Kabar Duka, Mantan Dubes Prof Bachtiar Aly Meninggal Dunia
Minggu, 26 Juli 2026 - 23:58 WIB
loading...
Mantan Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Mesir, Prof Bachtiar Aly dikabarkan meninggal dunia di RS Fatmawati, Jakarta, pada Minggu (26/7/2026) malam. Foto/nasdemdprri.id
A
A
A
JAKARTA - Mantan Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Mesir, Prof Bachtiar Aly dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (26/7/2026) malam. Putra Aceh ini menghembuskan napas terakhir di RS Fatmawati, Jakarta, pukul 20.45 WIB.
Kabar meninggalnya Bachtuar Aly dibenarkan oleh Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi Taslim. Aly sendiri merupakan mantan legislator dan kader Partai NasDem.
"Benar (Bachtiar Aly meninggal dunia)," kata Hermawi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Minggu (26/7/2026).
Aly, sapaan akrabnya, lahir di Banda Aceh pada tanggal 21 Desember 1949. Aly ini merupakan duta besar Indonesia untuk Mesir tahun 2002-2005 dan pernah menjadi penasihat ahli Kapolri RI.
Masa kecil sampai remaja Aly, dihabiskan di Banda Aceh. Ia menyelesaikan TK sampai SMP nya di Banda Aceh. Lulus dari SLTP 1, Banda Aceh, ia hijrah ke kota Bandung, Jawabarat. Di Bandung ia menyelesaikan SMA di SMA YPU, hingga memperoleh gelar sarjana muda di Fakultas Publisistik, Universitas Padjajaran (UNPAD).
Aly menyelesaikan Strata 2 dan 3 nya di Jerman. Sejak sekolah dan kuliahnya, Bachtiar Aly sudah aktif di berbagai organisasi. Keahlian dan keterampilan kepemimpinan yang dimilikinya dipercaya oleh berbagai organisasi untuk menjadi instruktur bidang Student Leadership dan memberi pelatihan di berbagai negara; Kairo (1976), Athena (1976), London (1979), dan Paris (1980).
Ia menerima penghargaan Besondere Auszeichnung (Anugerah Istimewa) dari Rektor Universitas Muenster atas prestasi terbaik lulus doktor dengan predikat summa cum laude (pujian tertinggi) untuk pertama kali diberikan kepada warga negara asing sejak Philosophie Fakultaet Westfaelische Wilhelms Universitaet mewisuda Sarjana di tahun 1939.
Tak hanya itu, Aly memiliki banyak pengalaman parlementaria, pada 29 Juli 1983 ia menjadi Tim Ahli FKP DPR RI selama hampir satu tahun. Kemudian, per 24 Juli 1998 mengucapkan sumpah sebagai Anggota DPR/MPR RI.
Selama berada di Senayan pada masa Reformasi berkiprah sebagai Anggota BP-MPR RI, sebagai anggota komisi I dipercayakan di berbagai instrumen legislatif seperti Floor Leader, Tim Lobby, pansus, tim inti pada UU Pers No. 40, UU HAM, UU Hubungan Luar Negeri, salah seorang inisiator UU Penyelenggaraan Daerah Istimewa Aceh (UU No. 44), dan lain-lain.
Berbagai jabatan prestisius pernah ia duduki dalam rangka pengabdian bagi bangsa Indonesia. Pernah menjadi duta besar Indonesia untuk Mesir (2002-2005) selain berbagai jabatan politik pernah di embannya.
Ia juga pernah menjadi Ketua Dewan Guru Besar FISIP UI dan menjadi penasihat di berbagai organisasi profesi seperti KADIN dan sejenisnya. Ia adalah Widyaiswara Caraka Muda Puslitbang Deplu untuk mata kuliah Pembentukan Public Opinion dan Komunikasi Antar Budaya (1997-sekarang).
