HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Transformasi dan Pelayanan Masyarakat
Kamis, 02 Juli 2026 - 21:38 WIB
loading...
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Foto/Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden
A
A
A
JAKARTA - Analis kebijakan publik dan sosial politik nasional Nasky Putra Tandjung menyebut HUT ke-80 Bhayangkara yang dirayakan pada 1 Juli 2026 sebagai momentum memperkuat transformasi dan pelayanan masyarakat. Menurutnya, Polri terus melakukan refleksi, inovasi, dan transformasi besar-besaran untuk menjadi institusi yang lebih profesional, modern, dan dekat dengan masyarakat.
Nasky memuji kepolisian mulai dari jajaran Mabes Polri, Polda, Polres, hingga Polsek di seluruh Indonesia di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menurutnya tanpa kenal lelah, waktu, hujan, dan panas selalu konsisten menjadi salah satu garda terdepan dalam melayani, mengayomi, dan melindungi sebagai pusat atau episentrum penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) Indonesia.
"Semoga pengabdian seluruh Korps Bhayangkara selalu diberkahi dan dilindungi oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Kita dukung kinerja Polri semakin presisi, humanis, dan dipercaya masyarakat Indonesia. Dirgahayu Korps Bhayangkara ke-80 Tahun. Tetap semangat dan konsisten mengabdi untuk masyarakat dan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI)," katanya dalam acara Focus Group Discussion (FGD) "Polri Presisi: Visi, Kerja Nyata, dan Dedikasi untuk Masyarakat: Memimpin Dengan Keteladanan: Rekam Jejak Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si Bagi NKRI" di Jakarta Timur, Kamis (2/7/2026).
Baca Juga: HUT Ke-80 Bhayangkara, Prabowo Terima Medali Kehormatan dari Kapolri
Alumnus INDEF School Of Political Economy Jakarta itu menguraikan, berdasarkan fakta dan data yang objektif dan komprehensif institusi, Polri di bawah kepemimpinan Listyo Sigit Prabowo dinilai sukses serta telah menunjukkan kinerja, kontribusi nyata dan dedikasi tinggi dalam menyukseskan, mendukung, dan mewujudkan berbagai program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui sejumlah Asta Cita-nya, yakni program ketahanan pangan, Makan Bergizi Gratis (MBG), memperkuat pencegahan dan pemberantasan narkoba, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TTPO), pemberantasan judi online, menyelamatkan keuangan negara, serta menguatkan supremasi penegakan hukum yang berkeadilan, dan memperkokoh nilai-nilai demokrasi, hak asasi manusia yang sehat dan berkeadaban.
![HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Transformasi dan Pelayanan Masyarakat]()
Kemudian, keberhasilan menjaga stabilitas keamanan transisi politik, serta lonjakan kepercayaan publik yang mencapai 82,4 persen. "Institusi Polri pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80 telah mencapai berbagai keberhasilan seperti, mempertahankan zero accident pada program Dapur Makan Bergizi (MBG). Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di lingkungan Polri, Hingga Juni 2026 telah tersedia 1.415 SPPG, dengan 828 unit di antaranya telah beroperasi," kata Founder Nasky Milenial Center (NMC) ini.
Dia mengatakan, Polri menargetkan jumlah itu meningkat menjadi 1.500 unit pada akhir tahun. SPPG tersebut, diperkirakan mampu melayani sekitar 3,5 juta penerima manfaat, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Selain itu, kata dia, Polri bertransformasi menjadi institusi yang lebih dipercaya dengan tingkat kepercayaan publik mencapai 82,4 persen. "Dan berhasil selamatkan Rp756 miliar dari kejahatan migas. Dalam bidang pemberantasan narkotika, Polri mengungkap 24.837 perkara sepanjang 2026 dengan menetapkan 32.792 tersangka, berhasil menyelamatkan 89 juta jiwa dari bahaya narkoba dan melakukan transformasi terhadap 148 kampung narkoba menjadi kampung yang bersih dan bebas dari barang haram tersebut," ungkapnya.
