Sekjen PKS: Pemilih Muda Jadi Kunci, Kader Harus Siap Menangkan Pemilu 2029

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:36 WIB
loading...
Sekjen PKS: Pemilih...
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid. Foto: Istimewa
A A A
JAKARTA - PKS Muda Summit 2026 bertema "Kolaborasi Muda, Bangun Indonesia" yang diselenggarakan Bidang Kepemudaan DPP PKS pada 17-19 Juli 2026 dibuka oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid. Dalam pidato politiknya, Kholid menegaskan ada empat bekal utama yang harus dipersiapkan kader muda PKS untuk melanjutkan estafet kepemimpinan partai, yaitu militansi, kompetensi, relevansi, dan kontribusi.

"Kalau sebuah organisasi sudah bisa melakukan kaderisasi, maka dia juga harus bisa melakukan regenerasi. Tantangannya adalah seringkali senior berpikir apakah anak-anak mudanya siap melanjutkan estafet kepemimpinan. Itulah pertanyaan yang harus kita buktikan dan kita jawab dengan kerja-kerja nyata," kata Kholid.

Dia menitipkan empat karakter yang harus dimiliki kader muda PKS. Pertama, militansi yang berakar pada nilai-nilai perjuangan partai. "Militansi adalah syarat minimal anggota PKS. Kader PKS harus memiliki militansi yang kuat. Kita bergerak karena nilai-nilai, bukan karena perintah, bukan karena dipaksa, tetapi karena nilai-nilai yang kita yakini, itu yang kita perjuangkan," ujarnya.

Sekjen PKS: Pemilih Muda Jadi Kunci, Kader Harus Siap Menangkan Pemilu 2029


Baca juga: PKS Ajak Gema Keadilan Jadi Inkubator Pemimpin Muda



Kedua, kader muda PKS harus membangun kompetensi agar mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan bangsa. "PKS diidentikkan dengan kesalehan, dengan nilai keislaman yang baik,” ujarnya.

“Tapi apakah kader-kader PKS sudah bisa menjadi solusi ketika terjadi permasalahan ekonomi, pertahanan, keamanan, teknologi, climate change. Militansi adalah minimal requirement, tapi yang penting dimiliki adalah kompetensi yang bisa kita tawarkan ke ruang publik," sambungnya.

Ketiga, ia menekankan pentingnya relevansi. Menurutnya, kompetensi yang dimiliki harus terus menyesuaikan dengan perkembangan zaman agar kader muda tetap menjadi bagian dari solusi bagi tantangan masa depan.

"Kita harus relevan dalam zaman ini. Oleh karena itu kita perlu menguatkan apa tantangan zaman kita, sehingga militansi dan kompetensi itu relevan. Menuju 2029, menuju 10 tahun ke depan, relevansi kita sebagai kader muda PKS harus kita bangun sebaik-baiknya," imbuhnya.

Adapun karakter terakhir adalah kontribusi. Kholid mengajak kader muda menjadi subjek perubahan yang aktif memberikan manfaat bagi masyarakat. "Kita harus menjadi kontributor, bukan orang yang sekadar menerima. Kontribusi itu bisa dalam pemikiran, gagasan, finansial, networking dan sebagainya. Kader-kader muda PKS harus menjadi subjek, harus menjadi pihak-pihak yang membuat perubahan," tegasnya.

Kholid meminta semua elemen kepemudaan PKS, mulai dari Gema Keadilan, Garuda Keadilan, PKS Muda, hingga Bidang Kepemudaan di seluruh Indonesia, untuk menjadi ujung tombak kemenangan PKS pada segmen pemilih muda menjelang Pemilu 2029.

"Mayoritas pemilih ke depan adalah anak muda, maka tolong pada kesempatan ini rumuskan bagaimana kita mencapai pemenangan pemilu ke depan dengan pemuda sebagai ujung tombak," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mantan Ketua KAMMI,...
Mantan Ketua KAMMI, BEM UI, hingga Korpus BEM SI Masuk Pengurus Gema Keadilan
Beda Jagoan Final Piala...
Beda Jagoan Final Piala Dunia dengan Gus Muhaimin, Bang Jamil: Persaudaraan Tetap Nomor Satu
PKS Ajak Gema Keadilan...
PKS Ajak Gema Keadilan Jadi Inkubator Pemimpin Muda
KPU Kaji E-Voting, Partai...
KPU Kaji E-Voting, Partai Perindo Ingatkan Kesiapan Sistem Jadi Penentu
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, Partai Ummat Siapkan Struktur Baru Jelang Verifikasi KPU
Lantik Pengurus Golkar...
Lantik Pengurus Golkar Aceh, Bahlil Instruksikan Konsolidasi dan Tambah Kursi Legislatif
Gelar Sekolah Politik,...
Gelar Sekolah Politik, Partai Perindo Perkuat Fondasi Kaderisasi Menuju Pemilu di Kabupaten Bogor
Perkuat Basis Elektoral...
Perkuat Basis Elektoral melalui Ketokohan dan Pelayanan Masyarakat di Sulsel, Perindo Siapkan Kader Pemimpin Masa Depan
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, DPC PPP Lebak Bidik Gen Z lewat Strategi Kreatif dan Inklusif
Rekomendasi
Ruben Onsu Tunda Cicilan...
Ruben Onsu Tunda Cicilan Rumah Rp379 Juta dan Nafkah Anak Jelang Sidang, Ini Alasannya!
Tim Futsal MNC University...
Tim Futsal MNC University Borong Dua Gelar Juara dalam Dua Turnamen Bergengsi
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
Berita Terkini
9 Anggota KPI Pusat...
9 Anggota KPI Pusat 2026-2029 Pilihan DPR RI, Ini Daftar Namanya
Tok! DPR Sahkan RUU...
Tok! DPR Sahkan RUU PFII Jadi Undang-Undang
KPK Masih Periksa 8...
KPK Masih Periksa 8 Orang Terkait OTT Lombok Barat: Bupati, Kepala Dinas, hingga Sopir
KPK Sebut OTT Bupati...
KPK Sebut OTT Bupati Lombok Barat Naik ke Tahap Penyidikan
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR RI Hari Ini Sahkan RUU PFII hingga Tetapkan Anggota KPI
Evaluasi Program MBG,...
Evaluasi Program MBG, BGN Cek Ulang Validitas 63 Juta Penerima Manfaat-Insentif SPPG
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved