Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Rabu, 24 Juni 2026 - 23:22 WIB
loading...
A
A
A
Keempat, buku ini tidak hendak memuja, juga tidak menutup ruang kritik. Ruang objektivikasi akan terlihat ketika Listyo mengambil peran dalam membawa institusi Bhayangkara melalui tantangan disrupsi demokrasi.
"Peran yang tidak mudah, ketika kekuasaan diuji oleh transparansi, ketika otoritas ditantang oleh norma demokrasi. Listyo telah membuktikan bahwa memimpin di era disrupsi bukan tentang menunjukkan otot kekuasaan, melainkan tentang ketajaman visi dan keikhlasan untuk berbenah di tengah badai. Ia tidak menyangkal kesalahan, tidak pula berlindung di balik birokrasi. Ia memilih jalan yang lebih sulit, mengakui, memperbaiki, dan terus melangkah," terang Ali.
Kelima, Ali Ramadhan menegaskan melalui buku ini bahwa perjalanan reformasi Polri masih panjang. Dia mengatakan tantangan ke depan tidak akan berkurang, bahkan semakin kompleks. Hanya saja, Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah meletakkan fondasi yang kuat, yakni sebuah paradigma kepemimpinan yang tidak mengandalkan kekuatan otot, melainkan ketepatan langkah.
"Sebuah institusi yang mulai membuka diri terhadap kritik dan menjadikan transparansi sebagai kekuatan, bukan kelemahan. PRESISI adalah ikhtiar, sebuah perjalanan yang belum usai, dan mungkin tidak akan pernah usai. Karena memimpin di era demokrasi adalah komitmen tanpa akhir untuk terus berbenah, terus belajar, dan terus melayani," pungkas Ali Ramadhan.
"Peran yang tidak mudah, ketika kekuasaan diuji oleh transparansi, ketika otoritas ditantang oleh norma demokrasi. Listyo telah membuktikan bahwa memimpin di era disrupsi bukan tentang menunjukkan otot kekuasaan, melainkan tentang ketajaman visi dan keikhlasan untuk berbenah di tengah badai. Ia tidak menyangkal kesalahan, tidak pula berlindung di balik birokrasi. Ia memilih jalan yang lebih sulit, mengakui, memperbaiki, dan terus melangkah," terang Ali.
Kelima, Ali Ramadhan menegaskan melalui buku ini bahwa perjalanan reformasi Polri masih panjang. Dia mengatakan tantangan ke depan tidak akan berkurang, bahkan semakin kompleks. Hanya saja, Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah meletakkan fondasi yang kuat, yakni sebuah paradigma kepemimpinan yang tidak mengandalkan kekuatan otot, melainkan ketepatan langkah.
"Sebuah institusi yang mulai membuka diri terhadap kritik dan menjadikan transparansi sebagai kekuatan, bukan kelemahan. PRESISI adalah ikhtiar, sebuah perjalanan yang belum usai, dan mungkin tidak akan pernah usai. Karena memimpin di era demokrasi adalah komitmen tanpa akhir untuk terus berbenah, terus belajar, dan terus melayani," pungkas Ali Ramadhan.
(shf)
Lihat Juga :