Sejumlah Tantangan dalam Penerapan Jurnalisme Data
Kamis, 24 September 2020 - 18:49 WIB
loading...
Praktik jurnalisme data yang ditunjang dengan teknologi terkini dapat membuat penyajian data dalam rupa karya jurnalistik menjadi lebih mudah dipahami pembaca. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Praktik jurnalisme data yang ditunjang dengan teknologi terkini dapat membuat penyajian data dalam rupa karya jurnalistik menjadi lebih mudah dipahami pembaca/masyarakat. Tren jurnalisme era digital ini juga hadir di Indonesia dan bukan tanpa tantangan.
(Baca juga: Jurnalis Diserang Doxing, AMSI Desak Polisi Turun Tangan)
Global Managing Editor, Operation - Thomson Reuters Reg Chua mengatakan, ada beberapa tantangan yang dalam penerapan jurnalisme data, misalnya minim dan sulitnya memperoleh data lantaran biaya. Selain itu, terbatasnya kemampuan SDM dalam menyimpan, mendapatkan maupun menggunakan data.
![Sejumlah Tantangan dalam Penerapan Jurnalisme Data]()
(Baca juga: Bangun Inovasi Media, MNC-Google Jajaki Kerja Sama)
"Jurnalisme data membutuhkan ketekunan dan keterampilan SDM. Tidak semua jurnalis memahami, dan sulit juga untuk bisa terampil di bidang ini. Belum lagi, minim kemauan investasi di jurnalisme data," ujarnya dalam diskusi The Power of Data dari Katadata Indonesia, Kamis (24/9/2020).
Sementara itu, terdapat isu yang lebih mendasar terkait praktik jurnalisme data yakni terkait validitas data. Menurut Reg, bias di dalam data tidak bisa dielakkan. Oleh karena itu, seorang jurnalis juga perlu memiliki keterampilan sehingga mampu mengajukan pertanyaan yang bisa mengungkap data secara tepat.
(Baca juga: Jurnalis Diserang Doxing, AMSI Desak Polisi Turun Tangan)
Global Managing Editor, Operation - Thomson Reuters Reg Chua mengatakan, ada beberapa tantangan yang dalam penerapan jurnalisme data, misalnya minim dan sulitnya memperoleh data lantaran biaya. Selain itu, terbatasnya kemampuan SDM dalam menyimpan, mendapatkan maupun menggunakan data.

(Baca juga: Bangun Inovasi Media, MNC-Google Jajaki Kerja Sama)
"Jurnalisme data membutuhkan ketekunan dan keterampilan SDM. Tidak semua jurnalis memahami, dan sulit juga untuk bisa terampil di bidang ini. Belum lagi, minim kemauan investasi di jurnalisme data," ujarnya dalam diskusi The Power of Data dari Katadata Indonesia, Kamis (24/9/2020).
Sementara itu, terdapat isu yang lebih mendasar terkait praktik jurnalisme data yakni terkait validitas data. Menurut Reg, bias di dalam data tidak bisa dielakkan. Oleh karena itu, seorang jurnalis juga perlu memiliki keterampilan sehingga mampu mengajukan pertanyaan yang bisa mengungkap data secara tepat.
Lihat Juga :