Mendagri Antisipasi Kerumunan di Penetapan dan Pengundian Paslon Pilkada

Senin, 21 September 2020 - 21:48 WIB
loading...
Mendagri Antisipasi...
Mendagri Tito Karnavian menegaskan pentingnya sosialisasi dan koordinasi dengan stakeholder untuk disiplinkan protokol Covid-19 di Pilkada Serentak 2020. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan pentingnya sosialisasi dan koordinasi dengan stakeholder untuk menegakkan disiplin protokol Covid-19 (virus Corona) di Pilkada Serentak 2020 .

(Baca juga: Mendagri Sebut Pilkada Justru Penting Cari Pemimpin yang Kuat Tangani Covid-19)

Berkaca dari banyaknya pelanggaran pada pendaftaran tanggal 4-6 September lalu, pihaknya sudah mengantisipasi potensi serupa pada tahapan penetapan dan pengundian pasangan calon (paslon) pada 23 dan 24 September mendatang.

(Baca juga: Muhammadiyah Minta Presiden Jokowi Ambil Alih Penanganan Covid-19)

"Saya melihat ini yang belum maksimal karena koordinasi yang pendek hanya 2 hari (penetapan PKPU Pilkada tanggal 1 September), sehingga tanggal 4-6 September terjadi kerumunan. Bisa saja terjadi karena spontan masih menggunakan cara lama atau memang tidak tahu dan kurang koordinasi sehingga mengundang reaksi publik, skeptical kepada tahapan lanjutan yang menjadi media penularan Covid-19," kata Tito dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi II DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (21/9/2020).

Karena itu, Tito melanjutkan, pada September Menko Polhukam sudah mengundang stakeholder terkait pilkada ini di tingkat nasional yang diikuti semua unsur di daerah, KPU dan jajaran, Bawaslu dan jajaran, Polri, TNI, Ketua Satgas Covid-19, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kejaksaan, pemerintah daerah (pemda) dari jajaran Satpol PP dan Kesbang Linmas.

Dalam rakor tersebut, sambung dia, arahan Menko Polhukam agar daerah melakukan rakor dengan 3 agenda yakni, mensosialisasikan tahapan-tahapan dan kerawanannya, gangguan konvensional, aksi kekerasan, konflik dan mencegah tahapan dari penyebaran Covid-19; mensosialisasikan PKPU tentang tahapan lanjutan yang banyak belum dipahami; dan mengundang parpol lokal dan kontestan untuk menjelaskan dan memahami PKPU dan aturan perundang-undangan lainnya untuk melakukan deklarasi mendukung pilkada yang aman, damai, lepas dari konflik, kekerasan dan tidak menjadi media penularan Covid-19.

"18 September kita monitor, 270 daerah itu, karena ada 9 gubernur otomatis kabupaten/kota di provisni akan melaksanakam kegiatan pilkada, total 319 kabupaten-kota, kami sama-sama mendorong KPU-Bawaslu juga unsur lain Polri, TNI, Kejaksaan untuk melaksanakan rakor daerah untuk undnag parpol daerah dan kontesan," papar Tito.

Menurut mantan Kapolri ini, sudah 319 daerah yang melakukan rakor per 18 September kemarin, sekaligus mempersiapkan dua tahapan lanjutan yakni tahapan penetapan paslon pada 23 September dan tahapan pengundian nomor urut paslon tanggal 24 September yang rawan kerumunan massa, rawan euforia calon dan mungkin rawan yang kecewa. Dan itu pendekatan yang dilakukan untuk mengantisipasi 2 tahapan lanjutan.

"Kita harapkan mudah-mudahan di tahapan cukup rawan hari Rabu, 23 September penetapan paslon dan 24 September undian nomor paslon ini mudah-mudahan tidak terjadi kerumunan," ucap Tito.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
Sebut Banyak Tenaga...
Sebut Banyak Tenaga Honorer Tak Kompeten, Mendagri Singgung Titipan Pejabat Lama
Mendagri Berikan Penghargaan...
Mendagri Berikan Penghargaan Satyalancana kepada 7 Tokoh Atas Inovasi Sektor Maritim
Kemendagri-Korsel Matangkan...
Kemendagri-Korsel Matangkan Pengembangan Nomor Tunggal Panggilan Darurat 112
Kemendagri Dorong Pemda...
Kemendagri Dorong Pemda Lebih Inovatif Tangani Inflasi, Kemiskinan, dan Pengangguran
BNPP Renovasi 15.000...
BNPP Renovasi 15.000 Rumah Tak Layak Huni di 40 Kabupaten Kawasan Perbatasan
Mendagri: Kebijakan...
Mendagri: Kebijakan WFH Wajib Diikuti Seluruh Pemerintah Daerah
Perkuat Perbatasan,...
Perkuat Perbatasan, Mendagri-Menteri PKP Targetkan Renovasi 1.000 RTLH di Sitaro
Satgas Damai Cartenz:...
Satgas Damai Cartenz: Pulan Wonda KKB yang Tembaki Tito Karnavian Buron selama 7 Tahun
Rekomendasi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Berita Terkini
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved