Luncurkan Buku, Amien Rais Minta Gaya Kepemimpinan Jokowi Berubah Total
Jum'at, 25 September 2020 - 22:23 WIB
loading...
Amien Rais meluncurkan bukunya berjudul Risalah Kebangsaan, Pilihan Buat Pak Jokowi: Mundur atau Terus secara virtual, Jumat (25/9/2020) malam. Foto/SINDOnews/Rico A Simanjuntak
A
A
A
JAKARTA - Mantan Ketua MPR Amien Rais meluncurkan bukunya yang berjudul Risalah Kebangsaan, Pilihan Buat Pak Jokowi: Mundur atau Terus, secara virtual, Jumat (25/9/2020) malam.
Buku itu berisi 13 bab dengan tebal 94 halaman. "Saya mencatat ada 13 masalah yang memang tidak mengada-ada," ujar Amien dalam acara peluncuran bukunya itu.
Adapun 13 bab itu adalah Bangsa Indonesia Dibelah, Memberi Angin Kebangkitan Komunisme, Politik Lebensraum China, Otoriterisme Makin Pekat, Oligarki Makin Subur, Tunduk Pada Mafia Taipan dan Cukong.
Kemudian Nepotisme Tanpa Etika, Ekonomi Semakin Suram, Pengelolaan SDA yang Terang-terangan Menentang Pasal 33 UUD 1945 dan Menabrak Aturan Perundang-undangan yang Ada, Pendidikan Karut Marut, Kegagalan Reformasi Kesehatan dan Penanganan Covid-19, Menerapkan Psikologi Ketakutan serta Masa Depan Papua Barat dan Papua.
"Berdasarkan 13 prestasi negatif Pak Jokowi, kemunduran sistematik dan konsisten di 13 kehidupan bangsa seperti di atas, maka saya ajukan dua opsi pilihan buat Pak Jokowi. Pertama, turun (resign) secara sukarela karena ternyata Pak Jokowi tidak punya kompetensi menjadi Presiden Indonesia di pergantian abad dan milenium dewasa ini," ujar Amien dalam bagian rekomendasi di bukunya itu.(Baca juga: Jokowi Disebut Layak Jadi Sekjen PBB, Pengamat: Bisa Saja Dicalonkan )
Buku itu berisi 13 bab dengan tebal 94 halaman. "Saya mencatat ada 13 masalah yang memang tidak mengada-ada," ujar Amien dalam acara peluncuran bukunya itu.
Adapun 13 bab itu adalah Bangsa Indonesia Dibelah, Memberi Angin Kebangkitan Komunisme, Politik Lebensraum China, Otoriterisme Makin Pekat, Oligarki Makin Subur, Tunduk Pada Mafia Taipan dan Cukong.
Kemudian Nepotisme Tanpa Etika, Ekonomi Semakin Suram, Pengelolaan SDA yang Terang-terangan Menentang Pasal 33 UUD 1945 dan Menabrak Aturan Perundang-undangan yang Ada, Pendidikan Karut Marut, Kegagalan Reformasi Kesehatan dan Penanganan Covid-19, Menerapkan Psikologi Ketakutan serta Masa Depan Papua Barat dan Papua.
"Berdasarkan 13 prestasi negatif Pak Jokowi, kemunduran sistematik dan konsisten di 13 kehidupan bangsa seperti di atas, maka saya ajukan dua opsi pilihan buat Pak Jokowi. Pertama, turun (resign) secara sukarela karena ternyata Pak Jokowi tidak punya kompetensi menjadi Presiden Indonesia di pergantian abad dan milenium dewasa ini," ujar Amien dalam bagian rekomendasi di bukunya itu.(Baca juga: Jokowi Disebut Layak Jadi Sekjen PBB, Pengamat: Bisa Saja Dicalonkan )