Menekraf Ajak Generasi Muda Berperan Aktif dalam Kebangkitan Ekonomi Kreatif Indonesia
Kamis, 02 Juli 2026 - 14:24 WIB
loading...
Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf)/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menghadiri Wisuda Institut STIAMI ke-49 di Jakarta, Kamis (2/7/2026). Foto: Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf)/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menghadiri Wisuda Institut STIAMI ke-49 di Jakarta, Kamis (2/7/2026). Dalam orasi ilmiahnya pada acara tersebut, dia mengajak para wisudawan Institut STIAMI ke-49 menjadi penggerak ekonomi kreatif melalui inovasi serta kewirausahaan.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Teuku Riefky menekankan bahwa ekonomi kreatif bertumpu pada kekuatan ide, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi.
"Ekonomi kreatif pada dasarnya adalah tentang anak muda dan gagasan. Sebagai digital native yang kreatif, visioner, dan adaptif, generasi Z dan Milenial memiliki kemampuan besar untuk menghasilkan gagasan inovatif yang melampaui batas budaya maupun negara,” ujarnya.
![Menekraf Ajak Generasi Muda Berperan Aktif dalam Kebangkitan Ekonomi Kreatif Indonesia]()
Baca juga: Menekraf Teuku Riefky Dorong Musisi Lokal Eksis di Panggung Global
“Oleh karena itu, di tengah era disrupsi digital ini, para wisudawan ditantang untuk mengoptimalkan potensi tersebut agar tidak sekadar menjadi pencari kerja, melainkan mampu menciptakan lapangan kerja baru," sambungnya.
Dia menegaskan, bonus demografi yang diprediksi berada pada puncaknya di 2045 harus dimanfaatkan melalui penguatan ekonomi kreatif sebagai penggerak penciptaan lapangan kerja. Dengan lebih dari 53 persen penduduk berada pada usia produktif, sektor ini dinilai mampu menyerap para wisudawan dan generasi muda, sekaligus menjawab tantangan tingginya angka pengangguran usia 15–39 tahun.
Karakter Generasi Z dan Milenial yang kreatif, adaptif, serta akrab dengan teknologi dinilai selaras dengan kebutuhan industri ekonomi kreatif. Hal tersebut tercermin dari struktur tenaga kerja pegiat ekonomi kreatif Indonesia pada 2025 yang didominasi generasi milenial dan Gen Z sebesar 63 persen.
"Generasi muda harus menjadi agen perubahan yang menghubungkan ilmu dari kampus ke masyarakat, industri, hingga pasar global. Untuk itu, para wisudawan saya titipkan tiga pesan penting menuju Indonesia Emas 2045, yaitu terus belajar menghadapi perubahan cepat, berani ciptakan peluang jadilah pencipta lapangan kerja, serta menjaga integritas dengan karakter yang kuat," tegasnya.
Untuk itu, pemerintah terus memperkuat pengembangan ekonomi kreatif melalui delapan kebijakan strategis Asta Ekraf yang mencakup penguatan data, regulasi, talenta, infrastruktur, kekayaan intelektual, akses pembiayaan, perluasan pasar, hingga kolaborasi hexahelix.
Selain itu, Kementerian Ekraf juga menyiapkan Program Flagship Ekraf 2027 yang meliputi aktivasi desa kreatif, pengembangan creative hub, program Creative by Indonesia, bantuan sarana produksi kreatif, serta penguatan kelembagaan dan diplomasi ekonomi kreatif.
"Kami bangga dan mendukung penuh arahan dari Kementerian Ekonomi Kreatif, dan kami berharap para wisudawan ke-49 mampu menangkap peluang di sektor kreatif ini untuk menjadi akselerator SDM yang unggul serta berintegritas," ujar Rektor Institut STIAMI Sylvia Murni.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Teuku Riefky menekankan bahwa ekonomi kreatif bertumpu pada kekuatan ide, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi.
"Ekonomi kreatif pada dasarnya adalah tentang anak muda dan gagasan. Sebagai digital native yang kreatif, visioner, dan adaptif, generasi Z dan Milenial memiliki kemampuan besar untuk menghasilkan gagasan inovatif yang melampaui batas budaya maupun negara,” ujarnya.

Baca juga: Menekraf Teuku Riefky Dorong Musisi Lokal Eksis di Panggung Global
“Oleh karena itu, di tengah era disrupsi digital ini, para wisudawan ditantang untuk mengoptimalkan potensi tersebut agar tidak sekadar menjadi pencari kerja, melainkan mampu menciptakan lapangan kerja baru," sambungnya.
Dia menegaskan, bonus demografi yang diprediksi berada pada puncaknya di 2045 harus dimanfaatkan melalui penguatan ekonomi kreatif sebagai penggerak penciptaan lapangan kerja. Dengan lebih dari 53 persen penduduk berada pada usia produktif, sektor ini dinilai mampu menyerap para wisudawan dan generasi muda, sekaligus menjawab tantangan tingginya angka pengangguran usia 15–39 tahun.
Karakter Generasi Z dan Milenial yang kreatif, adaptif, serta akrab dengan teknologi dinilai selaras dengan kebutuhan industri ekonomi kreatif. Hal tersebut tercermin dari struktur tenaga kerja pegiat ekonomi kreatif Indonesia pada 2025 yang didominasi generasi milenial dan Gen Z sebesar 63 persen.
"Generasi muda harus menjadi agen perubahan yang menghubungkan ilmu dari kampus ke masyarakat, industri, hingga pasar global. Untuk itu, para wisudawan saya titipkan tiga pesan penting menuju Indonesia Emas 2045, yaitu terus belajar menghadapi perubahan cepat, berani ciptakan peluang jadilah pencipta lapangan kerja, serta menjaga integritas dengan karakter yang kuat," tegasnya.
Untuk itu, pemerintah terus memperkuat pengembangan ekonomi kreatif melalui delapan kebijakan strategis Asta Ekraf yang mencakup penguatan data, regulasi, talenta, infrastruktur, kekayaan intelektual, akses pembiayaan, perluasan pasar, hingga kolaborasi hexahelix.
Selain itu, Kementerian Ekraf juga menyiapkan Program Flagship Ekraf 2027 yang meliputi aktivasi desa kreatif, pengembangan creative hub, program Creative by Indonesia, bantuan sarana produksi kreatif, serta penguatan kelembagaan dan diplomasi ekonomi kreatif.
"Kami bangga dan mendukung penuh arahan dari Kementerian Ekonomi Kreatif, dan kami berharap para wisudawan ke-49 mampu menangkap peluang di sektor kreatif ini untuk menjadi akselerator SDM yang unggul serta berintegritas," ujar Rektor Institut STIAMI Sylvia Murni.
(rca)
Lihat Juga :