Perlambatan Ekonomi Tekan Pendapatan, Agus Taufiq Perindo Desak Perluasan Lapangan Kerja
Senin, 06 Juli 2026 - 18:18 WIB
loading...
A
A
A
Survei tersebut mencatat 59,9 persen responden belum siap menghadapi kondisi ekonomi yang lebih berat karena tidak memiliki tabungan maupun dana darurat. Di sisi lain, hanya 37,1 persen responden yang mengaku memiliki kesiapan finansial.
"Kerentanan ini harus dijawab dengan kebijakan yang menyentuh akar persoalan. Pemerintah perlu mempercepat penciptaan lapangan kerja, memperkuat sektor padat karya, memperluas akses pembiayaan UMKM produktif, dan memastikan program perlindungan sosial benar-benar menjangkau masyarakat yang kehilangan penghasilan," kata Ketua Umum Ikatan Alumni Teknik Mesin UI 2024-2027 ini.
Agus juga menyoroti kekhawatiran masyarakat terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok dan sulitnya memperoleh pekerjaan. Survei menunjukkan 39,1 persen responden mengkhawatirkan kenaikan harga bahan pokok, sedangkan 61,8 persen menilai mencari pekerjaan di lingkungan tempat tinggalnya kini semakin sulit.
Menurut dia, pengendalian inflasi harus berjalan beriringan dengan kebijakan yang mampu menciptakan pekerjaan berkualitas. Menjaga daya beli masyarakat hanya dapat dicapai apabila kesempatan kerja tetap terbuka dan pendapatan masyarakat terus meningkat.
"Perlindungan tenaga kerja tidak cukup dilakukan setelah masyarakat kehilangan pekerjaan. Yang jauh lebih penting adalah memastikan iklim usaha tetap bergerak sehingga perusahaan mampu mempertahankan pekerja, membuka rekrutmen baru, dan memberi ruang peningkatan pendapatan masyarakat," ucapnya.
"Kerentanan ini harus dijawab dengan kebijakan yang menyentuh akar persoalan. Pemerintah perlu mempercepat penciptaan lapangan kerja, memperkuat sektor padat karya, memperluas akses pembiayaan UMKM produktif, dan memastikan program perlindungan sosial benar-benar menjangkau masyarakat yang kehilangan penghasilan," kata Ketua Umum Ikatan Alumni Teknik Mesin UI 2024-2027 ini.
Agus juga menyoroti kekhawatiran masyarakat terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok dan sulitnya memperoleh pekerjaan. Survei menunjukkan 39,1 persen responden mengkhawatirkan kenaikan harga bahan pokok, sedangkan 61,8 persen menilai mencari pekerjaan di lingkungan tempat tinggalnya kini semakin sulit.
Menurut dia, pengendalian inflasi harus berjalan beriringan dengan kebijakan yang mampu menciptakan pekerjaan berkualitas. Menjaga daya beli masyarakat hanya dapat dicapai apabila kesempatan kerja tetap terbuka dan pendapatan masyarakat terus meningkat.
"Perlindungan tenaga kerja tidak cukup dilakukan setelah masyarakat kehilangan pekerjaan. Yang jauh lebih penting adalah memastikan iklim usaha tetap bergerak sehingga perusahaan mampu mempertahankan pekerja, membuka rekrutmen baru, dan memberi ruang peningkatan pendapatan masyarakat," ucapnya.
(jon)
Lihat Juga :