Dalam pemberantasan judi online, kata dia, Polri telah mengungkap 718 perkara hingga Juni 2026. Dari pengungkapan tersebut, lanjut dia, polisi menetapkan 1.164 tersangka dan menyita barang bukti senilai Rp 1,75 triliun. "Polri juga bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital untuk memblokir sekitar 278.000 situs dan konten perjudian daring."
Selanjutnya, komitmen Polri dalam mendukung percepatan program swasembada pangan sejak 2025 hingga kuartal II 2026 telah dilaksanakan panen raya dengan total produksi mencapai 5,7 juta ton jagung. Mulai dari pemanfaatan lahan produktif, pengembangan pekarangan pangan bergizi, pengawasan distribusi bantuan pemerintah dan hasil panen, hingga menjalin kerja sama dengan bank-bank Himbara untuk memfasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para petani.
Selain itu, Polri juga telah membangun 29 gudang ketahanan pangan guna memperkuat distribusi dan penyimpanan hasil pertanian. "Melalui langkah tersebut, Polri juga telah membangun ekosistem supply chain yang melibatkan 12.420 UMKM, termasuk kelompok petani, peternak, nelayan, dan koperasi sehingga dapat mendorong kesejahteraan pelaku usaha lokal."
Melalui Desk Ketenagakerjaan, Polri telah memfasilitasi 4.216 buruh yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk kembali memperoleh pekerjaan melalui Desk Ketenagakerjaan Polri, sebagai upaya memperkuat perlindungan pekerja dan hubungan industrial.
Berkaca dari data tersebut, penulis buku Polri Presisi: Visi, Kerja Nyata, dan Dedikasi untuk Masyarakat ini menegaskan, Polri di bawah kepemimpinan Listyo Sigit Prabowo dinilai sangat visioner, dengan gaya kepemimpinannya yang nasionalis, progresif, dan transformasional. "Visi Polri Presisi dan Polri untuk Masyarakat yang beliau usung bukan sekadar jargon, tapi benar-benar diwujudkan lewat reformasi internal dan arah transformasi peningkatan pelayanan publik yang nyata," ujarnya.
Nasky memuji kepolisian mulai dari jajaran Mabes Polri, Polda, Polres, hingga Polsek di seluruh Indonesia di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menurutnya tanpa kenal lelah, waktu, hujan, dan panas selalu konsisten menjadi salah satu garda terdepan dalam melayani, mengayomi, dan melindungi sebagai pusat atau episentrum penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) Indonesia.
"Semoga pengabdian seluruh Korps Bhayangkara selalu diberkahi dan dilindungi oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Kita dukung kinerja Polri semakin presisi, humanis, dan dipercaya masyarakat Indonesia. Dirgahayu Korps Bhayangkara ke-80 Tahun. Tetap semangat dan konsisten mengabdi untuk masyarakat dan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI)," katanya dalam acara Focus Group Discussion (FGD) "Polri Presisi: Visi, Kerja Nyata, dan Dedikasi untuk Masyarakat: Memimpin Dengan Keteladanan: Rekam Jejak Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si Bagi NKRI" di Jakarta Timur, Kamis (2/7/2026).
Baca Juga: HUT Ke-80 Bhayangkara, Prabowo Terima Medali Kehormatan dari Kapolri
Alumnus INDEF School Of Political Economy Jakarta itu menguraikan, berdasarkan fakta dan data yang objektif dan komprehensif institusi, Polri di bawah kepemimpinan Listyo Sigit Prabowo dinilai sukses serta telah menunjukkan kinerja, kontribusi nyata dan dedikasi tinggi dalam menyukseskan, mendukung, dan mewujudkan berbagai program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui sejumlah Asta Cita-nya, yakni program ketahanan pangan, Makan Bergizi Gratis (MBG), memperkuat pencegahan dan pemberantasan narkoba, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TTPO), pemberantasan judi online, menyelamatkan keuangan negara, serta menguatkan supremasi penegakan hukum yang berkeadilan, dan memperkokoh nilai-nilai demokrasi, hak asasi manusia yang sehat dan berkeadaban.

