PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Kamis, 25 Juni 2026 - 00:20 WIB
loading...
A
A
A
"Pesisir tidak hanya menjadi tempat hidup bagi spesies flora dan fauna, tapi juga menjadi benteng alami yang melindungi masyarakat dari abrasi atau gelombang pasang serta dampak perubahan iklim," paparnya.
Dia menekankan bahwa ini bukan sekadar tanam bibit pohon semata, melainkan upaya yang berkelanjutan. "Jadi, kita ingin membuat mangrove yang ada di sana bisa mencegah abrasi dan kerusakan lingkungan. Ini relevan dalam pelestarian lingkungan," terangnya.
Sebelum kegiatan penanaman dilakukan, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya konservasi ekosistem pesisir dan mangrove melalui sesi berbagi ilmu yang menghadirkan Prefesor Nana Kariada Tri Martuti; Kepala Sub Direktorat Konservasi Universitas Negeri Semarang (UNNES), dan Vania F Herlambang; environmental enthusiast yang juga dikenal sebagai Puteri Indonesia Lingkungan 2018.
"Yang menarik dan penting dari upaya PAMA Group ini adalah berkelanjutan, tidak tanam terus selesai," kata Profesor Nana.
Menurut akademisi UNNES tersebut, upaya pelestarian lingkungan oleh PAMA Group di pesisir Semarang ini juga relevan dengan program Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. "Jadi, gubernur ini mempunyai program 'Mageri Segoro'," ujarnya.
"Keberhasilan konservasi mangrove tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara akademisi, dunia usaha, pemerintah, media, dan masyarakat agar upaya pelestarian dapat berjalan secara berkelanjutan," paparnya.
Dia menekankan bahwa ini bukan sekadar tanam bibit pohon semata, melainkan upaya yang berkelanjutan. "Jadi, kita ingin membuat mangrove yang ada di sana bisa mencegah abrasi dan kerusakan lingkungan. Ini relevan dalam pelestarian lingkungan," terangnya.
Sebelum kegiatan penanaman dilakukan, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya konservasi ekosistem pesisir dan mangrove melalui sesi berbagi ilmu yang menghadirkan Prefesor Nana Kariada Tri Martuti; Kepala Sub Direktorat Konservasi Universitas Negeri Semarang (UNNES), dan Vania F Herlambang; environmental enthusiast yang juga dikenal sebagai Puteri Indonesia Lingkungan 2018.
"Yang menarik dan penting dari upaya PAMA Group ini adalah berkelanjutan, tidak tanam terus selesai," kata Profesor Nana.
Menurut akademisi UNNES tersebut, upaya pelestarian lingkungan oleh PAMA Group di pesisir Semarang ini juga relevan dengan program Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. "Jadi, gubernur ini mempunyai program 'Mageri Segoro'," ujarnya.
"Keberhasilan konservasi mangrove tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara akademisi, dunia usaha, pemerintah, media, dan masyarakat agar upaya pelestarian dapat berjalan secara berkelanjutan," paparnya.
Lihat Juga :