Mohon Perlindungan Presiden, Asosiasi Petani Tembakau Tolak Rancangan Pembatasan Kadar Nikotin
Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:48 WIB
loading...
A
A
A
Dia meminta para pengambil kebijakan supaya mengkaji ulang aturan tersebut agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi petani. Karena selama ini, IHT adalah sektor yang mampu menyerap produktivitas petani tembakau dan cengkeh lokal.
"Kami petani hanya ingin kepastian berusaha, bekerja dengan tenang agar dapat melanjutkan kehidupan. Mau menunggu 30 tahun atau 50 tahun sampai menghasilkan varietas dengan kadar nikotin yang kecil, tidak ada yang bisa menjamin keberlangsungan petani. Semua tergantung pemerintah," katanya.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa pada Agustus-September, mayoritas petani tembakau akan mulai panen. Namun dengan adanya polemik rancangan regulasi ini, dikhawatirkan akan mempengaruhi kepastian dan hasil kualitas panen.
"Tidak mudah untuk mengubah atau menghasilkan varietas tembakau baru dengan kadar nikotin sangat rendah. Bagaimana persiapannya, bagaimana nanti ke depan tata kelolanya, perubahan pupuknya. Semuanya perlu waktu, tergantung kesiapan pemerintah. Tidak bisa serta merta, itu sama saja dengan menyuruh petani dibunuh," ujar Muhdi.
Terpisah, petani tembakau Bondowoso M Yasid menyampaikan bahwa suara penolakan terhadap rancangan pembatasan kadar nikotin dan tar telah direspon dan diterima oleh Kemenko PMK. Ia menyebut pembahasan ambang batas nikotin dan tar belum pada produk tembakau belum akan diterapkan dalam waktu dekat.
"Kami petani hanya ingin kepastian berusaha, bekerja dengan tenang agar dapat melanjutkan kehidupan. Mau menunggu 30 tahun atau 50 tahun sampai menghasilkan varietas dengan kadar nikotin yang kecil, tidak ada yang bisa menjamin keberlangsungan petani. Semua tergantung pemerintah," katanya.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa pada Agustus-September, mayoritas petani tembakau akan mulai panen. Namun dengan adanya polemik rancangan regulasi ini, dikhawatirkan akan mempengaruhi kepastian dan hasil kualitas panen.
"Tidak mudah untuk mengubah atau menghasilkan varietas tembakau baru dengan kadar nikotin sangat rendah. Bagaimana persiapannya, bagaimana nanti ke depan tata kelolanya, perubahan pupuknya. Semuanya perlu waktu, tergantung kesiapan pemerintah. Tidak bisa serta merta, itu sama saja dengan menyuruh petani dibunuh," ujar Muhdi.
Terpisah, petani tembakau Bondowoso M Yasid menyampaikan bahwa suara penolakan terhadap rancangan pembatasan kadar nikotin dan tar telah direspon dan diterima oleh Kemenko PMK. Ia menyebut pembahasan ambang batas nikotin dan tar belum pada produk tembakau belum akan diterapkan dalam waktu dekat.
Lihat Juga :