Partai Nasdem menempatkan Bachtiar Aly di Komisi I bidang; Pertahanan, Intelijen, Luar Negeri, Komunikasi dan Informatika DPR RI setelah memenangkan suara di Dapil Aceh I. Sebagai ketua Dewan Pakar di Partai Nasdem dengan keahlian yang dimilikinya dalam bidang komunikasi dan hubungan luar negeri, posisi ini dirasa tepat diduduki oleh Bachtiar Aly.
Kabar meninggalnya Bachtuar Aly dibenarkan oleh Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi Taslim. Aly sendiri merupakan mantan legislator dan kader Partai NasDem.
"Benar (Bachtiar Aly meninggal dunia)," kata Hermawi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Minggu (26/7/2026).
Aly, sapaan akrabnya, lahir di Banda Aceh pada tanggal 21 Desember 1949. Aly ini merupakan duta besar Indonesia untuk Mesir tahun 2002-2005 dan pernah menjadi penasihat ahli Kapolri RI.
Masa kecil sampai remaja Aly, dihabiskan di Banda Aceh. Ia menyelesaikan TK sampai SMP nya di Banda Aceh. Lulus dari SLTP 1, Banda Aceh, ia hijrah ke kota Bandung, Jawabarat. Di Bandung ia menyelesaikan SMA di SMA YPU, hingga memperoleh gelar sarjana muda di Fakultas Publisistik, Universitas Padjajaran (UNPAD).
Aly menyelesaikan Strata 2 dan 3 nya di Jerman. Sejak sekolah dan kuliahnya, Bachtiar Aly sudah aktif di berbagai organisasi. Keahlian dan keterampilan kepemimpinan yang dimilikinya dipercaya oleh berbagai organisasi untuk menjadi instruktur bidang Student Leadership dan memberi pelatihan di berbagai negara; Kairo (1976), Athena (1976), London (1979), dan Paris (1980).
Ia menerima penghargaan Besondere Auszeichnung (Anugerah Istimewa) dari Rektor Universitas Muenster atas prestasi terbaik lulus doktor dengan predikat summa cum laude (pujian tertinggi) untuk pertama kali diberikan kepada warga negara asing sejak Philosophie Fakultaet Westfaelische Wilhelms Universitaet mewisuda Sarjana di tahun 1939.
Tak hanya itu, Aly memiliki banyak pengalaman parlementaria, pada 29 Juli 1983 ia menjadi Tim Ahli FKP DPR RI selama hampir satu tahun. Kemudian, per 24 Juli 1998 mengucapkan sumpah sebagai Anggota DPR/MPR RI.
Selama berada di Senayan pada masa Reformasi berkiprah sebagai Anggota BP-MPR RI, sebagai anggota komisi I dipercayakan di berbagai instrumen legislatif seperti Floor Leader, Tim Lobby, pansus, tim inti pada UU Pers No. 40, UU HAM, UU Hubungan Luar Negeri, salah seorang inisiator UU Penyelenggaraan Daerah Istimewa Aceh (UU No. 44), dan lain-lain.
Berbagai jabatan prestisius pernah ia duduki dalam rangka pengabdian bagi bangsa Indonesia. Pernah menjadi duta besar Indonesia untuk Mesir (2002-2005) selain berbagai jabatan politik pernah di embannya.
Ia juga pernah menjadi Ketua Dewan Guru Besar FISIP UI dan menjadi penasihat di berbagai organisasi profesi seperti KADIN dan sejenisnya. Ia adalah Widyaiswara Caraka Muda Puslitbang Deplu untuk mata kuliah Pembentukan Public Opinion dan Komunikasi Antar Budaya (1997-sekarang).
Partai Nasdem menempatkan Bachtiar Aly di Komisi I bidang; Pertahanan, Intelijen, Luar Negeri, Komunikasi dan Informatika DPR RI setelah memenangkan suara di Dapil Aceh I. Sebagai ketua Dewan Pakar di Partai Nasdem dengan keahlian yang dimilikinya dalam bidang komunikasi dan hubungan luar negeri, posisi ini dirasa tepat diduduki oleh Bachtiar Aly.
(shf)
Lihat Juga :