Andre Rosiade Desak Kementerian BUMN dan Kominfo Terbitkan Regulasi OTT
Senin, 28 September 2020 - 11:26 WIB
loading...
A
A
A
"Absennya regulasi yang mengatur OTT menimbulkan persepsi bahwa OTT hanya memanfaatkan jaringan yang sudah dibangun oleh operator tanpa memberikan keuntungan finansial untuk operator yang sudah berinvestasi dalam membangun jaringan. Padahal dengan menjamurnya OTT, pendapatan utama operator dari voice dan messaging turun luar biasa," tegas mantan Presiden Mahasiswa Trisakti ini.
Untuk itu, Andre mengingatkan agar OTT dapat bersikap seperti teman, dapat mensupport penyelenggara jaringan (operator). Disisi lain operator juga harus merangkul OTT dengan pendekatan bisnis yang tepat.
"Kita tahu bahwa kita tidak dapat menolak perubahan, perubahan adalah sebuah keniscayaan. Bisnis berubah dari voice & messaging menjadi pemanfaatan data. Operator maupun OTT harus dapat bersinergi. Operator harus memandang bahwa OTT as a friend. Untuk itu aturan yang tegas dan adil dibutuhkan untuk menjaga kepentingan nasional kita," tutup Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat ini.
Untuk itu, Andre mengingatkan agar OTT dapat bersikap seperti teman, dapat mensupport penyelenggara jaringan (operator). Disisi lain operator juga harus merangkul OTT dengan pendekatan bisnis yang tepat.
"Kita tahu bahwa kita tidak dapat menolak perubahan, perubahan adalah sebuah keniscayaan. Bisnis berubah dari voice & messaging menjadi pemanfaatan data. Operator maupun OTT harus dapat bersinergi. Operator harus memandang bahwa OTT as a friend. Untuk itu aturan yang tegas dan adil dibutuhkan untuk menjaga kepentingan nasional kita," tutup Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat ini.
(maf)
Lihat Juga :