Kemudian, keberhasilan menjaga stabilitas keamanan transisi politik, serta lonjakan kepercayaan publik yang mencapai 82,4 persen. "Institusi Polri pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80 telah mencapai berbagai keberhasilan seperti, mempertahankan zero accident pada program Dapur Makan Bergizi (MBG). Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di lingkungan Polri, Hingga Juni 2026 telah tersedia 1.415 SPPG, dengan 828 unit di antaranya telah beroperasi," kata Founder Nasky Milenial Center (NMC) ini.
Dia mengatakan, Polri menargetkan jumlah itu meningkat menjadi 1.500 unit pada akhir tahun. SPPG tersebut, diperkirakan mampu melayani sekitar 3,5 juta penerima manfaat, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Selain itu, kata dia, Polri bertransformasi menjadi institusi yang lebih dipercaya dengan tingkat kepercayaan publik mencapai 82,4 persen. "Dan berhasil selamatkan Rp756 miliar dari kejahatan migas. Dalam bidang pemberantasan narkotika, Polri mengungkap 24.837 perkara sepanjang 2026 dengan menetapkan 32.792 tersangka, berhasil menyelamatkan 89 juta jiwa dari bahaya narkoba dan melakukan transformasi terhadap 148 kampung narkoba menjadi kampung yang bersih dan bebas dari barang haram tersebut," ungkapnya.
Dalam pemberantasan judi online, kata dia, Polri telah mengungkap 718 perkara hingga Juni 2026. Dari pengungkapan tersebut, lanjut dia, polisi menetapkan 1.164 tersangka dan menyita barang bukti senilai Rp 1,75 triliun. "Polri juga bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital untuk memblokir sekitar 278.000 situs dan konten perjudian daring."
Selanjutnya, komitmen Polri dalam mendukung percepatan program swasembada pangan sejak 2025 hingga kuartal II 2026 telah dilaksanakan panen raya dengan total produksi mencapai 5,7 juta ton jagung. Mulai dari pemanfaatan lahan produktif, pengembangan pekarangan pangan bergizi, pengawasan distribusi bantuan pemerintah dan hasil panen, hingga menjalin kerja sama dengan bank-bank Himbara untuk memfasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para petani.
Selain itu, Polri juga telah membangun 29 gudang ketahanan pangan guna memperkuat distribusi dan penyimpanan hasil pertanian. "Melalui langkah tersebut, Polri juga telah membangun ekosistem supply chain yang melibatkan 12.420 UMKM, termasuk kelompok petani, peternak, nelayan, dan koperasi sehingga dapat mendorong kesejahteraan pelaku usaha lokal."
Melalui Desk Ketenagakerjaan, Polri telah memfasilitasi 4.216 buruh yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk kembali memperoleh pekerjaan melalui Desk Ketenagakerjaan Polri, sebagai upaya memperkuat perlindungan pekerja dan hubungan industrial.
Berkaca dari data tersebut, penulis buku Polri Presisi: Visi, Kerja Nyata, dan Dedikasi untuk Masyarakat ini menegaskan, Polri di bawah kepemimpinan Listyo Sigit Prabowo dinilai sangat visioner, dengan gaya kepemimpinannya yang nasionalis, progresif, dan transformasional. "Visi Polri Presisi dan Polri untuk Masyarakat yang beliau usung bukan sekadar jargon, tapi benar-benar diwujudkan lewat reformasi internal dan arah transformasi peningkatan pelayanan publik yang nyata," ujarnya.
(zik)
Lihat Juga :