Prabowo Pimpin Ratas selama 3,5 Jam di Istana, Ini yang Dibahas
Kamis, 23 Juli 2026 - 17:17 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tengah) memberikan keterangan pers tentang ratas 3,5 jam yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto. Foto/Binti Mufarida
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) selama sekitar 3,5 jam di Kompleks Istana Kepresidenan , Jakarta, Kamis (23/7/2026). Rapat tersebut membahas sejumlah program strategis pemerintah, khususnya percepatan penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan mengatakan bahwa ratas dimulai pukul 12.30 WIB. Sementara, para menteri tampak mulai meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 16.00 WIB.
Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan , mengatakan bahwa Presiden Prabowo memberikan arahan agar seluruh kementerian dan lembaga, termasuk TNI dan Polri, memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan Koperasi Merah Putih.
“Kita rapat mulai tadi jam 12.30. Jadi kita rapat 3,5 jam. Banyak hal yang dibahas ya, yang terkait kami, tadi Bapak Presiden memastikan Koperasi Desa Merah Putih, Koperasi Kelurahan Merah Putih, Koperasi Nelayan Merah Putih dipastikan harus didukung oleh semua kementerian lembaga. Ya, juga didukung oleh TNI dan Polri,” kata Zulhas kepada awak media seusai ratas.
Menurut Zulhas, Presiden Prabowo menegaskan Koperasi Merah Putih akan memiliki dua fungsi utama, yakni sebagai infrastruktur pemerintah dan sebagai off-taker.
![Prabowo Pimpin Ratas selama 3,5 Jam di Istana, Ini yang Dibahas]()
Koperasi Kelurahan Merah Putih di Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Foto/Dzikry Subhanie
"Diminta untuk membantu mendukung penuh Kopdes dan Koperasi Kelurahan Merah Putih untuk sukses sebagai infrastruktur pemerintah, satu. Dua, sebagai off-taker,” ujarnya.
Baca Juga: Koperasi Merah Putih dan Problematika Kesejahteraan Petani
Ia menjelaskan, sebagai infrastruktur pemerintah, seluruh penyaluran barang bersubsidi maupun bantuan pemerintah ke depan akan dilakukan melalui KDMP. "Infrastruktur pemerintah yaitu seluruh barang-barang subsidi, barang-barang bantuan pemerintah, semua nanti penyalurannya melalui Koperasi Desa Merah Putih atau Koperasi Kelurahan Merah Putih. Gitu ya, itu yang pertama," jelasnya.
Selain itu, kata Zulhas, rapat juga membahas kesiapan pembayaran angsuran pertama pinjaman Agrinas Pangan kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang jatuh tempo pada September 2026.
Menurut Zulhas, sebelum pembayaran dilakukan, seluruh proses verifikasi dan validasi harus lebih dulu diselesaikan dan dilaporkan kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Setelah itu, Kementerian Keuangan dapat mencairkan dana pembayaran kepada Himbara.
"Nanti September akan jatuh tempo pertama ya, untuk angsuran dari Agrinas Pangan kepada Himbara, kan selama ini pinjam. September. Oleh karena itu segala persyaratan verifikasi dan validasi nanti... kerja... setelah validasi verifikasi disampaikan dengan BPKP baru bisa dibayar oleh Menteri Keuangan, baru Menteri Keuangan nanti transfer ke Himbara ya. Jatuh tempo September," ujarnya.
Pemerintah, lanjut Zulhas, menargetkan seluruh persyaratan administrasi dapat dirampungkan pada Agustus mendatang agar pembayaran angsuran pertama dapat dilakukan sebelum jatuh tempo pada September.
"Kami juga bekerja keras tadi melaporkan agar Agustus ini semua persyaratan sudah selesai sehingga sebelum September dana angsuran pertama Koperasi Desa Merah Putih dan Kelurahan Merah Putih bisa dibayar ke Himbara," pungkasnya.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan mengatakan bahwa ratas dimulai pukul 12.30 WIB. Sementara, para menteri tampak mulai meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 16.00 WIB.
Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan , mengatakan bahwa Presiden Prabowo memberikan arahan agar seluruh kementerian dan lembaga, termasuk TNI dan Polri, memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan Koperasi Merah Putih.
“Kita rapat mulai tadi jam 12.30. Jadi kita rapat 3,5 jam. Banyak hal yang dibahas ya, yang terkait kami, tadi Bapak Presiden memastikan Koperasi Desa Merah Putih, Koperasi Kelurahan Merah Putih, Koperasi Nelayan Merah Putih dipastikan harus didukung oleh semua kementerian lembaga. Ya, juga didukung oleh TNI dan Polri,” kata Zulhas kepada awak media seusai ratas.
Menurut Zulhas, Presiden Prabowo menegaskan Koperasi Merah Putih akan memiliki dua fungsi utama, yakni sebagai infrastruktur pemerintah dan sebagai off-taker.

Koperasi Kelurahan Merah Putih di Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Foto/Dzikry Subhanie
"Diminta untuk membantu mendukung penuh Kopdes dan Koperasi Kelurahan Merah Putih untuk sukses sebagai infrastruktur pemerintah, satu. Dua, sebagai off-taker,” ujarnya.
Baca Juga: Koperasi Merah Putih dan Problematika Kesejahteraan Petani
Ia menjelaskan, sebagai infrastruktur pemerintah, seluruh penyaluran barang bersubsidi maupun bantuan pemerintah ke depan akan dilakukan melalui KDMP. "Infrastruktur pemerintah yaitu seluruh barang-barang subsidi, barang-barang bantuan pemerintah, semua nanti penyalurannya melalui Koperasi Desa Merah Putih atau Koperasi Kelurahan Merah Putih. Gitu ya, itu yang pertama," jelasnya.
Selain itu, kata Zulhas, rapat juga membahas kesiapan pembayaran angsuran pertama pinjaman Agrinas Pangan kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang jatuh tempo pada September 2026.
Menurut Zulhas, sebelum pembayaran dilakukan, seluruh proses verifikasi dan validasi harus lebih dulu diselesaikan dan dilaporkan kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Setelah itu, Kementerian Keuangan dapat mencairkan dana pembayaran kepada Himbara.
"Nanti September akan jatuh tempo pertama ya, untuk angsuran dari Agrinas Pangan kepada Himbara, kan selama ini pinjam. September. Oleh karena itu segala persyaratan verifikasi dan validasi nanti... kerja... setelah validasi verifikasi disampaikan dengan BPKP baru bisa dibayar oleh Menteri Keuangan, baru Menteri Keuangan nanti transfer ke Himbara ya. Jatuh tempo September," ujarnya.
Pemerintah, lanjut Zulhas, menargetkan seluruh persyaratan administrasi dapat dirampungkan pada Agustus mendatang agar pembayaran angsuran pertama dapat dilakukan sebelum jatuh tempo pada September.
"Kami juga bekerja keras tadi melaporkan agar Agustus ini semua persyaratan sudah selesai sehingga sebelum September dana angsuran pertama Koperasi Desa Merah Putih dan Kelurahan Merah Putih bisa dibayar ke Himbara," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :