Milad ke-24, BSMI Komitmen Kokohkan Pelayanan Kemanusiaan Bagi Indonesia dan Dunia
Senin, 08 Juni 2026 - 12:30 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Basuki, komitmen BSMI terhadap perjuangan kemanusiaan di Palestina merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan kemanusiaan universal.
“Ketika hak hidup, hak kesehatan, dan martabat manusia dirampas, maka menjadi kewajiban moral bagi kita untuk menunjukkan solidaritas dan kepedulian,” tegasnya.
Basuki menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, anggota, relawan, donatur, dan mitra yang telah membersamai perjalanan BSMI selama 24 tahun. Penghargaan juga diberikan kepada para pendiri, pengurus, anggota, dan relawan yang telah wafat dan meninggalkan warisan perjuangan bagi organisasi.
Memasuki usia ke-24 tahun, BSMI menilai tantangan kemanusiaan ke depan semakin kompleks. Mulai dari meningkatnya frekuensi bencana alam, dampak perubahan iklim, perkembangan teknologi yang cepat, hingga kebutuhan masyarakat terhadap layanan kemanusiaan yang semakin beragam.
Karena itu, penguatan organisasi menjadi salah satu agenda utama BSMI ke depan. Penguatan tersebut mencakup tata kelola organisasi, kepemimpinan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman.
“BSMI harus semakin kuat dari tingkat pusat hingga provinsi, kabupaten, dan kota. Kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh semangat pengabdian, tetapi juga oleh tata kelola yang baik, koordinasi yang solid, dan kapasitas sumber daya manusia yang unggul,” kata Basuki.
Selain itu, peningkatan kapasitas relawan melalui pendidikan, pelatihan, sertifikasi, dan pengalaman lapangan juga menjadi fokus penting agar pelayanan kemanusiaan yang diberikan semakin profesional dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Ketika hak hidup, hak kesehatan, dan martabat manusia dirampas, maka menjadi kewajiban moral bagi kita untuk menunjukkan solidaritas dan kepedulian,” tegasnya.
Basuki menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, anggota, relawan, donatur, dan mitra yang telah membersamai perjalanan BSMI selama 24 tahun. Penghargaan juga diberikan kepada para pendiri, pengurus, anggota, dan relawan yang telah wafat dan meninggalkan warisan perjuangan bagi organisasi.
Memasuki usia ke-24 tahun, BSMI menilai tantangan kemanusiaan ke depan semakin kompleks. Mulai dari meningkatnya frekuensi bencana alam, dampak perubahan iklim, perkembangan teknologi yang cepat, hingga kebutuhan masyarakat terhadap layanan kemanusiaan yang semakin beragam.
Karena itu, penguatan organisasi menjadi salah satu agenda utama BSMI ke depan. Penguatan tersebut mencakup tata kelola organisasi, kepemimpinan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman.
“BSMI harus semakin kuat dari tingkat pusat hingga provinsi, kabupaten, dan kota. Kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh semangat pengabdian, tetapi juga oleh tata kelola yang baik, koordinasi yang solid, dan kapasitas sumber daya manusia yang unggul,” kata Basuki.
Selain itu, peningkatan kapasitas relawan melalui pendidikan, pelatihan, sertifikasi, dan pengalaman lapangan juga menjadi fokus penting agar pelayanan kemanusiaan yang diberikan semakin profesional dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Lihat Juga :