuki menerangkan BIN mempunyai 4 mobil laboraturium dengan fasilitas BSL2 yang didesain berdasarkan standard WHO dan lab EBDC yang merupakan BSL2 juga tetapi dibuat dengan tekanan negatif. Keempat mobile laboraturium tersebut sudah disertifikasi oleh WBHT dan sertifikasinya berstandar internasional.

Dalam melakukan sertifikasi, WBHT memeriksakan banyak hal, misalnya : interior BSL-2 facility berdasarkan as-built drawing (architectural, interior, MEP, AHU, etc), spesifikasi material yang digunakan, misalnya: dinding, pintu, lantai dan langit-langit, inspeksi dari Biosafety Cabinets (BSC) harus sudah disertifikasi. Inspeksi dari penunjang lainnya, seperti eyewash dan supporting spaces including finishing, safety and maintenance concerns, inspeksi laporan testing and commissioning report, review SOP, user manual, lab safety dan procedure, termasuk biosafety plan and emergency response plan dan waste management plan.

Sebagai tambahan, dari sekian banyak institusi maupun rumah sakit, tidak banyak yang bersertifikat dan salah satunya adalah milik BIN . (Baca juga: Pneumonia Butuh Penanganan Serius)

Mikrobiologi Klinik Fakultas Kedokteran UI, Budiman Bella menjelaskan hasil swab test BIN yang berbeda hasil swab test di tempat lain. Budiman mengungkapkan dalam melakukan uji sampel menggunakan PCR test di BIN, menggunakan ambang batas yang tinggi. Sehingga sensitifitas untuk mengetahui hasil positif atau negatif Covid-19 lebih akurat.

"BIN menerapkan ambang batas standar hasil PCR tes lebih tinggi dibandingkan institusi lain. nilai CT QPCR atau ambang batas bawah hasil tes PCR biasanya adalah 35, tapi BIN mempunyai ambang batas 42 sehingga lebih sensitif, Hal itu untuk mencegah orang tanpa gejala lolos screening," jelasnya.

Selain itu, menurut Budiman, ada sejumlah faktor lain mengapa hasil swab test berbeda jika melakukan test di tempat yang berbeda. Dia mencotohkan bila seseorang swab test di dua lokasi yang berbeda dengan hari yang berbeda maka kemungkinan besar hasilnya berbeda pun tak dipungkiri.

"Hasil positif menjadi negatif itu disebabkan sejumlah faktor. RNA/protein yang tersisa (jasad renik virus) sudah sangat sedikit, bahkan mendekati hilang, sehingga tak lagi terdeteksi. Apalagi subjek tanpa gejala klinis dan dites pada hari yang berbeda. OTG/asimptomatik yang mendekati sembuh berpotensi memiliki fenomena tersebut. Sensitivitas reagen dapat berbeda terutama bagi pasien yang nilai CQ/CTnya," terang dia. (Lihat videonya: Sepeda Kayu dari Limbah Kayu Pinus)

Untuk diketahui, selama Pandemi COVID-19, BIN telah melakukan test di beberapa daerah seperti Jakarta, Tangerang, Bandung hingga Surabaya. Selama 6 bulan terakhir, sebanyak 85 ribu lebih telah diambil spesiemennya oleh Medical Intelijen BIN.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Profil Letjen TNI Agus...
Profil Letjen TNI Agus Widodo, Jenderal Kopassus yang Kini Jabat Wakil Kepala BIN
5 Jenderal TNI Jabat...
5 Jenderal TNI Jabat Kepala BIN, 3 di Antaranya dari Satuan Kopassus
Perkuat Intelijen, Panglima...
Perkuat Intelijen, Panglima TNI Tunjuk 2 Brigjen Duduki Jabatan Strategis di BIN pada Mutasi Maret 2026
3 Brigjen dari BIN Digeser...
3 Brigjen dari BIN Digeser Panglima TNI pada Mutasi Maret 2026, Ada Kabinda Papua
Prabowo Bertemu Menteri...
Prabowo Bertemu Menteri Keamanan China, Tingkatkan Kemitraan Strategis lewat BIN
Hadapi Bonus Demografi,...
Hadapi Bonus Demografi, BIN Dorong Generasi Muda Berani Berinovasi
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Berita Terkini
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Infografis
Amnesty Internasional...
Amnesty Internasional Tegaskan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved