Tampil di Majelis Umum PBB, Katib 'Aam PBNU Akan Bicara Soal HAM
Senin, 21 September 2020 - 21:12 WIB
loading...
Katib Aam PBNU, Yahya Cholil Staquf, dijadwalkan tampil di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations General Assembly), Rabu (23/9/2020). Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Katib 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) , Yahya Cholil Staquf, dijadwalkan tampil di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations General Assembly), Rabu (23/9/2020) pukul 9.00 pagi waktu New York (EDT: Eastern Daylight Time), atau pukul 20.00 WIB.
(Baca juga: Mendagri Sebut Pilkada Justru Penting Cari Pemimpin yang Kuat Tangani Covid-19)
Yahya Staquf akan berbicara dalam panel tentang Hak Asasi Manusia yang diprakarsai oleh Amerika Serikat. Panelis lainnya adalah Mary Ann Glendon, seorang profesor emeritus bidang hukum dari Universitas Harvard, Amerika Serikat, dan Hu Ping, seorang aktivis demokrasi asal China.
(Baca juga: Muhammadiyah Minta Presiden Jokowi Ambil Alih Penanganan Covid-19)
Untuk diketahui, pada 8 Juli 2019 lalu, Menteri Luar Negeri (Secretary of State) Amerika Serikat, Michael R. Pompeo, berisiatif membentuk Commission on Unalienable Rights (Komisi untuk Hak-hak [Manusia] Yang Tak Dapat Dibatalkan), beranggotakan sebelas orang dari kalangan intektual, filsuf dan agamawan Amerika.
(Baca juga: Mendagri Sebut Pilkada Justru Penting Cari Pemimpin yang Kuat Tangani Covid-19)
Yahya Staquf akan berbicara dalam panel tentang Hak Asasi Manusia yang diprakarsai oleh Amerika Serikat. Panelis lainnya adalah Mary Ann Glendon, seorang profesor emeritus bidang hukum dari Universitas Harvard, Amerika Serikat, dan Hu Ping, seorang aktivis demokrasi asal China.
(Baca juga: Muhammadiyah Minta Presiden Jokowi Ambil Alih Penanganan Covid-19)
Untuk diketahui, pada 8 Juli 2019 lalu, Menteri Luar Negeri (Secretary of State) Amerika Serikat, Michael R. Pompeo, berisiatif membentuk Commission on Unalienable Rights (Komisi untuk Hak-hak [Manusia] Yang Tak Dapat Dibatalkan), beranggotakan sebelas orang dari kalangan intektual, filsuf dan agamawan Amerika.
Lihat Juga :