Kritisi Parpol Koalisi, Deddy PDIP: Jika Tidak Nyaman dengan Situasi Politik, Silakan Keluar dari Pemerintahan
Minggu, 21 Juni 2026 - 13:33 WIB
loading...
Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus memberikan kritikan keras terhadap pernyataan sejumlah parpol koalisi pemerintah yang belakangan mempersoalkan posisi PDIP sebagai partai penyeimbang. Foto/Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Deddy Yevri Sitorus memberikan kritikan keras terhadap pernyataan sejumlah partai politik (parpol) koalisi pemerintah yang belakangan mempersoalkan posisi PDIP sebagai partai penyeimbang. Menurutnya, pilihan politik PDIP saat ini bukan sikap ambigu.
"Saya melihat sikap partai-partai ini sungguh mengherankan dan tidak pada tempatnya," kata Deddy dalam keterangannya, Minggu (21/6/2026).
Deddy menjelaskan kembali bahwa sistem ketatanegaraan Indonesia memang tidak mengenal oposisi secara formal. Menurutnya, yang ada adalah partai di dalam pemerintahan dan di luar pemerintahan.
Baca Juga: Ajak Elite Politik Jaga Stabilitas Politik dan Konsisten Bersikap, Misbakhun: Jangan Ambigu
PDIP, kata dia, dengan jelas telah menyatakan posisi di luar kabinet, tetapi tetap menjalankan fungsi pengawasan yang konstitusional melalui mekanisme DPR.
Deddy menegaskan bahwa ini bukan sikap ambigu. Menurutnya, ini adalah mandat rakernas partai yang sudah dijalankan secara konsisten.
"Justru yang perlu dipertanyakan: mengapa partai-partai ini begitu khawatir dengan keberadaan PDI Perjuangan? Apakah karena kurang percaya diri? Atau ada kegalauan di internal koalisi sehingga mencari kambing hitam?"
Dia menambahkan, "Jika ada partai yang tidak nyaman dengan situasi politik saat ini, silakan keluar dari pemerintahan. Tidak perlu membuat isu aneh dan menyeret-nyeret PDI Perjuangan. Ini bukan cara berpolitik yang elegan."
Anggota Komisi III DPR RI itu mengingatkan, pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi), PDIP tidak pernah mempersoalkan posisi partai mana pun yang masuk atau tidak dalam kabinet.
"Kami menghormati pilihan politik masing-masing. Kenapa sekarang malah ramai-ramai partai koalisi sibuk mengurusi internal PDI Perjuangan? Ini tidak berhak dan tidak etis," tuturnya.
Dia juga mengirim pesan khusus kepada Partai Nasdem dan Partai Demokrat yang ikut bersuara mengomentari sikap PDIP. Deddy meminta kedua parpol ini lebih baik fokus mengurus partainya sendiri.
"Fokus mengurus partainya sendiri yang sedang digerogoti. Jangan sampai nanti kalah oleh partai pendatang baru," pungkasnya.
"Saya melihat sikap partai-partai ini sungguh mengherankan dan tidak pada tempatnya," kata Deddy dalam keterangannya, Minggu (21/6/2026).
Deddy menjelaskan kembali bahwa sistem ketatanegaraan Indonesia memang tidak mengenal oposisi secara formal. Menurutnya, yang ada adalah partai di dalam pemerintahan dan di luar pemerintahan.
Baca Juga: Ajak Elite Politik Jaga Stabilitas Politik dan Konsisten Bersikap, Misbakhun: Jangan Ambigu
PDIP, kata dia, dengan jelas telah menyatakan posisi di luar kabinet, tetapi tetap menjalankan fungsi pengawasan yang konstitusional melalui mekanisme DPR.
Deddy menegaskan bahwa ini bukan sikap ambigu. Menurutnya, ini adalah mandat rakernas partai yang sudah dijalankan secara konsisten.
"Justru yang perlu dipertanyakan: mengapa partai-partai ini begitu khawatir dengan keberadaan PDI Perjuangan? Apakah karena kurang percaya diri? Atau ada kegalauan di internal koalisi sehingga mencari kambing hitam?"
Dia menambahkan, "Jika ada partai yang tidak nyaman dengan situasi politik saat ini, silakan keluar dari pemerintahan. Tidak perlu membuat isu aneh dan menyeret-nyeret PDI Perjuangan. Ini bukan cara berpolitik yang elegan."
Anggota Komisi III DPR RI itu mengingatkan, pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi), PDIP tidak pernah mempersoalkan posisi partai mana pun yang masuk atau tidak dalam kabinet.
"Kami menghormati pilihan politik masing-masing. Kenapa sekarang malah ramai-ramai partai koalisi sibuk mengurusi internal PDI Perjuangan? Ini tidak berhak dan tidak etis," tuturnya.
Dia juga mengirim pesan khusus kepada Partai Nasdem dan Partai Demokrat yang ikut bersuara mengomentari sikap PDIP. Deddy meminta kedua parpol ini lebih baik fokus mengurus partainya sendiri.
"Fokus mengurus partainya sendiri yang sedang digerogoti. Jangan sampai nanti kalah oleh partai pendatang baru," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :