Menlu: Pandemi Covid-19 Diperkirakan Belum Reda hingga 2022

Selasa, 22 September 2020 - 15:19 WIB
loading...
Menlu: Pandemi Covid-19...
Menlu Retno Marsudi mengatakan, pandemi Covid-19 yang saat ini melanda hampir seluruh negara di dunia diperkirakan belum akan berakhir hingga 2022. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang saat ini melanda hampir seluruh negara di dunia diperkirakan belum akan berakhir hingga 2022. Perkiraan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, mengutip prediksi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"WHO sendiri memperkirakan pandemi ini belum akan reda hingga 2022," ujar Menlu saat Rapat Kerja bersama Komisi I DPR yang disiarkan secara virtual, Selasa (22/9/2020). (Baca juga: Sebanyak 2.983 Perawat Terpapar Covid-19, Terbanyak DKI Jakarta)

Data Worldometer per hari ini, total kasus Covid-19 mencapai 31.490.311 kasus dengan jumlah angka kematian hampir satu juta atau tepatnya 969.362 orang. Sementara korban yang sembuh sebanyak 23.119.419 orang. Dari jumlah itu, kasus tertinggi adalah Amerika Serikat (AS) sebanyak 7.046.216 kasus dengan angka kematian 204.506 orang, disusul India sebanyak 5.562.663 kasus dengan angka kematian sebanyak 88.965 orang, dan Brasil sebanyak 4.560.083 kasus dengan angka kematian 137.350 orang.

"Kita melihat angka kasus dunia masih terus meningkat di beberapa negara. Misalnya di Eropa, bahkan beberapa negara mengalami second wave (gelombang kedua)," tuturnya. (Baca juga: 117 Dokter Gugur Akibat COVID-19, PB IDI: Mari Kita Evaluasi, Cari Solusi Terbaik)

Menlu mengatakan, situasi ini menimbulkan harapan terhadap ketersediaan vaksin yang aman, menjadi sangat besar. Ketersediaan vaksin diperkirakan akan menjadi game changer, sekaligus harapan bagi masyarakat. Oleh karena itu, kata menlu, dari sejak awal pandemi, Indonesia secara konsisten terus menyampaikan pentingnya prinsip equal access to save an affordable vaccine di beberapa forum dunia. Antara lain di G20, WHO, bahkan DK PBB. "Prinsip tersebut harus terus dikedepankan karena tidak hanya mewakili kepentingan Indonesia, namun juga merefleksikan kepentingan sebagian besar negara di dunia," tuturnya. (Baca juga: Perawat Gugur, Ketua Satgas: Tenaga Kesehatan dan RS Benteng Terakhir)

Dikatakan Menlu, untuk mendapatkan vaksin, ada dua pendekatan yang dilakukan. Pertama, pendekatan jangka pendek yakni, mendapatkan akses cepat terhadap vaksin yang aman dengan harga terjangkau. Pendekatan ini memerlukan kerja sama dengan pihak luar, baik secara bilateral maupun multilateral. "Kedua, pendekatan jangka panjang yaitu pengembangan vaksin nasional, vaksin Merah Putih yang kita harapkan menjadi penopang utama proses kemandirian terhadap vaksin Covid-19 di Indonesia," katanya.

Di tengah situasi emergensi kesehatan saat ini, kata Menlu, diperlukan tindakan cepat terkait ketersediaan vaksin, dengan terus mengutamakan faktor keamanan. Di satu sisi harus cepat, namun disisi lain juga harus aman. "Dan dua-duanya penting. Oleh karena itu, para diplomat kita baik yang ada di Jakarta dan beberapa negara, bekerja siang malam untuk dapat mengamankan beberapa komitmen vaksin," katanya.

Sejauh ini, kata Menlu, Indonesia telah diperoleh komitmen pengadaan vaksin antara 20-30 juta vaksin pada 2020, dan 290 hingga 340 juta vaksin pada 2021 yang berasal dari Sinofet, Sinovac, G42 dari UEA. Selain itu, Indonesia juga melakukan kerja sama dengan perusahaan di Korea Selatan yang saat ini prosesnya memasuki akhir uji klinik tahap I di Korsel, dan akan dilanjutkan uji klinis tahap II pada Oktober nanti di Indonesia. Kerja sama serupa sedang dijajaki dengan dua perusahaan Inggris.

Di sisi lain, kata Menlu, Indonesia juga telah memperoleh komitmen ketersediaan vaksin multilateral. Indonesia masuk dalam 90 negara dalam kategori low and medium income dan diperkirakan akan mendapatkan vaksin 20% dari jumlah penduduk, serta keringanan finansial.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Covid-19 Meningkat di...
Covid-19 Meningkat di Singapura, Thailand, dan Hong Kong, Kemenkes: Indonesia Aman
Alumni Relawan RSDC...
Alumni Relawan RSDC Wisma Atlet Hadiri Reuni dan Halalbihalal di Markas Marinir
Mitigasi Inklusif Kolaboratif...
Mitigasi Inklusif Kolaboratif Organisasi Jadi Model Ideal Hadapi Bencana Non Alam Pandemi
3 Orang Jadi Tersangka,...
3 Orang Jadi Tersangka, Kasus Pengadaan APD Covid-19 Rugikan Negara Rp319 Miliar
SBY Lapor ke Jokowi...
SBY Lapor ke Jokowi Jadi Penasihat Khusus Aliansi Sedunia Membasmi Malaria
Eks Bos CDC Klaim Peran...
Eks Bos CDC Klaim Peran Penting AS dalam Memulai Pandemi Covid
Dharma Pongrekun Sebut...
Dharma Pongrekun Sebut Pandemi Agenda Terselubung Asing, Ini Alasan Ridwan Kamil Tanya soal Covid-19
BUMN Berperan Penting...
BUMN Berperan Penting selama Pandemi Covid-19 dan Era Pemulihan
Rekomendasi
Purbaya Tegaskan Investor...
Purbaya Tegaskan Investor Patriot Bond dan Merah Putih Bond Tak Kebal Hukum
PNM Mekaar Salurkan...
PNM Mekaar Salurkan Pembiayaan 23,3 Juta Nasabah Prasejahtera
Rekam Jejak Taufik Hidayat,...
Rekam Jejak Taufik Hidayat, Pernah Lakukan Penganiayaan dan Kasus Penggelapan Motor
Berita Terkini
Dorong Kualitas Keterwakilan...
Dorong Kualitas Keterwakilan Perempuan 30%, Partai Perindo Siap Bersinergi Lahirkan Kebijakan yang Inklusif
Prabowo: 4 Kali Saya...
Prabowo: 4 Kali Saya Kalah, tapi Tidak Mengganggu Pemimpin yang Dapat Mandat
Polri Tangkap Buronan...
Polri Tangkap Buronan Kasus Online Scam Paling Dicari Asal China
Sjafrie-AHY Sinkronkan...
Sjafrie-AHY Sinkronkan Pengamanan Ruang Udara hingga Pengembangan Rute Penerbangan
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Golkar Tak Takut Pemilih Pindah ke PSI
DPR Upayakan Formula...
DPR Upayakan Formula TKD Tetap Adil, Rasional, dan Berpihak ke Daerah
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Kamis 19 Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved