HUT ke-80 Bhayangkara, Transformasi Polri di Era Listyo Sigit Dapat Apresiasi
Jum'at, 03 Juli 2026 - 16:49 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 di Lapangan Satuan Latihan Korbrimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 1 Juli 2026. Foto: BPMI Setpres
A
A
A
JAKARTA - Transformasi Polri di era Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendapat apresiasi dari aktivis Nahdlatul Ulama (NU) Ali Ramadhan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara. Menurut Ali, momentum Hari Bhayangkara ke-80 adalah saat yang tepat untuk merayakan dan mengapresiasi pencapaian besar yang telah dilakukan oleh pemimpin tertinggi Polri tersebut.
“Peringatan HUT Bhayangkara ke-80 merupakan momentum untuk memberikan apresiasi secara mendalam terhadap kemajuan transformasi Polri yang berlangsung di bawah kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Perubahan yang terjadi bukan sekadar kosmetik atau perubahan di permukaan, melainkan perubahan yang bersifat paradigmatik dan menyeluruh, menyentuh akar budaya institusi, mekanisme kerja, serta orientasi pelayanan Polri kepada masyarakat Indonesia,” ujar Ali Ramadhan dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).
Ali menegaskan inti dari keberhasilan transformasi Polri terletak pada program unggulan yang diusung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yakni Presisi, sebuah terobosan paradigmatik yang menjadi landasan filosofis dan operasional seluruh gerak institusi kepolisian. Presisi, kata dia, merupakan akronim yang mencerminkan komitmen Polri terhadap profesionalisme, modernitas, keterbukaan, dan pelayanan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
Baca juga: Foto Presiden Prabowo Berkibar di Langit saat Hari Bhayangkara ke-80
Menurut penulis buku "Jenderal Kapolri Listyo Sigit Prabowo Sang Arsitek Presisi" (2026) ini, terobosan paradigmatik melalui Presisi ini bukan hanya sekadar slogan atau program kerja biasa. Dia mengatakan, Presisi adalah sebuah pergeseran mentalitas yang fundamental, dari institusi yang semata-mata bersifat reaktif dan represif, menuju institusi yang proaktif, humanis, dan berorientasi pada solusi.
"Perubahan ini membutuhkan keberanian kepemimpinan yang luar biasa, dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, telah menunjukkan kualitas kepemimpinan tersebut secara konsisten sepanjang masa jabatannya," tegas Ali.
Dalam konteks yang lebih luas, apresiasi Ali Ramadhan terhadap kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo mencerminkan harapan masyarakat Indonesia, khususnya kalangan intelektual dan aktivis muda, akan sebuah institusi kepolisian yang benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat dan mendukung terwujudnya cita-cita nasional.
Dia menuturkan, Polri yang kuat, berintegritas, dan profesional adalah Polri yang mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan. "Peran Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat adalah prasyarat mutlak bagi berjalannya roda pembangunan. Di bawah kepemimpinan Listyo Sigit, Polri semakin efektif dalam menjalankan fungsi ini dengan pendekatan yang lebih humanis dan berbasis pada kepercayaan publik," ungkap dia.
Karena itu, lanjut Ali, Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum refleksi sekaligus proyeksi, sebuah undangan bagi seluruh jajaran Polri untuk meneruskan semangat Presisi, memastikan bahwa transformasi yang telah dimulai tidak berhenti di tengah jalan, melainkan terus berkembang menuju Indonesia yang lebih cerah, aman, dan sejahtera.
"Kalau ada yang harus dirayakan di Hari Bhayangkara ke-80 ini, itu adalah prestasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang dengan terobosan paradigmatik-nya melalui Presisi berhasil meningkatkan kualitas kinerja dan perubahan transformatif pada aspek budaya institusi sehingga peran Polri makin signifikan dalam menopang realisasi pembangunan pemerintah menuju Indonesia yang cerah,” pungkasnya.
“Peringatan HUT Bhayangkara ke-80 merupakan momentum untuk memberikan apresiasi secara mendalam terhadap kemajuan transformasi Polri yang berlangsung di bawah kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Perubahan yang terjadi bukan sekadar kosmetik atau perubahan di permukaan, melainkan perubahan yang bersifat paradigmatik dan menyeluruh, menyentuh akar budaya institusi, mekanisme kerja, serta orientasi pelayanan Polri kepada masyarakat Indonesia,” ujar Ali Ramadhan dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).
Ali menegaskan inti dari keberhasilan transformasi Polri terletak pada program unggulan yang diusung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yakni Presisi, sebuah terobosan paradigmatik yang menjadi landasan filosofis dan operasional seluruh gerak institusi kepolisian. Presisi, kata dia, merupakan akronim yang mencerminkan komitmen Polri terhadap profesionalisme, modernitas, keterbukaan, dan pelayanan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
Baca juga: Foto Presiden Prabowo Berkibar di Langit saat Hari Bhayangkara ke-80
Menurut penulis buku "Jenderal Kapolri Listyo Sigit Prabowo Sang Arsitek Presisi" (2026) ini, terobosan paradigmatik melalui Presisi ini bukan hanya sekadar slogan atau program kerja biasa. Dia mengatakan, Presisi adalah sebuah pergeseran mentalitas yang fundamental, dari institusi yang semata-mata bersifat reaktif dan represif, menuju institusi yang proaktif, humanis, dan berorientasi pada solusi.
"Perubahan ini membutuhkan keberanian kepemimpinan yang luar biasa, dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, telah menunjukkan kualitas kepemimpinan tersebut secara konsisten sepanjang masa jabatannya," tegas Ali.
Dalam konteks yang lebih luas, apresiasi Ali Ramadhan terhadap kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo mencerminkan harapan masyarakat Indonesia, khususnya kalangan intelektual dan aktivis muda, akan sebuah institusi kepolisian yang benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat dan mendukung terwujudnya cita-cita nasional.
Dia menuturkan, Polri yang kuat, berintegritas, dan profesional adalah Polri yang mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan. "Peran Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat adalah prasyarat mutlak bagi berjalannya roda pembangunan. Di bawah kepemimpinan Listyo Sigit, Polri semakin efektif dalam menjalankan fungsi ini dengan pendekatan yang lebih humanis dan berbasis pada kepercayaan publik," ungkap dia.
Karena itu, lanjut Ali, Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum refleksi sekaligus proyeksi, sebuah undangan bagi seluruh jajaran Polri untuk meneruskan semangat Presisi, memastikan bahwa transformasi yang telah dimulai tidak berhenti di tengah jalan, melainkan terus berkembang menuju Indonesia yang lebih cerah, aman, dan sejahtera.
"Kalau ada yang harus dirayakan di Hari Bhayangkara ke-80 ini, itu adalah prestasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang dengan terobosan paradigmatik-nya melalui Presisi berhasil meningkatkan kualitas kinerja dan perubahan transformatif pada aspek budaya institusi sehingga peran Polri makin signifikan dalam menopang realisasi pembangunan pemerintah menuju Indonesia yang cerah,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :