Ketua Harian DPP Partai Ummat: Harlah PKB Momentum Rekonsiliasi Politik Nasional
Minggu, 26 Juli 2026 - 12:34 WIB
loading...
A
A
A
Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan gagasan ekonomi tersebut berpijak pada UUD 1945, khususnya Pasal 33 dan Pasal 34, untuk mewujudkan kemakmuran rakyat.
Heikal menilai, amanat konstitusi tersebut perlu diwujudkan melalui pengelolaan kekayaan alam yang benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia. "Bumi dan Tanah Air Indonesia sangatlah kaya raya, oleh karenanya wajib dikelola dengan baik, sehingga hasil keuntungannya juga dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia," ujarnya, Minggu (26/7/2026).
Lihat video: Partai Ummat: Banyak Partai Berpotensi Kehilangan Suara
Heikal juga meminta masyarakat melihat secara objektif pihak-pihak yang selama ini menikmati dan menguasai kekayaan alam Indonesia. "Silakan dicek dan ricek dengan benar berdasarkan fakta yang ada, siapakah pihak-pihak yang paling menikmati dan menguasai kekayaan alam Indonesia secara utuh. Jika sudah tahu jawabannya, maka seluruh rakyat Indonesia wajib bersatu tegakkan keadilan dan lawan kedzaliman," tegasnya.
Selain persoalan ekonomi, Heikal menilai Harlah PKB ke-28 menjadi momentum penting untuk memperkuat rekonsiliasi politik nasional. Menurut Heikal, kehadiran sejumlah tokoh nasional, menteri Kabinet Merah Putih, serta pimpinan partai politik menunjukkan pentingnya membangun komunikasi dan kerja sama antarkekuatan politik.
Sejumlah tokoh yang hadir antara lain Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketua Umum Partai Amanat Nasional sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, serta Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Heikal menilai, amanat konstitusi tersebut perlu diwujudkan melalui pengelolaan kekayaan alam yang benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia. "Bumi dan Tanah Air Indonesia sangatlah kaya raya, oleh karenanya wajib dikelola dengan baik, sehingga hasil keuntungannya juga dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia," ujarnya, Minggu (26/7/2026).
Lihat video: Partai Ummat: Banyak Partai Berpotensi Kehilangan Suara
Heikal juga meminta masyarakat melihat secara objektif pihak-pihak yang selama ini menikmati dan menguasai kekayaan alam Indonesia. "Silakan dicek dan ricek dengan benar berdasarkan fakta yang ada, siapakah pihak-pihak yang paling menikmati dan menguasai kekayaan alam Indonesia secara utuh. Jika sudah tahu jawabannya, maka seluruh rakyat Indonesia wajib bersatu tegakkan keadilan dan lawan kedzaliman," tegasnya.
Selain persoalan ekonomi, Heikal menilai Harlah PKB ke-28 menjadi momentum penting untuk memperkuat rekonsiliasi politik nasional. Menurut Heikal, kehadiran sejumlah tokoh nasional, menteri Kabinet Merah Putih, serta pimpinan partai politik menunjukkan pentingnya membangun komunikasi dan kerja sama antarkekuatan politik.
Sejumlah tokoh yang hadir antara lain Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketua Umum Partai Amanat Nasional sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, serta Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Lihat Juga :