Kasus Positif COVID-19, Meninggal, dan Sembuh Meningkat Sepekan Ini
Selasa, 22 September 2020 - 21:53 WIB
loading...
Simulasi penanganan pasien COVID-19 di RSUP dr Kariadi Semarang, beberapa waktu lalu. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito mengatakan, selama sepekan terakhir, baik kasus positif, sembuh maupun meninggal , mengalami kenaikan. Dia mengatakan secara nasional jumlah kasus positif COVID-19 mengalami kenaikan 8,4%.
"Di mana lima kenaikan kasus tertingginya yaitu Jawa Barat naik sebesar 594 orang. Banten naik 492 orang. Sulawesi Selatan naik 459 orang. Riau naik 311 orang. Dan Papua naik 271 orang. Ini bagian dari penambahan kasus dengan total selama seminggu yang lalu adalah 26.365," katanya saat konferensi pers di Kantor Presiden, Selasa (22/9/2020).
"Sedangkan lima provinsi dengan laju peningkatan kasus tertinggi terjadi di DKI Jakarta yaitu 554 per 100.000 penduduk. Kalimantan Selatan 242 per 100.000 penduduk. Gorontalo 206 per 100.000 penduduk. Kalimantan Timur 191 per 100.000 penduduk. Dan Bali 184 per 100.000 penduduk," ungkapnya. (Baca juga: Satgas: Definisi Kematian Akibat COVID-19 Masih Merujuk ke WHO )
Sementara jumlah kematian mengalami kenaikan 18,9% dibandingkan pekan sebelumnya. Di mana kenaikan kematian tertinggi terjadi di Jawa Tengah 46 orang, DKI Jakarta 32 orang, Aceh 26 orang, Sumatera Utara naik 24 orang, dan Sumatera Barat 13 orang. Sedangkan persentase kematian tertinggi, pertama adalah Jawa Timur 7,29%. Jawa Tengah 6,47%, Sumatera Selatan 6,04%, Nusa Tenggara Barat 5,91%, dan Bengkulu 5,85%.
"Cara untuk menurunkan persentase kematian selama 3 sampai 4 minggu berturut-harus harus dijaga agar tidak ada penambahan kasus kematian. Dengan cara meningkatkan testing serta tracing. Maka lima daerah ini dalam beberapa minggu ke depan seharusnya bisa menurunkan kasus kematiannya menjadi paling tidak sama dengan rata-rata nasional," ujarnya.
"Di mana lima kenaikan kasus tertingginya yaitu Jawa Barat naik sebesar 594 orang. Banten naik 492 orang. Sulawesi Selatan naik 459 orang. Riau naik 311 orang. Dan Papua naik 271 orang. Ini bagian dari penambahan kasus dengan total selama seminggu yang lalu adalah 26.365," katanya saat konferensi pers di Kantor Presiden, Selasa (22/9/2020).
"Sedangkan lima provinsi dengan laju peningkatan kasus tertinggi terjadi di DKI Jakarta yaitu 554 per 100.000 penduduk. Kalimantan Selatan 242 per 100.000 penduduk. Gorontalo 206 per 100.000 penduduk. Kalimantan Timur 191 per 100.000 penduduk. Dan Bali 184 per 100.000 penduduk," ungkapnya. (Baca juga: Satgas: Definisi Kematian Akibat COVID-19 Masih Merujuk ke WHO )
Sementara jumlah kematian mengalami kenaikan 18,9% dibandingkan pekan sebelumnya. Di mana kenaikan kematian tertinggi terjadi di Jawa Tengah 46 orang, DKI Jakarta 32 orang, Aceh 26 orang, Sumatera Utara naik 24 orang, dan Sumatera Barat 13 orang. Sedangkan persentase kematian tertinggi, pertama adalah Jawa Timur 7,29%. Jawa Tengah 6,47%, Sumatera Selatan 6,04%, Nusa Tenggara Barat 5,91%, dan Bengkulu 5,85%.
"Cara untuk menurunkan persentase kematian selama 3 sampai 4 minggu berturut-harus harus dijaga agar tidak ada penambahan kasus kematian. Dengan cara meningkatkan testing serta tracing. Maka lima daerah ini dalam beberapa minggu ke depan seharusnya bisa menurunkan kasus kematiannya menjadi paling tidak sama dengan rata-rata nasional," ujarnya.
Lihat Juga :