Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Kamis, 04 Juni 2026 - 23:56 WIB
loading...
Ketua DPP Relawan Arus Bawah Prabowo (ABP), Supriyanto berharap kepemimpinan baru BGN mampu mengemban amanah Presiden Prabowo Subianto. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN mendapat dukungan sejumlah kalangan. Di antaranya dari Relawan Arus Bawah Prabowo (ABP).
Ketua DPP Relawan Arus Bawah Prabowo (ABP), Supriyanto berharap kepemimpinan baru BGN mampu mengemban amanah Presiden dengan mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga tersebut sebagai pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Kami mendukung penuh upaya reformasi total tata kelola BGN, termasuk peningkatan efisiensi, transparansi anggaran, dan perbaikan pelayanan kepada seluruh penerima manfaat program MBG," ujarnya, Kamis (4/6/2026).
Baca juga: Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang: Mohon Dikoreksi Kalau Kami Salah
Menurut Supriyanto, kepemimpinan Nanik S Deyang diyakini mampu membawa perubahan positif bagi pelaksanaan program MBG, sekaligus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yayasan mitra, koperasi, UMKM, petani, hingga nelayan.
ABP menilai keberhasilan program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi balita, anak sekolah, dan ibu hamil, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Ibu Nanik diangkat Pak Prabowo tentunya setelah melalui proses penilaian yang objektif dan mempertimbangkan rekam jejak beliau. Kami berharap berbagai penyimpangan yang selama ini dikeluhkan masyarakat maupun mitra pelaksana dapat segera dibenahi," katanya.
Lihat video: Gantikan Dadan Hindayana, Kepala BGN Baru Nanik S Deyang Buka Suara!
ABP juga mengapresiasi langkah cepat pimpinan baru BGN yang melakukan moratorium pembukaan titik SPPG baru, melakukan refocusing penerima manfaat yang paling membutuhkan perbaikan gizi, mempercepat pembangunan SPPG di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), serta melakukan efisiensi anggaran guna mencegah kebocoran dan pemborosan belanja.
Selain itu, ABP menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelaksanaan Program MBG sebagai salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Kami akan berpartisipasi aktif menghadapi berbagai hambatan dan gangguan terhadap pelaksanaan Program MBG. Program ini harus benar-benar menjadi instrumen pelayanan bagi rakyat, bukan sekadar proyek bisnis yang mengabaikan manfaat sosial dan kemanusiaan," tegasnya.
Supriyanto juga menyoroti dugaan praktik jual beli titik SPPG yang disebutnya telah menimbulkan keresahan di masyarakat. Menurutnya, sejumlah wilayah aglomerasi bahkan telah mengalami kelebihan kuota SPPG meski portal mitra BGN telah resmi ditutup sejak November 2025.
"Jual beli titik sangat merugikan negara. Banyak dapur baru bermunculan meski pendaftaran mitra sudah ditutup. Ini mengindikasikan adanya praktik kolusi dan korupsi yang harus diusut tuntas hingga ke jaringan di bawahnya, tidak hanya berhenti pada tiga pimpinan lama yang sudah ditahan," ujarnya.
Supriyanto yang juga merupakan aktivis Gerakan Reformasi 1998 dan pernah menjadi Wakil Komandan Tim Golf (Relawan) dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024 itu turut meminta pihak-pihak yang sedang menjalani proses hukum untuk fokus menghadapi perkara yang sedang berlangsung.
"Pak Sony selaku mantan Wakil Kepala BGN sebaiknya fokus menjalani proses hukum dan tidak perlu melontarkan tuduhan yang tidak berdasar kepada Bu Naniek melalui media sosial," ucapnya.
Ketua DPP Relawan Arus Bawah Prabowo (ABP), Supriyanto berharap kepemimpinan baru BGN mampu mengemban amanah Presiden dengan mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga tersebut sebagai pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Kami mendukung penuh upaya reformasi total tata kelola BGN, termasuk peningkatan efisiensi, transparansi anggaran, dan perbaikan pelayanan kepada seluruh penerima manfaat program MBG," ujarnya, Kamis (4/6/2026).
Baca juga: Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang: Mohon Dikoreksi Kalau Kami Salah
Menurut Supriyanto, kepemimpinan Nanik S Deyang diyakini mampu membawa perubahan positif bagi pelaksanaan program MBG, sekaligus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yayasan mitra, koperasi, UMKM, petani, hingga nelayan.
ABP menilai keberhasilan program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi balita, anak sekolah, dan ibu hamil, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Ibu Nanik diangkat Pak Prabowo tentunya setelah melalui proses penilaian yang objektif dan mempertimbangkan rekam jejak beliau. Kami berharap berbagai penyimpangan yang selama ini dikeluhkan masyarakat maupun mitra pelaksana dapat segera dibenahi," katanya.
Lihat video: Gantikan Dadan Hindayana, Kepala BGN Baru Nanik S Deyang Buka Suara!
ABP juga mengapresiasi langkah cepat pimpinan baru BGN yang melakukan moratorium pembukaan titik SPPG baru, melakukan refocusing penerima manfaat yang paling membutuhkan perbaikan gizi, mempercepat pembangunan SPPG di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), serta melakukan efisiensi anggaran guna mencegah kebocoran dan pemborosan belanja.
Selain itu, ABP menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelaksanaan Program MBG sebagai salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Kami akan berpartisipasi aktif menghadapi berbagai hambatan dan gangguan terhadap pelaksanaan Program MBG. Program ini harus benar-benar menjadi instrumen pelayanan bagi rakyat, bukan sekadar proyek bisnis yang mengabaikan manfaat sosial dan kemanusiaan," tegasnya.
Supriyanto juga menyoroti dugaan praktik jual beli titik SPPG yang disebutnya telah menimbulkan keresahan di masyarakat. Menurutnya, sejumlah wilayah aglomerasi bahkan telah mengalami kelebihan kuota SPPG meski portal mitra BGN telah resmi ditutup sejak November 2025.
"Jual beli titik sangat merugikan negara. Banyak dapur baru bermunculan meski pendaftaran mitra sudah ditutup. Ini mengindikasikan adanya praktik kolusi dan korupsi yang harus diusut tuntas hingga ke jaringan di bawahnya, tidak hanya berhenti pada tiga pimpinan lama yang sudah ditahan," ujarnya.
Supriyanto yang juga merupakan aktivis Gerakan Reformasi 1998 dan pernah menjadi Wakil Komandan Tim Golf (Relawan) dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024 itu turut meminta pihak-pihak yang sedang menjalani proses hukum untuk fokus menghadapi perkara yang sedang berlangsung.
"Pak Sony selaku mantan Wakil Kepala BGN sebaiknya fokus menjalani proses hukum dan tidak perlu melontarkan tuduhan yang tidak berdasar kepada Bu Naniek melalui media sosial," ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :