Cerita Warga Jember Mudahnya Berobat dengan BPJS Kesehatan
Jum'at, 24 Juli 2026 - 13:29 WIB
loading...
Afifatul Munawwaroh (33), warga Kecamatan Silo, Kabupaten Jember mengungkapkan mudahnya berobat dengan BPJS Kesehatan. Foto/SindoNews
A
A
A
JEMBER - Kemudahan layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dirasakan Afifatul Munawwaroh (33), warga Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Afifatul dapat menjalani pengobatan dengan mudah, cepat, dan tanpa khawatir biaya.
Afifatul mengatakan proses rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) ke rumah sakit berjalan lancar. Setelah diperiksa dokter, Afifatul langsung mendapat surat rujukan pada hari yang sama.
Petugas klinik juga menjelaskan alur rujukan dengan jelas. Hal itu membuat Afifatul lebih tenang saat menjalani proses administrasi dan pemeriksaan lanjutan.
Baca juga: Dirut BPJS Kesehatan Ungkap JKN Dongkrak PDB Rp129 Triliun dan Serap 3,5 Juta Pekerja
“Setelah mendapat rujukan, saya langsung menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Selama sekitar dua hingga tiga minggu saya menjalani pemeriksaan laboratorium sebelum operasi dijadwalkan. Semua tahapan pengobatan dijelaskan secara jelas dan terperinci, sehingga saya merasa lebih tenang dan tidak mengalami kendala selama menjalani perawatan,” ungkap Afifatul, Jumat (24/7/2026).
Afifatul mengaku awalnya belum memahami alur pelayanan Program JKN dan mengira pengobatan harus langsung dilakukan di rumah sakit. Setelah menjalani pemeriksaan di FKTP dan dirujuk sesuai kebutuhan medis, ia justru merasakan proses pelayanan yang mudah, cepat, dan tidak berbelit-belit.
Lihat video: BPJS Kesehatan Bangun Sistem Anti-fraud di Program JKN
“Awalnya saya mengira harus langsung berobat ke rumah sakit. Namun setelah datang ke klinik, saya mendapat penanganan yang baik. Ketika memang diperlukan rujukan, prosesnya juga cepat dan jelas. Saya jadi lebih tenang karena memahami alur pelayanannya,” ungkapnya.
Afifatul merasa tenang karena seluruh proses pengobatan dan kontrol lanjutan di rumah sakit dapat dijalani tanpa biaya sesuai ketentuan Program JKN. Afifatul menjalani kontrol secara berkala sesuai jadwal dokter, mulai satu minggu, dua minggu, hingga satu bulan setelah tindakan. Menurutnya, seluruh pelayanan tersebut berlangsung lancar.
“Selain tidak perlu memikirkan biaya, saya juga sangat mengapresiasi keramahan dokter dan perawat selama menjalani perawatan. Saya tidak merasakan adanya perbedaan perlakuan dibandingkan pasien lainnya. Semua pasien mendapatkan pelayanan yang sama dengan baik,” imbuh Afifatul.
Kini kondisi kesehatan Afifatul telah pulih. Afifatul kembali dapat beraktivitas seperti biasa dan mengurus keluarganya. Setelah merasakan kemudahan pelayanan selama menjalani pengobatan, ia menyampaikan terima kasih kepada BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara Program JKN.
Afifatul menilai pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa kepesertaan JKN memberi rasa aman saat peserta membutuhkan layanan kesehatan. “Saya berharap Program JKN terus berjalan dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat. Pelayanan yang ramah dan cepat semoga terus dipertahankan. Saya sendiri sudah merasakan manfaatnya secara langsung, sehingga berharap semakin banyak masyarakat yang mendapatkan perlindungan kesehatan melalui program ini,” ucapnya.
Afifatul mengatakan proses rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) ke rumah sakit berjalan lancar. Setelah diperiksa dokter, Afifatul langsung mendapat surat rujukan pada hari yang sama.
Petugas klinik juga menjelaskan alur rujukan dengan jelas. Hal itu membuat Afifatul lebih tenang saat menjalani proses administrasi dan pemeriksaan lanjutan.
Baca juga: Dirut BPJS Kesehatan Ungkap JKN Dongkrak PDB Rp129 Triliun dan Serap 3,5 Juta Pekerja
“Setelah mendapat rujukan, saya langsung menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Selama sekitar dua hingga tiga minggu saya menjalani pemeriksaan laboratorium sebelum operasi dijadwalkan. Semua tahapan pengobatan dijelaskan secara jelas dan terperinci, sehingga saya merasa lebih tenang dan tidak mengalami kendala selama menjalani perawatan,” ungkap Afifatul, Jumat (24/7/2026).
Afifatul mengaku awalnya belum memahami alur pelayanan Program JKN dan mengira pengobatan harus langsung dilakukan di rumah sakit. Setelah menjalani pemeriksaan di FKTP dan dirujuk sesuai kebutuhan medis, ia justru merasakan proses pelayanan yang mudah, cepat, dan tidak berbelit-belit.
Lihat video: BPJS Kesehatan Bangun Sistem Anti-fraud di Program JKN
“Awalnya saya mengira harus langsung berobat ke rumah sakit. Namun setelah datang ke klinik, saya mendapat penanganan yang baik. Ketika memang diperlukan rujukan, prosesnya juga cepat dan jelas. Saya jadi lebih tenang karena memahami alur pelayanannya,” ungkapnya.
Afifatul merasa tenang karena seluruh proses pengobatan dan kontrol lanjutan di rumah sakit dapat dijalani tanpa biaya sesuai ketentuan Program JKN. Afifatul menjalani kontrol secara berkala sesuai jadwal dokter, mulai satu minggu, dua minggu, hingga satu bulan setelah tindakan. Menurutnya, seluruh pelayanan tersebut berlangsung lancar.
“Selain tidak perlu memikirkan biaya, saya juga sangat mengapresiasi keramahan dokter dan perawat selama menjalani perawatan. Saya tidak merasakan adanya perbedaan perlakuan dibandingkan pasien lainnya. Semua pasien mendapatkan pelayanan yang sama dengan baik,” imbuh Afifatul.
Kini kondisi kesehatan Afifatul telah pulih. Afifatul kembali dapat beraktivitas seperti biasa dan mengurus keluarganya. Setelah merasakan kemudahan pelayanan selama menjalani pengobatan, ia menyampaikan terima kasih kepada BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara Program JKN.
Afifatul menilai pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa kepesertaan JKN memberi rasa aman saat peserta membutuhkan layanan kesehatan. “Saya berharap Program JKN terus berjalan dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat. Pelayanan yang ramah dan cepat semoga terus dipertahankan. Saya sendiri sudah merasakan manfaatnya secara langsung, sehingga berharap semakin banyak masyarakat yang mendapatkan perlindungan kesehatan melalui program ini,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :