Pengamat Militer dan Intelijen: Kunjungan PM India ke Indonesia Fokus pada 5 Pilar Utama
Selasa, 07 Juli 2026 - 20:28 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian, teknologi persenjataan. Menurut Nuning panggilan akrabnya, terdapat pembahasan mengenai potensi kolaborasi strategis di industri alat utama sistem senjata (alutsista), termasuk penjajakan kerja sama dengan produsen rudal gabungan India-Rusia, BrahMos Aerospace.
Lihat video: PM India Narendra Modi Tersentuh dengan Sambutan dari Presiden Prabowo!
“Indonesia menjalin kerja sama pertahanan dengan BrahMos Aerospace untuk pengadaan sistem rudal jelajah supersonik BrahMos guna memperkuat kemampuan pertahanan pantai (coastal defense) nasional. Kesepakatan bernilai sekitar USD630 juta ini mencakup akuisisi rudal, infrastruktur pendukung, pelatihan operator, dan transfer teknologi,” tuturnya.
Bentuk kerja sama konkret lainnya meliputi, Sistem Pertahanan Pantai (Coastal Defense). Hal ini mencakup integrasi rudal anti-kapal berbasis darat untuk mengamankan wilayah maritim dan garis pantai Indonesia yang luas.
Kemudian alih teknologi dan dukungan teknis. Paket kerja sama strategis ini juga mencakup pelatihan operator, pemeliharaan jangka panjang, dan pembangunan infrastruktur pendukung di Indonesia.
“Alih teknologi ini sering sulit dilaksanakan bila tidak ada saling percaya antarpihak yang bekerja sama, memunculkan ketidakterbukaan yang mengakibatkan gagalnya kerja sama yang profuktif,” ucapnya.
Lihat video: PM India Narendra Modi Tersentuh dengan Sambutan dari Presiden Prabowo!
“Indonesia menjalin kerja sama pertahanan dengan BrahMos Aerospace untuk pengadaan sistem rudal jelajah supersonik BrahMos guna memperkuat kemampuan pertahanan pantai (coastal defense) nasional. Kesepakatan bernilai sekitar USD630 juta ini mencakup akuisisi rudal, infrastruktur pendukung, pelatihan operator, dan transfer teknologi,” tuturnya.
Bentuk kerja sama konkret lainnya meliputi, Sistem Pertahanan Pantai (Coastal Defense). Hal ini mencakup integrasi rudal anti-kapal berbasis darat untuk mengamankan wilayah maritim dan garis pantai Indonesia yang luas.
Kemudian alih teknologi dan dukungan teknis. Paket kerja sama strategis ini juga mencakup pelatihan operator, pemeliharaan jangka panjang, dan pembangunan infrastruktur pendukung di Indonesia.
“Alih teknologi ini sering sulit dilaksanakan bila tidak ada saling percaya antarpihak yang bekerja sama, memunculkan ketidakterbukaan yang mengakibatkan gagalnya kerja sama yang profuktif,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :