57% Generasi Produktif di Pemilu 2029, Perindo Dorong Sinergi KPU dan Partai Perkuat Pendidikan Pemilih
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:27 WIB
loading...
A
A
A
"PDPB tidak boleh berhenti sebagai pembaruan data administratif. KPU perlu bersinergi dengan partai politik untuk memperluas pendidikan pemilih secara berkelanjutan sehingga masyarakat tidak hanya menggunakan hak pilihnya, tetapi juga memahami proses demokrasi, mengenali pilihan politiknya, dan mampu mengambil keputusan secara rasional," kata Sekertaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Perindo Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Selasa (21/7/2026).
Menurut dia, komposisi pemilih yang didominasi generasi produktif juga menjadi masukan penting bagi Partai Perindo dalam menyusun agenda politik menuju Pemilu 2029. Kebijakan yang ditawarkan, lanjut Ferry, harus berangkat dari kebutuhan riil masyarakat yang akan mendominasi suara pada pemilu mendatang.
"Mayoritas pemilih berasal dari generasi produktif. Karena itu, agenda politik harus menjawab kebutuhan mereka melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, perluasan akses pembiayaan usaha, pengembangan ekonomi digital, penyediaan perumahan yang terjangkau, serta peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan kerja," ujar mantan Komisioner KPU RI ini.
Ferry menegaskan, data komposisi pemilih seharusnya tidak hanya menjadi rujukan penyelenggaraan pemilu, tetapi juga menjadi dasar bagi partai politik dalam merumuskan kebijakan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
"Kompetisi politik ke depan harus semakin bertumpu pada kualitas gagasan dan solusi. Data pemilih harus diterjemahkan menjadi agenda kebijakan yang mampu menjawab persoalan masyarakat sehingga demokrasi tidak berhenti pada proses memilih, tetapi juga menghasilkan kebijakan yang berdampak bagi kesejahteraan rakyat," tegas Ferry.
Menurut dia, komposisi pemilih yang didominasi generasi produktif juga menjadi masukan penting bagi Partai Perindo dalam menyusun agenda politik menuju Pemilu 2029. Kebijakan yang ditawarkan, lanjut Ferry, harus berangkat dari kebutuhan riil masyarakat yang akan mendominasi suara pada pemilu mendatang.
"Mayoritas pemilih berasal dari generasi produktif. Karena itu, agenda politik harus menjawab kebutuhan mereka melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, perluasan akses pembiayaan usaha, pengembangan ekonomi digital, penyediaan perumahan yang terjangkau, serta peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan kerja," ujar mantan Komisioner KPU RI ini.
Ferry menegaskan, data komposisi pemilih seharusnya tidak hanya menjadi rujukan penyelenggaraan pemilu, tetapi juga menjadi dasar bagi partai politik dalam merumuskan kebijakan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
"Kompetisi politik ke depan harus semakin bertumpu pada kualitas gagasan dan solusi. Data pemilih harus diterjemahkan menjadi agenda kebijakan yang mampu menjawab persoalan masyarakat sehingga demokrasi tidak berhenti pada proses memilih, tetapi juga menghasilkan kebijakan yang berdampak bagi kesejahteraan rakyat," tegas Ferry.
(rca)
Lihat Juga :