Ray Rangkuti Singgung Indonesia Masih di Level Ikut-ikutan dalam Politik Luar Negeri
Rabu, 03 Juni 2026 - 09:28 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, kekayaan alam yang dimiliki Indonesia belum mampu menarik perhatian negara lain. Dia mencontohkan Iran yang tetap disegani meski memiliki keterbatasan dibandingkan Amerika Serikat dalam aspek militer.
“Iran itu kalau dikalkulasi persenjataan macam-macam sepanjang yang kita tahu, nggak sebanding itu dengan Amerika. Tapi yang nggak mereka dimiliki oleh yang lain, dia punya sikap. Punya sikap bahwa dia nggak mau ikut-ikutan orang. Dia mau dirinya sendiri. Nah, sikap itu yang membuat orang hormat. Nah, di kita nggak,” ungkap Ray.
Posisi Indonesia saat ini dalam politik luar negeri tidak terlepas dari cara pandang Presiden Prabowo. Dia kemudian membandingkan situasi saat ini dengan era Presiden pertama Indonesia Soekarno yang dinilainya mampu menempatkan Indonesia pada posisi yang lebih tinggi dalam percaturan global karena keberanian mengambil sikap.
“Kenapa level ketiga? Itu soal mindset pemimpinnya. Tadi Bung Nusri sudah mengatakan, apa hebatnya kita di zaman Soekarno, tapi kenapa kita masuk ke level satu? Sikap. Bung Karno berani,” tuturnya.
“Iran itu kalau dikalkulasi persenjataan macam-macam sepanjang yang kita tahu, nggak sebanding itu dengan Amerika. Tapi yang nggak mereka dimiliki oleh yang lain, dia punya sikap. Punya sikap bahwa dia nggak mau ikut-ikutan orang. Dia mau dirinya sendiri. Nah, sikap itu yang membuat orang hormat. Nah, di kita nggak,” ungkap Ray.
Posisi Indonesia saat ini dalam politik luar negeri tidak terlepas dari cara pandang Presiden Prabowo. Dia kemudian membandingkan situasi saat ini dengan era Presiden pertama Indonesia Soekarno yang dinilainya mampu menempatkan Indonesia pada posisi yang lebih tinggi dalam percaturan global karena keberanian mengambil sikap.
“Kenapa level ketiga? Itu soal mindset pemimpinnya. Tadi Bung Nusri sudah mengatakan, apa hebatnya kita di zaman Soekarno, tapi kenapa kita masuk ke level satu? Sikap. Bung Karno berani,” tuturnya.
(jon)
Lihat Juga :