Anis Matta soal Politik Luar Negeri Bebas Aktif: Jangan Datang kepada Orang Hanya Waktu Kita Punya Masalah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:00 WIB
loading...
Anis Matta soal Politik...
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Muhammad Anis Matta dalam program One On One di SindoNewsTV. Foto/Tangkapan layar YouTube SindoNews
A A A
JAKARTA - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Muhammad Anis Matta menjelaskan soal politik luar negeri bebas aktif yang dijalankan pemerintahan Prabowo Subianto . Anis menekankan, jangan hanya datang kepada orang saat kita punya masalah.

"Sebenarnya pemerintahan Prabowo ini kan berusaha menerjemahkan makna politik bebas aktif, dengan berusaha terlibat, berpartisipasi dalam semua isu-isu global secara sangat maksimal," ujar Anis Matta dalam program One On One yang tayang di YouTube SindoNews, dikutip Sabtu (25/7/2026).

Anis menambahkan, sejak awal Presiden Prabowo Subianto langsung menyatakan Indonesia bergabung dengan BRICS (Brasil, Rusia, India, China, South Africa), tetapi pada waktu yang sama juga ingin bergabung dengan OECD (organisasi internasional yang berbasis di Paris, Prancis dan efektif berdiri pada tahun 1961), walaupun sampai sekarang belum selesai. Indonesia juga terlibat dalam BoP (Board of Peace).

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!

"Sebenarnya tujuannya (masuk BoP) secara sederhana adalah untuk menunjukkan political will bahwa apa pun usaha untuk menghentikan genosida di Palestina, akan kita lakukan. Secara teknis itu tidak gampang. Makanya sampai sekarang susah dieksekusi. Karena situasinya sangat kacau, pemerintah memutuskan untuk menunda semua pembicaraan tentang BoP dan pengiriman pasukan ke sana," jelasnya.

Menurut Anis, menerjemahkan makna bebas aktif memang memerlukan eksprerimen yang lebih jauh. "Karena sekarang mungkin kita tidak ada dalam perang itu, tetapi one day kita ada dalam perang itu. Kita nggak pernah tahu. Sekarang mungkin kita yang tampak membantu, tetapi di waktu lain mungkin kita yang memerlukan bantuan," ujarnya.

Mantan Wakil Pimpinan DPR RI menambahkan, efek spiral dari suatu krisis tidak selesai di tempat krisis itu berada. Krisis itu akan pergi jauh dari tempat krisis tersebut berasal. "Dalam perspektif inilah, kita harus memahami kompleksitasnya dan perlu terus-menerus terlibat secara sangat aktif," kata Anis.

Anis menekankan, penting bagi kita untuk memahami kompleksitas masalah dan opsi yang tidak terlalu banyak bagi kita untuk mengatasi kompleksitas masalah tersebut.



"Jadi kita perlu lebih realistis dan mengembangkan semangat keterlibatan yang lebih tinggi, supaya kita jangan memandang bahwa kenapa kita tidak memandang mengurus yang domestik dan tidak mengurus yang di luar. Oke, sekarang mungkin kita tidak punya masalah, tetapi suatu waktu kita punya masalah. Jangan datang kepada orang hanya waktu kita punya masalah, kan begitu," tegasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Perang Berkepanjangan...
Perang Berkepanjangan AS Vs Iran, Indonesia Wajib Perkuat Ketahanan Nasional dan Diplomasi Strategis
3 Pemimpin Dunia Bertemu...
3 Pemimpin Dunia Bertemu Prabowo dalam Sepekan, Bukti Indonesia Dipercaya Dunia
Presiden Prabowo ke...
Presiden Prabowo ke PM Wong: Hubungan Indonesia-Singapura Harus Langgeng
Presiden Prabowo Sambut...
Presiden Prabowo Sambut Kedatangan PM India Narendra Modi di Lanud Halim Perdanakusuma
Prabowo dan PM Wong...
Prabowo dan PM Wong Sepakati 26 Kerja Sama, Pertahanan hingga Keselamatan Nuklir
Gelar Intercultural...
Gelar Intercultural Festival 2026, UMB Satukan Mahasiswa 9 Negara lewat Budaya
Jejak Diplomasi Nabi...
Jejak Diplomasi Nabi Muhammad SAW dalam Peperangan Islam, dari Perjanjian Hudaibiyah hingga Fathu Makkah
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
Rekomendasi
Kemhan Sebut Insiden...
Kemhan Sebut Insiden Bus Dinas yang Diduga Kabur usai Tabrak Ojol Diselesaikan secara Damai
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Pemerintah Bebaskan...
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor Komponen Pesawat dan LPG Petrokimia
Berita Terkini
Apresiasi Pelaksanaan...
Apresiasi Pelaksanaan PTT BSPS di Bandung, Mendagri: Tender Rakyat Perkuat Transparansi
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Dugaan Keterkaitan Eks...
Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus dengan Sejumlah Kasus Korupsi Disorot
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Putuskan Ajukan Praperadilan
Perhitungan Kerugian...
Perhitungan Kerugian Negara Dipertanyakan, Pengamat Dorong Reformasi Audit BPKP
Wamendagri: Indonesia...
Wamendagri: Indonesia Punya Satu Kesempatan Manfaatkan Bonus Demografi Menuju Negara Maju
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved