DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Selasa, 16 Juni 2026 - 16:33 WIB
loading...
A
A
A
Lihat video: Mulai Hari Ini, 04 Mei 2026 Harga BBM PERTAMINA Non Subsidi Naik Simak Informasinya
Sekadar informasi, harga minyak dunia mengalami penurunan pada awal perdagangan sesi Asia, Senin, 15 Juni 2026. Hal itu terjadi usai Amerika Serikat (AS) dan Iran mengumumkan kesepakatan damai yang membuka kembali akses pelayaran melalui Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi energi terpenting di dunia.
Harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan global, turun 4% menjadi 83,81 Dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) yang diperdagangkan di Amerika Serikat merosot 4,7% ke level 80,89 Dolar AS per barel.
Penurunan harga tersebut terjadi setelah meredanya ketegangan geopolitik yang selama beberapa bulan terakhir mengguncang pasar energi global. Selat Hormuz sebelumnya ditutup secara efektif setelah AS dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada 28 Februari 2026. Teheran juga sempat mengancam akan menyerang kapal-kapal yang melintasi jalur tersebut.
Selat Hormuz memiliki peran strategis karena menjadi jalur pengiriman sekitar 20% pasokan minyak dunia dan gas alam cair (LNG). Gangguan di kawasan itu membuat harga energi melonjak tajam selama konflik berlangsung.
Sebelum perang pecah, harga minyak Brent berada di kisaran USD70 per barel. Namun, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah sempat mendorong harga hingga mendekati USD120 per barel.
Sekadar informasi, harga minyak dunia mengalami penurunan pada awal perdagangan sesi Asia, Senin, 15 Juni 2026. Hal itu terjadi usai Amerika Serikat (AS) dan Iran mengumumkan kesepakatan damai yang membuka kembali akses pelayaran melalui Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi energi terpenting di dunia.
Harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan global, turun 4% menjadi 83,81 Dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) yang diperdagangkan di Amerika Serikat merosot 4,7% ke level 80,89 Dolar AS per barel.
Penurunan harga tersebut terjadi setelah meredanya ketegangan geopolitik yang selama beberapa bulan terakhir mengguncang pasar energi global. Selat Hormuz sebelumnya ditutup secara efektif setelah AS dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada 28 Februari 2026. Teheran juga sempat mengancam akan menyerang kapal-kapal yang melintasi jalur tersebut.
Selat Hormuz memiliki peran strategis karena menjadi jalur pengiriman sekitar 20% pasokan minyak dunia dan gas alam cair (LNG). Gangguan di kawasan itu membuat harga energi melonjak tajam selama konflik berlangsung.
Sebelum perang pecah, harga minyak Brent berada di kisaran USD70 per barel. Namun, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah sempat mendorong harga hingga mendekati USD120 per barel.
(cip)
Lihat Juga :