Jelang Muktamar ke-35, Pengasuh PP Sembilangan Bangkalan Soroti Kondisi NU
Rabu, 24 Juni 2026 - 17:18 WIB
loading...
A
A
A
"Kehadiran masyayikh NU dan sesepuh pesantren di tengah-tengah mereka tidak lagi dipertimbangkan dan dijadikan petunjuk moral berjam’iyyah," katanya.
Baca juga: Hadiri Munas-Konbes NU 2026, Prabowo Apresiasi Peran Strategis NU bagi Bangsa
Saat sidang pleno III Konbes dan Munas NU di Ploso terlihat bagaimana mereka bermanuver di hadapan para masyayikh NU dan sesepuh pesantren. Tanpa adab dan unggah-ungguh santri, mereka meluapkan pikiran dan sikap emosional.
“Bila itu ditiru generasi berikutnya, awan gelap akan terus menyelimuti NU. Kalau sudah seperti ini, Hadratussyeikh KH. M. Hasyim Asy’ari telah mengingatkan dalam fatwanya di kitab ‘tanbih an-nahdliyyin’ karya KH Imam Zarkasyi Junaidi, Banyuwangi tentang kerusakan NU bila pragmatisme meluas di dalam jam’iyyah,” ujarnya.
Mengutip fatwa Kiai Hasyim Asy’ari, Lora Shofwan mengatakan, beruntunglah para pemimpin jam’iyyah Nahdlatul Ulama yang memperjuangkan kejayaan jam’iyyah-nya dan celakalah pemimpin yang memperkuda (menunggangi) jam’iyyah Nahdlatul Ulama untuk mengejar kepentingan pribadi.
"Kerusakan jam’iyyah NU dimulai dari kepentingan ingin berkuasa di dalam NU yang digunakan untuk mendapatkan kekuasaan. Para pemimpin NU semakin jauh untuk bisa menghadirkan NU sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan. NU sekarang bukan lagi sebagai rumah besar untuk berteduh semua warganya dan masyarakat,” ungkapnya
Baca juga: Hadiri Munas-Konbes NU 2026, Prabowo Apresiasi Peran Strategis NU bagi Bangsa
Saat sidang pleno III Konbes dan Munas NU di Ploso terlihat bagaimana mereka bermanuver di hadapan para masyayikh NU dan sesepuh pesantren. Tanpa adab dan unggah-ungguh santri, mereka meluapkan pikiran dan sikap emosional.
“Bila itu ditiru generasi berikutnya, awan gelap akan terus menyelimuti NU. Kalau sudah seperti ini, Hadratussyeikh KH. M. Hasyim Asy’ari telah mengingatkan dalam fatwanya di kitab ‘tanbih an-nahdliyyin’ karya KH Imam Zarkasyi Junaidi, Banyuwangi tentang kerusakan NU bila pragmatisme meluas di dalam jam’iyyah,” ujarnya.
Mengutip fatwa Kiai Hasyim Asy’ari, Lora Shofwan mengatakan, beruntunglah para pemimpin jam’iyyah Nahdlatul Ulama yang memperjuangkan kejayaan jam’iyyah-nya dan celakalah pemimpin yang memperkuda (menunggangi) jam’iyyah Nahdlatul Ulama untuk mengejar kepentingan pribadi.
"Kerusakan jam’iyyah NU dimulai dari kepentingan ingin berkuasa di dalam NU yang digunakan untuk mendapatkan kekuasaan. Para pemimpin NU semakin jauh untuk bisa menghadirkan NU sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan. NU sekarang bukan lagi sebagai rumah besar untuk berteduh semua warganya dan masyarakat,” ungkapnya
Lihat Juga :