Pemerintah Harus Merancang Green Economy Policy untuk Pemulihan Ekonomi
Kamis, 24 September 2020 - 08:11 WIB
loading...
Wakil Ketua BKSAP DPR Mardani Ali Sera. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Kerja Sama Antar Parlemen Dewan Perwakilan Rakyat (BKSAP DPR) meminta pemerintah mendesain green economy policy dalam usaha pemulihan pasca pandemi Covid-19 yang memukul semua sendi kehidupan.
Wakil Ketua BKSAP DPR Mardani Ali Sera mengatakan green economy policy sekaligus untuk langkah preventif mengurangi bencana alam akibat kerusakan lingkungan. Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengungkapkan pemerintah telah mengalokasikan lebih USD12 triliun. Bentuknya dukungan anggaran langsung, suntikan pinjaman dan ekuitas, jaminan, serta insentif-insentif lainnya.
(Baca: Ekonomi Hijau Harus Diprioritaskan dalam Pemulihan Ekonomi)
Berdasarkan data Energy Policy Tracker, hanya USD88 miliar yang digunakan untuk kepentingan energi bersih. Jumlah itu hanya setengah dari stimulus untuk bahan bakar fosil. Lulusan Universitas Indonesia (UI) itu menerangkan Indonesia terus mencari bentuk kebijakan ekonomi hijau agar bisa diimplementasikan dalam politik anggaran.
“Kita bisa belajar dari keberhasilan Korea Selatan pada saat krisis keuangan tahun 2008-2009 yang menginvestasikan 80 persen dari paket stimulus senilai USD38 miliar untuk proyek-proyek hijau,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Kamis (23/9/2020).
Wakil Ketua BKSAP DPR Mardani Ali Sera mengatakan green economy policy sekaligus untuk langkah preventif mengurangi bencana alam akibat kerusakan lingkungan. Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengungkapkan pemerintah telah mengalokasikan lebih USD12 triliun. Bentuknya dukungan anggaran langsung, suntikan pinjaman dan ekuitas, jaminan, serta insentif-insentif lainnya.
(Baca: Ekonomi Hijau Harus Diprioritaskan dalam Pemulihan Ekonomi)
Berdasarkan data Energy Policy Tracker, hanya USD88 miliar yang digunakan untuk kepentingan energi bersih. Jumlah itu hanya setengah dari stimulus untuk bahan bakar fosil. Lulusan Universitas Indonesia (UI) itu menerangkan Indonesia terus mencari bentuk kebijakan ekonomi hijau agar bisa diimplementasikan dalam politik anggaran.
“Kita bisa belajar dari keberhasilan Korea Selatan pada saat krisis keuangan tahun 2008-2009 yang menginvestasikan 80 persen dari paket stimulus senilai USD38 miliar untuk proyek-proyek hijau,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Kamis (23/9/2020).
Lihat Juga :