Kemendukbangga Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Bonus Demografi dan Penurunan Stunting

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:51 WIB
loading...
Kemendukbangga Perkuat...
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji. Foto/Kemendukbangga/BKKBN.
A A A
JAKARTA - Kemendukbangga/BKKBN menggelar forum nasional untuk melahirkan rekomendasi kebijakan dan rencana aksi untuk mengawal pencegahan stunting , ketahanan keluartga dan melahirkan generasi berkualitas menyongsong Indonesia Emas 2045.

Forum nasional yang digelar Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN ini bertajuk "Sinergitas Pemerintah Pusat dan Daerah dalam rangka Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK), Kapitalisasi Bonus Demografi, dan Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting bagi Pemerintah Daerah Tahun 2026".

Baca juga: Kemendukbangga Siapkan Program Ayah Idaman untuk Tingkatkan Partisipasi KB Pria

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji, secara resmi membuka forum strategis ini pada Senin (13/7/2026) di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam arahannya, Menteri Wihaji menegaskan bahwa pengelolaan dinamika kependudukan jangka panjang dan pemanfaatan bonus demografi merupakan modal utama yang menentukan lompatan Indonesia menjadi negara maju berdaya saing global dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.

"Bonus demografi adalah peluang emas yang tidak datang dua kali. Namun, peluang ini tidak akan otomatis membawa kesejahteraan tanpa adanya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, sehat, produktif, serta bebas dari stunting. Oleh karena itu, sinergitas yang presisi antara kebijakan pemerintah pusat dan implementasi pemerintah daerah mutlak diperlukan," ujar Wihaji, melalui siaran pers, Selasa (14/7/2026).

Baca juga: BKKBN Tekankan Peran Ayah Kunci Pembentukan Karakter Anak

Wihaji juga menambahkan bahwa integrasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) ke dalam dokumen perencanaan daerah (RPJMD/RKPD) harus segera dilakukan. "Isu kependudukan tidak boleh lagi dipandang sebagai urusan sektoral, melainkan pilar utama dan terintegrasi dari seluruh perencanaan pembangunan di daerah," tegasnya.

Sesmendukbangga/ Sestama BKKBN Budi Setiyono, dalam paparannya menjelaskan bahwa belajar dari pengalaman negara maju yang berhasil melakukan kapitalisasi bonus demografi seperti Jepang, Taiwan, Korea Utara, dan Tiongkok, diperlukan pertumbuhan ekonomi setidaknya diatas 8% untuk mengkapitalisasi bonus demografi secara optimal.

Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan RPJMN. Oleh karena itu, semua pihak dari pusat ke daerah harus berusaha melakukan langkah sinergis integratif untuk mendongkrak capaian pertumbuhan ekonomi yang saat ini masih berkisar 5,61% menjadi diatas 8%.

“Bila pertumbuhan ekonomi dapat dicapai 8% maka semua angkatan kerja akan terserap oleh pasar, dan penduduk usia produktif dapat mengaktualisasikan produktifitas mereka secara riil” ujar Sesmendukbangga/ Sestama BKKBN.

Kolaborasi Lintas Sektor dan Praktik Baik Daerah


Kepala Pusat Pengembangan SDM Kemendukbangga/BKKBN, Aan Ari Witoko, dalam laporan penyelenggaraannya menyampaikan bahwa forum koordinasi ini dirancang sangat komprehensif dengan melibatkan pemateri dari 13 Kementerian/Lembaga terkait.

"Kami menghadirkan narasumber dari Kemenko Perekonomian, Kemen PPN/Bappenas, Kemendagri, Kemenkeu, Kemenkes, Kemendikdasmen, Kemenaker, Kemeninveshil/BKPM, Kemenekraf, Kemenpan-RB, BNSP, BPJS Kesehatan, hingga BPJS Ketenagakerjaan. Sinergi ini diperlukan untuk merumuskan langkah taktis yang aplikatif bagi daerah," lapor Aan Ari Witoko.

Selain dari kementerian dan lembaga pusat, forum ini juga menghadirkan Pemerintah Kota Surabaya yang memaparkan praktik baik (best practices) keberhasilan daerah dalam implementasi PJPK, pengelolaan kapitalisasi bonus demografi, serta program percepatan penurunan stunting yang terintegrasi.

Melalui forum ini, pemerintah menargetkan lahirnya rekomendasi kebijakan konkret serta rencana aksi taktis bagi seluruh pemangku kepentingan daerah agar mampu mengawal pencegahan pravelensi stunting, ketahanan keluarga dan melahirkan generasi berkualitas menyongsong Indonesia Emas 2045.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemendukbangga Siapkan...
Kemendukbangga Siapkan Program Ayah Idaman untuk Tingkatkan Partisipasi KB Pria
BKKBN Tekankan Peran...
BKKBN Tekankan Peran Ayah Kunci Pembentukan Karakter Anak
Indonesia Emas 2045...
Indonesia Emas 2045 Taruhannya: Ketika Pundak Gen Z Rapuh Tanpa Jangkar Moral
Mengubah Ledakan Populasi...
Mengubah Ledakan Populasi Lansia Indonesia Menjadi Kekuatan Emas: Menjemput Bonus Demografi Kedua
Gerakan Dapur Indonesia...
Gerakan Dapur Indonesia Gelar Konsolidasi Perkuat Program MBG dan Atasi Stunting
Mengurai Paradoks Indonesia:...
Mengurai Paradoks Indonesia: Investasi, Pekerjaan, dan Jalan Bonus Demografi
Potret Ayah Antar Sekolah...
Potret Ayah Antar Sekolah Hari Pertama di SLB Negeri 2 Lenteng Agung
Kemendukbangga/BKKBN...
Kemendukbangga/BKKBN Inisiasi Komite Kebijakan Ketenagakerjaan dan Pendidikan untuk Optimalkan Bonus Demografi Menuju Indonesia Maju
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
Rekomendasi
PLN Hadirkan Listrik...
PLN Hadirkan Listrik Gratis bagi Masyarakat Kurang Mampu di Siantan
MNC University Hadiri...
MNC University Hadiri Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79, Perkuat Wawasan Mahasiswa tentang Ekonomi Kerakyatan
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
Berita Terkini
Aspri John Field Ungkap...
Aspri John Field Ungkap Dibekali Kartu Kredit untuk Entertain Pejabat Bea Cukai
Kejagung Lelang 90 Unit...
Kejagung Lelang 90 Unit Apartemen di Jaksel Milik Terpidana Benny Tjokro
Perkuat Kolaborasi,...
Perkuat Kolaborasi, Google Siap Dukung Revisi UU Hak Cipta
Gus Yaqut Segera Disidang...
Gus Yaqut Segera Disidang terkait Kasus Korupsi Kuota Haji
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Penyidik Polri Datangi...
Penyidik Polri Datangi Gedung Pidsus Kejagung, Bawa Koper Besar
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved