Saudi Buka Umrah Bertahap, Kemenag Diminta Terbitkan Protokol Khusus
Rabu, 23 September 2020 - 15:35 WIB
loading...
Komnas Haji dan Umrah, Mustolih Siradj meminta Kemenag berkoordinasi dengan Satgas COVID-19, apakah kondisi saat ini memungkinkan memberangkatkan jamaah umrah ke Tanah Suci. FOTO/Seenews
A
A
A
JAKARTA - Kabar gembira datang dari Kerajaan Arab Saudi . Setelah menutup pintu umrah untuk masyarakat muslim dari berbagai penjuru dunia sejak Februari 2020, kini negara para pangeran ini memutuskan membuka kembali penyelenggaraan ibadah umrah.
Pembukaan ibadah ini dilakukan secara bertahap karena masih menghadapi pandemi COVID-19 dengan cara mendahulukan untuk jamaah domestik atau warga negara asing (ekspatriat) yang sudah berada di Arab Saudi.
"Rencananya, jika kondisinya terus membaik pada bulan November baru 100% akan dibuka untuk umum," kata Ketua Komnas Haji dan Umrah, Mustolih Siradj saat dihubungi SINDOnews, Rabu (23/9/2020). (Baca juga: Saudi Buka Bertahap Umrah, DPR Ingatkan Potensi Ledakan Calon Jamaah )
Mustolih mengatakan, langkah ini patut diapresiasi dan menjadi angin segar bagi jutaan calon jamaah yang sudah rindu berkunjung ke Rumah Allah, khususnya kaum muslimin di Indonesia.
Menurutnya, pada saat yang sama kebijakan ini menjadi momentum penting bagi pelaku usaha sektor umrah yang selama ini terpukul, untuk kembali bangkit setelah berbulan-bulan tidak berkutik karena dihantam pandemi COVID-19, sehingga tidak ada pemasukan sama sekali.
Pembukaan ibadah ini dilakukan secara bertahap karena masih menghadapi pandemi COVID-19 dengan cara mendahulukan untuk jamaah domestik atau warga negara asing (ekspatriat) yang sudah berada di Arab Saudi.
"Rencananya, jika kondisinya terus membaik pada bulan November baru 100% akan dibuka untuk umum," kata Ketua Komnas Haji dan Umrah, Mustolih Siradj saat dihubungi SINDOnews, Rabu (23/9/2020). (Baca juga: Saudi Buka Bertahap Umrah, DPR Ingatkan Potensi Ledakan Calon Jamaah )
Mustolih mengatakan, langkah ini patut diapresiasi dan menjadi angin segar bagi jutaan calon jamaah yang sudah rindu berkunjung ke Rumah Allah, khususnya kaum muslimin di Indonesia.
Menurutnya, pada saat yang sama kebijakan ini menjadi momentum penting bagi pelaku usaha sektor umrah yang selama ini terpukul, untuk kembali bangkit setelah berbulan-bulan tidak berkutik karena dihantam pandemi COVID-19, sehingga tidak ada pemasukan sama sekali.
Lihat Juga :