GP Ansor Rombak Kepengurusan, Sejumlah Tokoh Muda NU Masuk Struktur
Jum'at, 12 Juni 2026 - 17:08 WIB
loading...
A
A
A
"Ansor harus terus menjadi organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Karena itu, kami memperkuat struktur organisasi dengan kader-kader yang memiliki kapasitas, pengalaman, dan rekam jejak pengabdian di berbagai bidang. Mereka adalah energi baru yang akan memperkuat gerakan organisasi ke depan," ujar Addin dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).
Ia menilai, figur yang bergabung dalam kepengurusan baru bukanlah sosok asing di lingkungan NU. Sebagian besar merupakan kader lama Nahdlatul Ulama dan memiliki pengalaman yang relevan untuk mendukung penguatan organisasi.
Baca juga: Ketum GP Ansor Canangkan Tahun Pembangunan SDM dan Kaderisasi Susbanpim di Semarang
"Mereka adalah kader-kader yang telah teruji. Ada yang berkiprah di pemerintahan, dunia profesional, olahraga, hingga pemberdayaan masyarakat. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa kader NU mampu mengambil peran strategis di berbagai sektor sekaligus tetap berkomitmen mengabdi melalui organisasi," ucapnya.
Addin menegaskan bahwa GP Ansor saat ini tidak hanya dituntut menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Namun juga harus mampu merespons tantangan baru seperti transformasi digital, penguatan ekonomi umat, hingga meningkatkan peran pemuda dalam pembangunan nasional.
Ia menilai, figur yang bergabung dalam kepengurusan baru bukanlah sosok asing di lingkungan NU. Sebagian besar merupakan kader lama Nahdlatul Ulama dan memiliki pengalaman yang relevan untuk mendukung penguatan organisasi.
Baca juga: Ketum GP Ansor Canangkan Tahun Pembangunan SDM dan Kaderisasi Susbanpim di Semarang
"Mereka adalah kader-kader yang telah teruji. Ada yang berkiprah di pemerintahan, dunia profesional, olahraga, hingga pemberdayaan masyarakat. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa kader NU mampu mengambil peran strategis di berbagai sektor sekaligus tetap berkomitmen mengabdi melalui organisasi," ucapnya.
Addin menegaskan bahwa GP Ansor saat ini tidak hanya dituntut menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Namun juga harus mampu merespons tantangan baru seperti transformasi digital, penguatan ekonomi umat, hingga meningkatkan peran pemuda dalam pembangunan nasional.
Lihat Juga :