Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Selasa, 16 Juni 2026 - 20:02 WIB
loading...
A
A
A
Budiman menjelaskan, peristiwa itu terjadi setelah acara berjalan sekitar 50 menit, usai Sudaryono memberi paparan. Setelahnya, Nusron mendapat giliran untuk menjelaskan kehadiran tiga pembantu Presiden Prabowo Subianto ke acara tersebut siap untuk berdialog, berdebat, dikritik, dikecam secara langsung oleh para mahasiswa.
Budiman menyampaikan bahwa kehadiran tiga pembantu Presiden untuk merayakan perbedaan dan mendialogkan perbedaan. Bahkan, Budiman telah menyampaikan pesan dari Presiden Prabowo bahwa para pengkritik tidak boleh terancam keselamatannya.
Lihat video: Cerita Budiman Sudjatmiko, dari Aktivis Jadi Eksekutif
"Nah, pada saat kami menjelaskan itu semua, tiba-tiba dari arah belakang menyeruak rombongan puluhan orang merangsek membawa toa, poster, spanduk, merangsek ke panggung dan mengepung kami dan meminta kami untuk segera keluar dari ruangan diskusi itu," tutur Budiman.
"Kemudian memaki-maki kami, Presiden, dan seluruh kabinet sebagai pembohong; saya sebagai pengkhianat Reformasi, tidak memperhatikan rakyat miskin segala macam, kira-kira begitu. Padahal yang kami mau sampaikan dalam dialog itu nantinya adalah bagaimana sebenarnya program-program pengentasan kemiskinan dan apa yang kurang, apa yang salah, apa yang keliru. Kami menunggu masukan dari mahasiswa tapi dialog itu ditutup sampai kemudian ada beberapa tindakan yang secara fisik bisa membahayakan," imbuhnya.
Budiman mengklaim, ada pukulan yang mengarah ke Sudaryono dan dirinya. Namun, tak kena lantaran dihalangi oleh ajudannya. "Dan ketika dianggap situasi sudah tidak kondusif, sudah ada lempar-lemparan botol kepada kami, kemudian kami sebenarnya mau bertahan di situ karena kami tidak boleh pergi dari situ kalau bukan pihak panitia dan bukan pihak kampus yang mengusir kami. Kalau kami diusir, disuruh pergi oleh pihak panitia dan pihak kampus sebagai tuan rumah, ya tentu saja kami mau," tutur Budiman.
Budiman menyampaikan bahwa kehadiran tiga pembantu Presiden untuk merayakan perbedaan dan mendialogkan perbedaan. Bahkan, Budiman telah menyampaikan pesan dari Presiden Prabowo bahwa para pengkritik tidak boleh terancam keselamatannya.
Lihat video: Cerita Budiman Sudjatmiko, dari Aktivis Jadi Eksekutif
"Nah, pada saat kami menjelaskan itu semua, tiba-tiba dari arah belakang menyeruak rombongan puluhan orang merangsek membawa toa, poster, spanduk, merangsek ke panggung dan mengepung kami dan meminta kami untuk segera keluar dari ruangan diskusi itu," tutur Budiman.
"Kemudian memaki-maki kami, Presiden, dan seluruh kabinet sebagai pembohong; saya sebagai pengkhianat Reformasi, tidak memperhatikan rakyat miskin segala macam, kira-kira begitu. Padahal yang kami mau sampaikan dalam dialog itu nantinya adalah bagaimana sebenarnya program-program pengentasan kemiskinan dan apa yang kurang, apa yang salah, apa yang keliru. Kami menunggu masukan dari mahasiswa tapi dialog itu ditutup sampai kemudian ada beberapa tindakan yang secara fisik bisa membahayakan," imbuhnya.
Budiman mengklaim, ada pukulan yang mengarah ke Sudaryono dan dirinya. Namun, tak kena lantaran dihalangi oleh ajudannya. "Dan ketika dianggap situasi sudah tidak kondusif, sudah ada lempar-lemparan botol kepada kami, kemudian kami sebenarnya mau bertahan di situ karena kami tidak boleh pergi dari situ kalau bukan pihak panitia dan bukan pihak kampus yang mengusir kami. Kalau kami diusir, disuruh pergi oleh pihak panitia dan pihak kampus sebagai tuan rumah, ya tentu saja kami mau," tutur Budiman.
(cip)
Lihat Juga :